Forever Love

Forever Love
9. HILANG



" Gimana apakah sudah ketemu.. " terdengar suara Rinto dari ponsel Reino saat itu.



" Aku kehilangan jejaknya brroo.." balas Reino kesal.



" Mungkin kau salah lihat semalam. " ujar Reino dari ponselnya yang sedari tadi mereka bertelepon.



Sosok yang dilihat Rinto memang tak salah.


Benar bahwa itu adalah sosok Rindu. Tapi Rinto tidak yakin seratus persen karena wanita yang berseberangan duduk dengannya disalah satu restauran hotel tempat Rinto menginap di Bandung kala itu ialah wanita anggun dan cantik layaknya sosialita kelas atas.


Bukan Rindu yang lugu dan sederhana yang bermata empat.



Flash Back


♡♡♡♡♡♡



Reino sudah ke Bandung tiga hari ini.


Begitu mendapat kabar dari Rinto bahwa Ia sekilas melihat Rindu salah satu resto hotel mewah di kota Bandung. Reino langsung bergegas ke Bandung.



Dia pun meminta izin cuti tiga hari kepada kepala sekolah dengan alasan asa saudara sakit yang harus di jenguk di Bandung.



Reino sudah mengecek data tamu hotel selama seminggu dan tak ada namanya Rindu. Begitu juga dengan daftar nama Rindu, tiket pesawat , bus dan kapal. Nihil.



" Ya mungkin aku salah lihat Reyy .. maafkan aku membuatmu jadi gusarr beberapa hari ini.."


kata Rinto membalas dari ponsel.



Tak ingin sahabatnya larut dalam keputusasaan ia pun mengatakan bahwa mungkin Ia salah liat orang.


Wanita cantik banyak di Bandung alasannya lagi.



Saat hendak menyapa wanita tersebut, wanita tersebut gerak cepat dan berlalu ke pintu keluar restauran dan meninggalkan Rinto yang berlari hendak mengejar.



Sebuah sedan putih pun tancap gas meninggalkan Rinto dengan keraguan.


Tak lama ia pun menghubungi Reino.



Di sebuah kamar.


Cinta tak bisa tidur.


Tak dapat ia memejamkan matanya.


Setelah mengetahui dari bibinya tidak mengantar makanan karena Reino pun sudah tiga hari belum pulang ke kontrakannya.



" Apakah dia masih marah.." pikir Cinta.


" Ahh.. masa marah hanya karena omonganku saat di cafe kemarin.."



Saat di cafe kemarin.


Dengan pertanyaaan Reino yang menjurus ke arah pribadi keluarga bibiny membuat Cinta bingung saat itu.



" Pak Reino yang baik hati dan berumur .." ujarnya kesal.



" Teřimakasih untuk traktiran.. " lanjutnya.


" Tapi mengenai pertanyaan bapak tadi tentang bibi saya dan sepupu dan segala macam.. bukankah itu adalah privasi keluarga bibi saya .


" Mengapa bapak bertanya terlalu mendalam tentang semua keluarga bibi saya padahal bapak hanyalah orang luar .. " !! tegas Cinta.



" Apakah bapak menyukai bibi saya yang sudah berumur yang hampir kepala lima untuk dijadikan seorang isteri alias pendamping hidup bapak ... ?? """



Mendengar semua perkataan Cinta, Reino sintak terkejut dan tak menyangka pemikiran gadis kecil ini.



Reino sedang menikmati kopi hitamnya tersedak dan menyembur


kan sebagian kopi yang sudah di mulutnya.



" Sialaalannn.. " ucap Reino dalam hatinya.


" Kalau saja bukan demi Rindu untuk apa buang waktu dan tenaga bersamamu.. "



Tanpa sengaja sebagian kopi menyembur ke arah Cinta dan sedikit wajahnya. Ekspresi Cinfa saat itu kesal sekali dan dia melotot dan ingin sekali memaki pria di hadapannya itu. Tapi saat hendak itu terjadi.


Reino dengan cepat menghapus percikan kopi dari mulutnya tersebut dengan tangan kekarnya. Sambil meminta maaf , Reino mengusap pelan dan lembut wajah Cinta.



Cinta pun larut dalam belaian tangan Reino dan segala pikirannya yang berkecamuk.


Jantungnya berdegup dengan tidak teratur.



Sedangkan Reino hanyut dalam pandangan mata Cinta. Wajah yang alami dan cantik tanpa polesan.


Niat Reino hanya ingin mengelap percikan kopi tapi malah membelai wajah Cinta dengan lembut dan semakin lama semakin dekat wajah hingga kedua bibir mereka hampir bertemu.



" Terrrttt.. terrrttttt.. " suara getar ponsel Reino


Ponsel Reino berdering, tertera nama Rinto yang menghubungi dan membuyarkan adegan tigapuluh detik antara Cinta dan Reino.



Mendengar perkataan sahabatnya, wajah Reino pun berubah serius dan dingin. Tak lagi bersahaja seperti tadi. Hal itu membuat Cinta bingung dengan perubahan sikap Reino.



Tak lama setelah itu Reino bergegas meninggalkan Cinta tanpa berpikir mengantarkannya pulang.


Pikirannya kalut dan bingung.



Dan Cinta pun tak tahu harus berbuat apa hanya terdiam dalam hati ingin sekali marah tapi orang yang ingin di marahi hilang tanpa meninggalkan sepatah kata. Tak lama dia pun pulang dengan memesan ojek online dengan hati berkecamuk dan sedih.