
Saat Cinta dalam keadaan setengah tak sadar,
David membawanya ke penginapan lantai atas cafe tersebut.
Gadis tersebut hanya bisa pasrah kemana David membawanya.
Sesampainya di kamar X098.
" Bos, apakah ada pekerjaan yang selanjutnya...?? " ujar seorang bodyguard David.
Tak lama.
David menghempaskan tubuh gadis tersebut ke atas kasur.
" Tunggu setengah jam lagi, dia akan sadar ..!"
ujar David.
Kemudian dia menelpon sekretarisnya menyiapkan pakaian formal kerja untuk menemui klien bisnis kerjanya.
" Beibbb , sekalian bawakan lingre yang warna pink ya..sekalian lipstik dengan warna yang sama " kata David lagi.
" Okeyy beib.. muachhhh..!! Tapi aku cemburu Dav, wanita murahan mana lagi yang menjadi pelampiasanmu kali ini...??" ujar sekretarisnya itu.
" Jangan bilang gadis SMA lagii..? " sambungnya lagi.
David pun hanya bisa tersenyum mendengar semua perkataan sekretarisnya tersebut.
" Jangan takutt sayang, aku hanya perlu sedikit hiburan... Tenanglah selamanya hanya kau yang mengerti aku..muachhh!!
balas David dan mematikan ponselnya.
Tak berlangsung lama sudah ada yang mengantar pesanan yang di minta oleg David.
Ia pun bergegas dan mempersiapkan dirinya untuk gadis kecil itu.
" Bos, gadis tersebut sudah sadar.."
kata bodyguard.
David pun menghampiri Cinta yang sedikit mulai sadar.
Batin Cinta.
Dimana aku ...?
Dia pun berusaha keras mengingat kejadian terakhir .
Ya David.
Laki-laki itu ternyata...
" Aduh pusingg.! " gadis itu memegangi kepalanya.
Dia melihat sekelilingnya.
" Dimana aku..?
" Kamar siapa ini..?
pikirnya lagi.
Tak lama terdengar suara langkah kaki masuk dan mendekati menghampiri Cinta.
" Kreeekkkk..!
suara pintu terbuka.
Cinta berusaha mengenali wajah tersebut walau samar-samar.
" Mas David..??
ujarnya pelan.
" Mas aku dimana..?
" Tolong lepaskan aku..!
" Aku mau pulang..!
gadia itu memohon.
David tersenyum memandangi Cinta yang baju nya sudah acak-acakan dengan terikat.
" Maafkan aku Cinta..
" Aku sungguh. menyukaimu pada pandangan pertama. Tapi wajahmu itu terlalu cantik untuk tidak dimamfaatkan..."
CInta mulai menangis dan berusaha sekuat tenaga melepaskan ikatan tangan dan kakinya.
" Penipuu.. !!
" Seandainya kak Fani tahu sifat busukmu itu, mas..!!
gadis itu memaki David.
David tersenyum.
Dia menikmati penderitaan yang dialami gadis kecil itu.
" Salahkan dirimu jadi orang miskin..!!
" Kamu pikir dunia ini cerita dongeng..!!
" Jangan mimpi. Tak ada yang gratis..!
" Kamu perlu uang kan untuk biaya operasi ibumu... Jual tubuhmu..! Senyum sumringah dari David.
" Engkau akan tahu siapa yang akan membayarmu dan mencicipimu..!!
laki-laki tersebut tersenyum puas.
Kemudian seorang pelayan wanita datang dengan lingre seksi warna pink untuk mengganti baju gadis tersebut dan mendandaninya layaknya seperti wanita murahan.
" Cantikkk !!! David memandangi gadis itu seperti ingin melahapnya.
" Bagaimana kalau aku yang pertama kali mencicipi tubuhmu, rasanya pasti sangat manis.." ujarnya lagi tak dapat menahan nafsunya.
Cinta berterik histeris dan meminta pertolongan. Namun apa daya seluruh kamar inap kedap suara.
Semua bawahannya disuruh David keluar.
Hanya tinggal mereka berdua.
" Jangan mendekat mas. Jangan aku mohon..!
gadis itu menangis .
David mendekati Cinta.
Tangannya membelai wajah gadis itu lembut.
Kemudian membelai bibirnya yang mungil.
Airmata Cinta terus mengalir deras dan membuat makeup wajahnya luntur dan kelihatan berantakan.
David tak dapat mengontrol dirinya.
Ia pun hendak menyingkap lingrei pink yang dipakai Cinta dan ingin melihat kemolekan tubuh gadis tersebut polos tanpa sehelai benang.
Tak lama ponsel David berdering dan muncul nama Fani.
" Dasarr pelacurrr kecill..!!!
guman David melihat nama Fani yang menelponnya.
Ia pun mengurungkan niatnya bermain-main dengan Cinta dan
mengangkat ponselnya kemudian merekam suara tangisan Cinta yang memohon sambil menangis.
Batin David puas melihat ekspresi malang gadis itu.
Mematikan ponselnya tanpa menghiraukan suara wanita dari ponselnya.
Ia mendekatinya lagi dan lagi semakin dekat menghampiri bibir gadis tersebut.
David hanya ingin bermain dan tak melakukan apapun.
Sudah puas.
David melakban mulut gadis itu agar tak bisa berteriak.
Ia lalu membawanya keluar dari kamar tersebut menuju suatu tempat.
# Sedih banget gak sih..😢
Author gak tega menulis kisah di episode kali ini. Maafkan bila tak sempurna.
Gimana nasib Cinta Selanjutnya
Mohon Penilaiannya ya pembaca
Terimakasih😘