Forever Love

Forever Love
Cinta yang telah berubah



" Pagi gadis kecil..."


'terdengar suara pria disebelahku' dan berusaha mengenali suara itu dan melihat sosoknya.



"Pak Reino..."


Aku tak percaya melihatnya ada disisiku sekarang



Aku pun mengucek mataku.


Apakah ini hanya mimpi atau kahyalan.



Dan aku pun mencubit lenganku.


"Awww.. Sakittt..


jeritku ini nyata.



"Apakah masih sakit...


katanya lagi sambil mengusap kepalaku.



Ia mengambil segelas air dan memberikannnya padaku.



Raut wajah Reino masih tetap sama seperti dulu.



Hanya yang berbeda ia semakin kurus dan tak memperhatikan penampilannya.



Tetapi kharismanya masih sama.


Ku perhatikan tadi saat


perawat yang mengantar sarapanku tidak begitu memperhatikanku.



Tatapannya hanya tertuju pada pria disampingku.



Perawat itu pun berkata,


"Sebaiknya tuan juga beristirahat. Nona ini telah bangun. Biar kami yang mengurus selebihnya .



" Perhatian perawat ini sungguh... Sebenarnya siapa pasiennya" pikirku lagi.



Pria disampingku tak menggubris. Ia hanya diam dan membiarkan perawat itu berlalu.



" Apa Reino tak tertidur demi menjagaku..?"


batinku lagi.



Perasaan seperti apa ini.


Kau yang pergi dan kau pula yang datang itupun sesukamu saja.



Aku akan tak bersikap seperti dulu lagi Reino.


Aku akan tegas terhadap perasaanku sendiri sekarang.



" Makanlah nanti makanannya dingin.."


kata Reino sambil menatapku dalam.



" Ahh.. perasaan seperti apa ini...


Aku hanya bisa diam. Aku masih tak berani balas memandanginya.



" Apakah perlu ku bantu..


katamu lagi.



Aku pun diam.



Kemudian dia mengambil mangkuk bubur itu dan hendak menyuapiku.



Aku dengan segera berkata,


" Tidak perlu.


aku bisa sendiri.



"Baiklah.


katamu sambil meletakkan mangkuk itu kembali dan meninggalkanku sendiri dan pergi.



"Arrggghh.. Semudah itukan kau pergi Reino.


gumanku lagi pelan.



Biarlah kau pergi.


Jangan kembali karena itu akan membuatku terus berharap padamu.


Dan pada akhirnya kau akan pergi lagi kan seperti dulu.



Perasaan seperti apa yang Tuhan berikan kepadaku.



Disatu sisi aku sangat merindukannya.


Disisi lainnya aku sangat kecewa padanya karena sudah setahun lebih tak ada kabarnya.



" Jangan sedih.


"Aku hanya perlu mandi dan mengganti pakaianku. Aku akan kembali.


katamu sambil tersenyum berbalik padaku.




"Pergilah. Jangan kembali. Aku takkan menunggumu.


"Aku harus segera kembali ke hotel. Mereka semua pasti mengkhawatirkanku.


ujarku dengan ekspresi datar membalas perkataannya.



Dia pun tak jadi melanjutkan langkahnya dan berhenti.



Ia menghampiriku lagi dan lagi hingga kami sungguh dekat.



Ia tak lagi memikirkan selang infus di tanganku. Ia pun menatapku dengan tatapan tajam dan aku mulai ketakutan dengan ekspresinya itu.



"Apa yang mau kau lakukan pak Reino..


kataku pelan dan berusaha menghindari tatapannya.



" Apa yang mau ku lakukan.. Aku akan membungkan bibirmu yang pedas itu. Aku hanya pergi sebentar namun kau menyuruhku jangan kembali lagi. Apa maksdmu Cinta.?.'


katanya sambil mengangkat wajahku dan mendekatkan bibirnya.



Ia menciumku dengan lembut


Aku merasakan seluruh badanku bergetar.


Ini untuk pertama kalinya.



Reino menikmati setiap inci bibirku tetapi aku hanya diam mematung.



Aku tak bisa menikmati permainan bibirnya sehingga aku mendorong tubuhnya dengan tenagaku seadanya.



" Hentikan Pak Reino. Apa yang kau lakukan.


" Mengapa kelakuanmu begitu kurang ajar.


suaraku agak keras memarahinya



Dia pun terkejut karena kemarahanku.


Tapi Ia tidak merasa bersalah sedikitpun malahan melanjutkan ciumannya.



" Ahhh.. Pak Reino.. hentikan aku tidak ingin...kataku mulai menangis



" Ini hukuman bagimu yang berani mengabaikanku Cinta. Kau pasti menikmatinya juga.


bisiknya lagi.



" Pakk... ku mohon hentikan.. aku merasa sesak dan tidak bernafas..


ujarku memohon.



Reino tak menggubris perkataanku.


Dia tetap melanjutkan permainan bibirnya dan akhirnya ia mulai menjajaki ke arah leherku.



"Ahhh...ahhh.. Pak Reinooo..


desahku tak bisa menahan.



" Jangan panggil Pak. Sebut namaku Cinta..


Reino berkata lagi.



Sungguh apa yang kupikirkan.


Akalku menolak semua perlakuannya tapi tubuhku lambat laun menginginkannya.



" Ahhh.. ahhh. Reino.. Ku mohon..


" Aku merasa tubuhku panas. Ini pertama kalinya untukku.


lirihku lagi.



Dia pun menghentikannya dan berkata lagi,


" Ini juga pertama bagiku Cinta. Kau tahu betapa rindunya aku melihatmu. Tapi kau berubah. Kau mengabaikanku."



Aku yang menangis membalas perkataan Reino.



" Kenapa kau sungguh kurang ajar. Aku membencimu. Kenapa kau kembali.."


isakku karena tak mampu menahan semua beban perasaan selama ini.



" Maafkan aku.."


ucap Reino merasa bersalah sambil mendekat dan memelukku erat.



Aku yang menyimpan semua perasaan ini sendiri dalam hati menumpahkan sejadi jadinya sambil menangis dalam pelukannya.