Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Kamu mati aku nikah lagi



SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1443 H / 2022M🎉🎉🙏


Mohon maaf lahir dan batin🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Happy Reading gaess....


Ceklekkk....


Aaron terhenti ketika pintu itu di tutupnya kembali, Netranya tak mendapati Maya di atas ranjang namun ia mendengar gemercik air di dalam kamar mandi.


***Tokkkk... tokkk... tokk.


"Sayang di dalam kah.?" Tanya Aaron ketika nampan yang ia bawa di taruhnya di meja.


"I- ya by ." Ucap Maya tergagap.


"Cepetan Hummy, makanannya keburu dingin." Timpal Aaron lagi.


"I-ya bentar." Sahut Maya di dalam kamar mandi.


Aaron berjalan ke arah ranjang yang nampak seperti kapal pecah atas permainannya tadi bersama istri tercintanya. Berniat membersihkan sisa- sisa percintaan tadi , Ketika ia menyingkap selimut ia kembali tercengang melihat sprei putih itu terdapat noda darah. Yang tadinya tercengang kini malah mengembangkan senyumannya. Ia ingat bahwa ..Ahhh inginn lagi kan bikin si ono langsung turn on pikir Aaron.


"Rasanya bikin menggila." Batin Aaron melipat seprei bernoda darah itu dan membungkusnya.


Ceklekkk...


Maya keluar dari kamar mandi tercengang mendapati Aaron mengusap dan sesekali mengendus sprei yang menurutnya sangat menjijikkan itu.


"By kamu apa- apaan sih." Tanya Maya merampas sprei yang telah terbungkus rapi itu.


"Apa sih, Orang cuma di bungkus." Ucap Aaron santai.


"Iya buat apa, harusnya kan dicuci ngapain di bungkus pakai di endus- endus lagi. Jijik tau." Ucap Maya memalingkan wajahnya, wajahnya bersemu merah ketika mengingat percintaannya tadi.


"No aku gak izinin, Biarlah begini saja. Ini itu sesuatu yang berharga yang aku ambil dari kamu, Dan sesuatu yang berharga milik kamu itu tak membuatku jijik sama sekali." Papar Aaron mengambil alih speri yang berada di tangan Maya, Ia melangkahkan kakinya ke arah lemari, menaruhnya dengan hati- hati seperti kaca yang takut akan retak.


"Kamu gila by." Ketus Maya melangkahkan kakinya ke arah sofa, mungkin dengan mengisi perutnya membuat rasa kesalnya menghilang.


Aaron menghampiri Maya yang tengah makan dengan lahapnya, Biarkan saja istrinya melakukan apa yng di sukainya asal jangan pergi dari sisinya lagi. Aaron sangat menikmati wajah ayu yang tengah makan dengan pipi mengembung itu, sungguh lucu menurutnya.


"Kamu gak makan by." Ucap Maya menolek sekilas ke arah Aaron yang masih seria menatapnya.


"Liatin kamu aja aku udah kenyang." Sahut Aaron dengan tampang genitnya.


"Kenyang, di pikir aku ini oksigen gitu tanpa kau makan tapi mampu membuatmu hidup." Timpal Maya.


"Tepat sekali, Tanpamu aku mati." Gombal Aaron dengan cengirannya.


"Tanpamu aku nikah lagi." Ucap Maya membuat Aaron membulatkan matanya, Dirinya mengampit kepala Maya dan mencubit gemas hidungnya.


"Bilang lagi."


"Apasih by kan bener." Timpal Maya tertawa lepas meskipun Aaron mengapit kepalanya .


"Enggak ada yang beneer, kamu ngawur ajah kalau ngomong. Mau nikah sama siapa coba." Kesal Aaron menggelitik tubuh istrinya setelah ia menaruh piring yang di pegangnya.


"sama mang deden depan komplek by ganteng , Kermmppttt." Aaron membekal bibir tanpa filter itu dengan bibirnya, Kesal teramat kesal jika istrinya sendiri memuji pria lain di depannya.


"Bilang lagi" ucap Aaron setelah ciuman itu terlepas.


"Ihhh suami aku mah yang paling tampan." Ucap Maya membelai wajah Aaron yang tumbuh bulu halus itu.


"Tapppiii...."


"Tapi apaan.?"


"Tapiiiii Boong." Ucap Maya berlari ke arah pintu namun dengan sigap Aaron menggendongnya ala karung beras dan melemparkannya ke ranjang. Istrinya inj sungguh membuatnya kesal hingga ke ubun- ubun.


"By ampunnnn." Teriak Maya ketika Aaron menindihnya dan menggelitikinya.


"Gak ada ampun buat istri durhaka." Ucap Aaron terus melancarkan aksinya.


"Pliissss by..." Ucap Maya dengan air mata yang menetes , ia kegelian dan tertawa hingga membuat air matanya mengalir sendirinya.


"Jawab jujur dulu baru aku lepas."


"Suammiku aw ganteng sumpah gak boong lagi." Papar Maya menahan geli.


Aaron menghentikan aktivitasnya, menelentangkan tubuhnya di samping istrinya. Kini hari- harinya sangat indah ketika wanita yang di cintainya menjadi miliknya seutuhnya.


Masih dengan nafas terengah- engah Maya memiringkan tubuhnya ke arah Aaron, pria yang membuatnya nyaman dengan gampangnya. Aaron juga bisa membuat masalah yang tempo lalu ia pikirkan kini lenyap bersamaan dengan kebahagiaan yang datang.


"By." Panggil Maya membuat Aaron yang melihat atas menumpukan kepalanya dengan lengannya menoleh ke arahnya.


Pandangan mereka bertemu kemudian senyuman terbit di bibir mereka, Bahagai sudah pasti.


"kenapa.?" Tanya Aaron mengikuti Maya dengan memiringkan tubuhnya.


"Bahagia gak by?" Tanyanya lagi.


"Harusnya aku yang tanya kamu bahagia sama aku Hummy." Tanya Aaron membelai pipi mulus istrinya.


"Aku bahagia banget malah, Kayak perna ngerasain yang kayak gini sebelumnya." Ucap Maya tersenyum tulus.


"Benar sekali sayang kita pernah melakukannya dulu. Mm Hummy satu ronde lagi yukk, Tuh pitonmu udah bangun lagi." Ucap Aaron menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sontak membuat Maya menggepak bahunya.


"Ihh dasar, orang lagi terharu juga malah ngajak kayak gituan." Sahut Maya kesal dirinya menelentangkan tubuhnya mengahadap plafon rumahnya.


"Satu kali aja pliiss." Ucap Aaron dengan menindih tubuh Maya yang sudah membuatnya candu sedari tadi.


"Kamu kayak kanibal by main nyommppt." Jurus paling ampuh agar istrinya menuruti sahwatnya yang menggebu. Memegang titik sensitifnya membuat sang istri juga ikut berhasrat seperti dirinya.


"Mau ya.?" Tanya Aaron dengan memelas membuat Maya yang sudah merangsang dengan cepat menganggukkan kepalanya.


Tanpa ba bi bu lagi tangan Aaron dengan gerakan gesit melucuti tubuh sang istri dan memulai adegan demi adegan yang membuatnya hilang kendali.


Desahanpun kembali saling bersaut- sautan di dalam kamar kemantin baru tersebut dengan gelora yang semakin panas.


"Akhhhh.." Pekikan Maya setelah si piton berhasil tenggelam sempurna dalam tubuhnya. Meskipun sudah ke dua kalinya melakukannya namun rasa perih itu masih setia menjalar ke seleuruh sarafnya.


Namun lama- kelamaan rasa perih itu bercampur rasa nikmat yang tak bisa di bayangkan, Rasanya tiada tara menurutnya.


"Panggil namaku sayang." Ucap Aaron mempercepat hentakan yang membuat tubuh Maya semakin menggelinjang di buatnya***.


Maya tak menggubris ucapan Aaron, memejamkan mata serta mendalami nikmat surga dunia yang telah membuatnya berdaya.


Hingga berjam- jam lamanya, pergulatan panas itu berlangsung. Baik Aaron maupun Maya sudah beberapa kali mencapai ******* namun tak membuatnya berhenti, Mencoba banyak gaya dan sensasi baru. Walau di bilang sama- sama pemula namun pada akhirnya mereka berdua mahir dengan sendirinya.


"Akhh......" Pelepasan ke sekian kalinya mereka berdua, Menghangatkan sesuatu yang takkan tergantikan dengan apapun. Aaron terlentang di samping istrinya, Mengatur nafas yang terengah- engah akibat aktivitasnya.


"Semoga kau lekas hadir sayang." Ucap Aaron mengelus perut rata sang istri yang sudah memejamkan mata.