Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 68



Disini mereka sekarang didepan gerbang kediaman Luxio, Aaron yang tak sabar berteriak diluar gerbang itu dengan lantang sembari mengguncang gerbang itu.


Membuat penjaga dikediaman Luxio berhamburan keluar, Mereka terkejut mendengar suara teriakan dan gerbang bedecit.


"Ar lu yang sabar biar gua yang tanya. Takutnya mereka gak mau bilang keberadaan Rangga. Lu tahan emosi dulu." Ujar Noah memegang bahu Aaron, membuat Aaron menghembuskan nafas kasar.


"Ada apa ini.?" Tanya salah satu pengawal yang menghampirinya.


"Maaf pak teman kami mabuk. Maaf pak saya sahabatnya Rangga, Apa Rangga ada didalam." Tanya Noah memancing pangawal agar mau membuka mulutnya tentang keberadaan Rangga.


"Oh Tuan muda lagi keluar negeri , Katanya sih mau ngobati kekasihnya yang kecelakaan." Terang pengawal.


"Luar negeri mana ya pak. Kami sangat merindukan Rangga, kami datang dari jauh untuk nemuin dia pak.?" Tanya Noah lagi.


" Maaf itu privasi tuan kami." Sanggah pengawal itu membuat Aaron kembali emosi.


"Jawab Brengsek ,dimana bajingan itu bawa calon istri gua." Bentak Aaron meraih kerah baju pengawal dibalik gerbang.


Ben , Revan yang melihat Aaron tak terkendali berusaha mencekal lengannya dan membawanya masuk kedalam mobilnya.


"Maaf pak saya permisi, Nanti kalau Rangga sudah datang saya kesini lagi." Pamit Noah melihat para pengawal wajahnya sudah tak bersahabat.


Mereka berempat menaiki kuda besi meluncur keramaian ibukota.


"Bajingan. gua bunuh lu Rangga. Ben urus semuanya kita keluar negeri sekarang" Umpat Aaron.


"Iya gua gila , Gua bakal cari Maya ke semua negeri yang ada didunia ini , Lu gak ngerasain apa yang gua rasain Noah. Gua kehilangan wanita yang gua cinta." Bentak Aaron.


"lu fikir, Lu doang yang cinta sama Maya, Gua juga masih cinta sama Maya Ar tapi gua berusaha melupakan dia demi lu demi calon anak gua. Lu gak mikir hah.? "Terang Noah .


"Mau lu apa sekarang hah.?" Bentak Aaron lagi dirinya tak terima jika pria lain mengucapkan mencintai wanitanya.


"Lu tenang dulu Ar kita cari solusinya sama- sama." Timpal Revan.


"Gimana gua tenang sedangkan Maya disana membutuhkan gua ,Dia pasti butuh gua ketika dia sadar nanti" Racau Aaron meneteskan air mata.


"Tenang dulu Ar. Kita kerahkan orang- orang kita mencari Maya , Karena menurut gua pasti para pengawalnya udah menghubungi Rangga ,dan Rangga menyuruh pengawalnya memantau gerak- gerik kita terutama lu Ar. Jika tak ada pergerakan dari kita otomatis kan Rangga disana santai. Dan jika kita gegabah kesana, Gua yakin Rangga bakal mindahin Maya ke negeri lain dan itu malah membuat kita nambah bingung. Lu ngerti maksut gua Ar?" Terang Ben mencari solusi.


Aaron, Revan, Dan Noah mengangguk bersamaan membenarkan apa yang di katakan Ben.


Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap stay di ibukota hanya saja mereka mengarahkan seluruh pengawalnya mencari keberadaan Maya di luar negeri maupun didalam negeri


Mereka berempat hanya menunggu kabar di ibukota meskipun menurut Aaron itu membuatnya kefikiran akan keadaan wanitanya namun bagaimana lagi. Demi keselamatan Maya, Aaron menahan rasa gegabahnya agar tak mengakibatkan kefatala lagi.


Mereka juga menyampaikan berita bahwa Maya baik- baik saja pada bundanya karena melihat kondisi bundanya yang drop ketika kehilangan Maya. Membut Aaron harus membohongi bunda bahwa Maya sudah ditemukan dan sekarang dirawat diluar negri agar lebih cepat pemulihannya.


Aaron tak tega melihat bundanya seperti itu, Arkan juga mengutus anak buahnya melakukan pencarian di dalam negeri maunpun diluar negeri bersamaan dengan pengawal yang lain.


Arkan melakukan itu semata- mata karna Maya sudah dianggap putri olehnya dan supaya wanita tercintanya lekas membaik ketika mendengar Maya telah ditemukan.