
...----------------...
Setelah kejadian itu baik Aaron ataupun Maya. Sama- sama menjaga jarak, walau begitu mereka tetap profesional dalam bekerja. Dimana setiap ada rapat ataupun meeting mereka seperti tak ada masalah dan saling tukar pendapat. Namun saat diluar kantor mereka seperti orang asing yang saling tak bertegur sapa.
Noah akhir-akhir ini juga sering mengantar jemput Maya. Hal itu tak luput dari pandangan seorang Aaron. Pria itu mengeram frustasi, Bagaimana tidak jika setiap hari harus melihat keromantisan wanita yang di cintainya bersama pria lain.
T****ekkkk...tekkk.. tekkkkk.
(anggap suara highhells ya)
Seorang wanita berpakaian seksi mendatangi meja Maya.Ya, karna ruangan Maya berada di depan pintu CEO. Sebagai seorang sekertaris dirinya selalu standby mengatur scedule sang atasan.
''Permisi mbak. Apa CEOnya ada didalam.'' Tanya wanita itu yang diketahui bernama Celina. Wanita cantik dengan lesung pipit di pipi kirinya membuat Maya penasaran.
''Ow pak Aaron ada di dalam nona. Apa udah ada janji.???'' Tanya Maya lembut karena memang itu ciri khasnya.
''Sudah kok mbak. Orangnya sendiri yang ngundang saya kesini.''Ucap Celina ramah.
"Ada hubungan apa dia dengan Aa sampai Aa nyuruh dia kesini. Maya ingat Noah jangan kepo dengan urusan Aa." Batin Maya menggelengkan kepalanya.
"Mbak kenapa?" Tanya Celine ketika mendapati Maya melamun lalu menggelengkan kepala.
'' Oh maaf nona. Mari saya antar .'' Ajak Maya. Ia keluar dari ruangannya menuju ruangan CEO.
Toookkkk....toooookkkkk...
''Masukkk.'' Suara terdengar dari dalam.
Cekllekkkkk.
''Permisi pak. Ini ad...'' Ucap Maya terpotong dengan pekikan Celinna
''Honeeeyyyyy... I miss you'' Pekikan Celina menggelegar di ruangan Aaron. Aaron bangkit dari kursi kebesarannya lalu merentangkan kedua tangannya ,Celline segera menghambur ke pelukan Aaron.
''Ohhh yes Baby I miss you too'' Sesekali mengecup pelipis gadis itu. Namun matanya sekilas melirik gadis yang masih berdiri mematung didepan pintu, menyaksikan ia dan gadis yang berada dipelukannya.
''Ya Allahh apa lagi ini kenapa hatiku sesakit ini.'' Batin Maya. Ia tak mampu melihat kemesraan dua sejoli itu.
''Kamu cemburu amy. Matamu gak bisa bohong.'' Batin Aaron mengembangkan senyumnya. Dan itu tak luput dari pandangan Maya. Ia mengira betapa bahagianya Aaron bertemu gadis itu.
''Maya, Ben keluarlah aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan gadisku.'' Ucap Aaron memerintah.
''Ihhhhh so sweet. .. Mau langsung berapa ronde honey .'' Ucap Celine vulgar membuat Aaron mendelikkan matanya ke arah Celine tanpa sepengetahuan Maya dan Ben.
Sedangkan Ben dan Maya mendengar ocehan vulgar dari mulut gadis atasannya, membulatkan mata dan segera pamit undur diri.
''Kekasihnya mungkin , kamu dengar sendiri kan panggilan kesayangannya sungguh manis'' Ucap Ben yang mulai memanas- manasi.
''Kurasa begitu.'' jawab Maya pelan Ia pergi meninggalkan Ben yang masih berdiri. Sungguh dirinya tak mampu berlama- lama disana, Ia meminta izin pada Ben untuk pulang lebih awal karena badannya kurang fit namun faktanya hatinya teramat sakit menyaksikan interaksi bosnya dan gadis yang dicap sebagai kekasih atasannya.
''Kena kau Amy . Makanya kalau masih cinta ya bilang cinta gak usah munafik kalau beginikan ceritanya Lu yang berabe . Iisss..... Kenapa gua manggil si Maya pakek amy segala . Bisa si gorok ni leher sama Aaron.''Batin Ben menggelengkan kepala bayangannya terlalu ngeri. Ia juga melenggang pergi dari tempatnya tadi.
-\_-------\_--------\_------\_------\_-
Didalam ruangan , Aaron maupun celine tertawa geli membayangkan raut muka Maya yang menahan cemburu akibat ulah mereka berdua.
Ya, Aaron memang sengaja menyuruh Celine sepupunya menjadi gadisnya. Dan hal itu sepertinya sukses membuat seorang Maya menahan rasa cemburunya.
''Kau lihat kan kak dia gak berani mendongakkan kepalanya ketika aku manggil kakak honey.'' Ucap celinne terkekeh geli. Sungguh dirinya sangat terhibur dengan pekerjaan yang baru saja ia lakoni.
''Kamu streees, Ngapain ngomong hal yang vulgar gitu. Kalau dia mikir yang macam- macam gimana. Ini lagi makek baju kurang bahan gini.'' Ujar Aaron menunjuk pakaian sang sepupu. Aaron risih melihat pakaian wanita yang super ketat seperti yang di kenakan Celine saat ini.
''Ihhh kakak . kalau mau akting itu jangan setengah -setengah dong biar berasa main film beneran . Ngomong- ngomong dia sangat cantik kak. Pantesan kakakku ini tergila- gila.'' Ucap celine memberikan cubitan di pipi Aaron, Membuat Aaron meringis dibuatnya.
''Iya dia cantik Bahkan sangat cantik.'' Jawab Aaron melamun menerawang masa- masa dimana ia bersama orang terkasih.
Flasback on.
Aaron dan Maya mendudukkan dirinya di warung nasi padang di pinggi jalan, Melahap dengan khidmat makanan yang telah di campurkan dengan rempah- rempah pilihan. Membuat Maya dan Aaron sangat menggilai masakan Mpok Eny sang pemilik warung sederhana itu.
"Aa nanti kalau kita udah gak barengan lagi kayak gini, Jangan sampai kita saling melupakan ya apalagi saling membenci." Ujar Maya sesekali mencocol ayamnya dengan sambal hijau.
"Enggak akan Amy, Aku gak akan ngelupain Amy apalagi membenci. Karna Aa gak bakalan bisa melakukan semua itu sama Amy karena Aa cinta Amy." Timpal Aaron dengan mulut penuh. Membuat Maya tersenyum dengan penuturan Aaron walau terkesan alay. Karena menurutnya Omongan Aaron bisa ia percaya, Aaron terus mengoceh hingga membuat Maya tertawa lepas karena makanan yang belum sempat tertelan itu menyembur sedikit demi sedikit bersamaan dengan ucapan Aaron.
Flasback on.
"Apakah semua itu hanya ucapan manis saja Amy." Batin Aaron.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada malam hari, di apertemen seorang gadis nampak mondar- mandir di depan pintu apertemen.Ia terus memikirkan pertemuannya dengan seorang gadis seksi nan cantik yang menurutnya kekasih atasannya. Cemburu sudah pasti apalagi hatinya masih untuk atasannya Aaron Addison. Ketenangan yang dirasakannya tak mampu menutupi kecemburuannya, Ia teramat cemburu ketika pria yang ia cintai terlihat sangat bahagia bersama kekasihnya.
“Ya Allah kenapa dengan diriku, kenapa sakit rasanya melihat Aa bersama wanita lain. Enggak, gak boleh terus- terusan mikirin dia. Maya kamu harus ingat ada hati yang harus kamu jaga jangan sampai kamu melukai hati Noah . Kamu udah janji sama Almarhum ayahnya kalau gak akan pernah nyakitin Noah.” Monolog Maya pada dirinya sendiri agar dirinya bisa tetap pada pendiriannya di awal.
Muak dan risih sudah menjadi makanan jika dirinya bersama dengan Noah. Namun harus bagaimana lagi, Ini sudah garis yang ditentukan olehNya. Maya mencoba menahan egonya agar tak goyah , Mungkin ini sudah menjadi pilihan yang terbaik untuknya nanti dan selamanya. Jika Tuhan sudah berkehendak, manusia bisa apa?