Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Berdamai



"Napa lu diam aja, masih bingung atau gak ngerti Repan anaknya mak rupiah. Makanya kalau punya sahabat jangan di anggurin kan jadi kagak tau apa- apa.'' Ucap Ben dengan kesal karena menurutnya Revan terlalu loading pemikirannya.


''Gua mana tau Ben kan yang paling deket sama Aaron lu.'' ungkap Revan. Ya revan memang jarang bersama para sahabatnya karna ia lebih serius dengan kuliah jurusan kedokterannya.


''Lu itu kok bisa sih jadi dokter padahal lu itu lola loading lama banget bang Repan'". Canda Ben. Namun dibalas tonyoran oleh Revan , ia kesal karena sedari tadi Ben dengan seenak jidat mengatainya.


'' Sakit bego." Rintih Ben ketika tonyoran mendarat sempurna di dahi Ben. Namun hanya dibalas cengiran oleh Revan.


Aaron terus menggenggam tangan Maya sesekali mengecup pipinya, Dirinya enggan beranjak dari sisi wanitanya barang sedetikpun.


'' Amy cepet bangun jangan tidur terus aku kangen liat mata indahmu terbuka, Ayo sayang buka matamu katanya kamu rindu denganku.'' Ucap Aaron membelai rambut Maya dengan lembut. Menyalurkan betapa cintanya dirinya kepada sang wanita. Dia ingat, masih ada Noah yang masih berstatus kekasihnya, Ia menyuruh Ben menelvon sahabat yang merupakan kekasih wanita yang dicintainya.


''Ben telpon Noah dia berhak tau keadaan kekasihnya.'' Titah Aaron menahan api cemburu. Ben denga sigap langsung mengotak- atik telvon pintarnya hendak menghubungi Noah sesuai permintaan sahabat sekaligus atasannya.


Revan yang sedari melihat interaksi Aaron hanya menggelengkan kepala . Ia baru menyadari kalau sang sahabat mencintai kekasih sahabatnya sendiri, sungguh hubungan yang rumit. Revan berpamitan kepada sang sahabat karna ada pasien yang sedang menunggunya sedari tadi, Mungkin kalau tak ada pasien dirinya enggan meninggalkan sahabatnya yang aca kadut dalam hubungan asmaranya.


Aaron beranjak dari duduknya , ia hendak pergi dari ruangan tersebut. Karena Ben baru memberi taunya kalau Noah sudah ada di perjalanan menuju rumah sakit.


'' Ben kita kembali ke kan.....'' Ucapan Aaron terhenti ketika Aaron mendengar suara lembut gadis yang di cintainya.


''Hauuuusss'' Ucap Maya dengan mata terpejam namun tangannya memijit pelipisnya.


''Amy kamu udah sadar sayang . Alhamdulilah ya Allah Engkau menjawab doaku.'' Ujar Aaron kesenangan. Ia juga mencium pelipis Maya berkali- kali saking senangnya Aaron lupa kalau apa yang dilakukannya akan membuat Maya tak nyaman dan risih. Hal itu membuat Maya membuka matanya , hal pertama yang ia liat Aaron tersenyum padanya dengan jarak yang sangat dekat.


''A' eh pak apa yang ter..jaadi'' Tanya Maya tergagap jantungnya berdetak tak karuan ketika mata keduanya saling bersitubruk.


''Jangan manggil Pak amy aku suka kamu manggil aku Aa kayak dulu. Apa kamu gak inget tadi kita terjebak di lift.'' Tanya Aaron , mungkin akibat syok Maya lupa dengan kejadian empat jam yang lalu.


''Semoga jalan yang ku ambil benar dan tak menyakiti siapapun. Sungguh bukan maksutku mempermainkan perasaan siapapun tapi aku ingin berdamai dengan keadaan dan perasaanku. Beri jalan terbaikmu Tuhan , BISMILLAHIROHMANIROHIM'' Batin Maya memejamkan mata sejenak.


'' Kenapa aku gak inget A''.Tanya Maya mendudukkan dirinya, Bukannya menjawab Maya malah bertanya. Aaron tersenyum lega sebab Maya memanggilnya dengan panggilan kesayangan sewaktu mereka masih menjalin hubungan. Maya mencoba berdamai dengan perasaannya karna sejauh apapun ia melangkah namun ia tetap akan kembali pada takdirnya.


Toh ,Noah juga bersahabat dengan Aaron pasti Noah akan mengerti.


''Sayang ... Apa yang terjadi.'' Noah membuka pintu dengan keras . Ia menghampiri Maya yang sudah duduk di pinggir brangkar. Noah mengabaikan para sahabatnya yang masih berada disana Aaron dan Ben , Baginya yang terpenting mengetahui kondisi kekasihnya.


Menciumi setiap inci wajah sang kekasih, yang terakhir niat hati ingin mencium bibirnya namun Maya segera memalingkan wajahnya. Dan hal itu tak luput dari pandangan Aaron, Ia melihat sembarang arah agar tak melihat interaksi mesra wanita yang dicintainya dengan sahabatnya.


'' Aku gak inget Noah. Tanya aja ke Aa karna aku sama Aa waktu kejadian disana'' Ucap Maya. Mendengar nama Aa disebut kekasihnya membuat Noah mematung, Apakah ini akhir dari segalanya pikirnya.


''Yankk.. Kamu tau kalau Aa..ronn itu Aa sejak kapan?''' Tanya Noah gugup. Ia takut ,Takut Maya berpaling darinya karena kehadiran Aaron pria masa lalunya.


''Sejak Aa ngantor.'' Ucap Maya dengan yakin. Ia masih tak peka jika Noah tengah menahan emosi ketika dirinya menyebut nama Aa.


''Ar lu jangan macam- macam gua bunuh lu Ar.'' Ucap Noah terbawa emosi dan cemburu. Ia menghampiri Aaron dan mencengkram kerah kemejanya.


''Noah tenang.. ''Lerai Ben.


"Apa- apaan kamu Noah." Pekik Maya melihat Noah akan menghajar Aaron ,Maya berusaha berdiri namun ia masih lemah alhasil Maya terjatuh.


Aaron yang melihat kejadian itu mendorong tubuh Noah yang menghalangi jalannya. Ia geram dengan Noah walaupun wanita yang di cintainya terjatuh, Dirinya malah sibuk meluapkan emosinya.


Visual Tiara.



''