Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Efek



Siang menjelang ketika matahari sudah berada di atas peraduan seseoarang wanita tengah menyiram tanamannya tanpa menghiraukan suaminya yang sekedar mencarinya atau tidak.


Sudah dua hari dua pekan menurutnya daya tahan tubuhnya tidak stabil apalagi hari ini tubuhnya merasakan seperti tak bertenaga namun dirinya berusaha terlihat bugar .Karena menurutnya jika tubuhnya di biarkan tergeletak di atas kasur akan bertambah semakin tak nyaman dan hasilnya kini Maya memaksa tubuhnya untuk beraktivitas.


Keringat sudah mulai bercucuran di pelipisnya sebab dirinya sengaja berpanas- panasan di bawah teriknya matahari. Memang ciri khas Maya ketika tubuhnya merasakan kurang fit dirinya akan berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari hingga jam 08.00.


Bisa dirasakan oleh tubuhnya jika keringat sudah keluar dari dalam tubuhnya. Tubuh segar dan bugar kembali pada dirinya, Namun sekarang ini sepertinya usahanya nihil yang ada badannya semakin lemas saja tak seperti biasanya.


"Kenapa ya kok rasanya aneh." Batin Maya mencari tempat berteduh.


Setelah tadi meminum susu dari suaminya, Maya tak bisa memejamkan mata seperti Aaron yang pulas dengan sendirinya hanya dengan memeluk dirinya.


Hingga berinisiatif mengeluarkan keringat yang membuat tubuhnya agak kurang fit, Namun tak ada perubahannya.


"Hoammmmm..." Maya menguap berkali- kali, Entah mengapa dirinya sangat sering mengantuk dimanapun dirinya berada.


Pernah juga Aaron membawanya ke restoran hingga tiba- tiba rasa kantuknya datang mendera tanpa bisa di tahannya. Dirinya pulas walau keadaan duduk tak membuat tidurnya terusik dengan bisingnya restoran apalagi posisinya yang sangat tak nyaman.


Hingga harus membuat Aaron menggendongnya dan kembali ke kediamannya tanpa memakan hidangan yang sudah tersaji oleh waiters.


Disinilah sekarang Maya duduk di kursi taman dengan kepala menengadah ke atas namun matanya dengan gampangnya terpejam.


Diiringi angin sepoi- sepoi yang membuat tidur pulasnya semakin pulas hingga tak mendengar kegaduhan yang ada di dalam rumahnya. Ya, Aaron yang sudah membuat kegaduhan seisi rumah ketika sang istri sudah tak ada di sebelahnya, Dirinya takut juka sang istri di culik oleh pria yang membuatnya begitu was- was.


Aaron terperanjat bangun dari tidurnya kala tangannya meraba sebelahnya tak mandapatkan tubuh istrinya. Aaron segera berlari keluar tanpa melihat penampilannya yang hanya menggunakan boxer pendek kesukaanya jika tidur.


"Loli, Mila." Teriak Aaron yang melihat kedua pelayannya beraktivitasnya. Ia mengahmpiri kedua pelayan itu yang nampak menunduk karena merasa malu dengan keadaan tuannya.


"Dimana istriku." Tanya Aaron dengan nada tinggi.


"Anu T-uan." Jawab mereka serempak dengan suara yang tercekat.


"Jawab." Bentak Aaron lagi yang sudah tak sabaran.


"Di taman T-uan." Ucap Mila dengan menunjuk taman belakang tentu saja dengan jari bergetar saking takutnya.


Tanpa sepatah katapun Aaron melenggang pergi dari hadapan kedua pelayannya hingga membuat mereka mengusap dada lega secara bersamaan.


"Lu lihat tadi mil, Beuuhh tubuh tuan Aaron uhhh pengen deh gua pegangg ahhhh nyaman kali ya." Ucapan Absurd Loli dengan tampang seperti tengah membayangkan sesuatu mendapatkan tonyoran dari Mila sang Cs.


"Apaan sih mil." Ujar Loli mengelus dahi yang menjadi korban tonyoran tangan kekar Mila. Eits jangan salah walau Mila seorang perempuan namun kemampuan bela dirinya sangat luar biasa hingga membuat tangannya yang dulunya halus kini seperti tangan laki- laki dengan urat yang sangat menonjol.


"Jangan bayangin suami orang, Dosa tau." Saran Mila melanjutkan aktovitasnya.


"Iya, Tapi apa gak kesiksa banget ya Nona Maya yang polos itu mendapat suami kayak Tuan. Pasti kalau minta jatah mainnya kasar, Aduuhh aku kok jadi mikirin nona mendesah hebat ya di bawah kukungan tuan." .Seloroh Loli membayangkan sesuatu lagi dengan begidik ngeri.


"Hentikan celotehanmu Loli." Ucap Mila berkacak pinggang menahan kesal dengan ucapan Loli, Bisa- bisa nanti dirinya kena amuk juga sama Tuannya jika ketahuan mengghibah majikannnya sendiri.


"Mil, Lu tau kan gimana panasnya bercinta sedangkan lu udah nikah . Ceritain dong mil." Ucap Loli tak menggubris ucapan Mila, Seakan Loli membayangkan majikannya bercinta hingga membuatnya penasaran dengan bagaimanakah rasanya.


"Jangan gila Loli, Berhenti bertanya tentang hal vulgar seperti itu. Aku gak mau kena imbasnya jika Tuan mendengar terus kamu tak mau berhenti berbicara." Ucap Mila kesal, Bagaimana mungkin dirinya bercerita tentang pengalaman bercintanya dengan suaminya pada si somplak Loli bisa- bisa malu setengah mati dirinya menjadi olok- olokan Loli.


Loli menanggapinya dengan mencebikkan bibirnya, Usahanya yang ingin tau rasanya musnah sudah ketika Mila menahan kesal pada dirinya. Loli tak memaksa untuk kali ini tapi tidak untuk hari esok, dirinya akan bertanya lagi pada Mila.


Ditaman belakang sosok Aaron berdiri memandangi tubuh Maya yang sangat tak nyaman dengan posisi tidurnya namun mengapa sng istri sangat tak terusik dengan kenyamanannya itu.


Hingga Aaron menundukkan dirinya di sebelah sang istri, Tangannya terulur menghalau rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


Wajah agak sedikit pucat itu masih saja ayu dalam pandangan Aaron, Menghembuskan nafas kasar berkali- kali sembari mengacak- acak rambut gondrongnya yang kusut karena dirinya bangun tidur langsung mencari istrinya.


***Flasback on.


Aaron menghentikan mobilnya di depan rumah sakit terbesar di ibukota selain milik Revan tentunya karena Aaron enggan melibatkan sang sahabat dalam rencana gilanya ini.


Berjalan dengan gaya Arogantnya tak peduli tatapan orang- orang yang melihatnya, Ada yang terpesona dan adapula yang mencibir sikap Arogannya.


Hingga tepat di depan ruangan poli kandungan, Aaron yang sudah membuat janji pada sang dokter spesialis tersebut tanpa sungkan masuk ke dalam ruangan bernuansa putih itu. Dengan sambutan yang ramah, wanita paruh baya itu mempersilahkan dirinya duduk.


"Jadi apa yang bisa saya bantu Tuan?." Tanya sang dokter dengan tage bertuliskan Mrs. Melly sudiro.


"Saya mau bertanya tentang obat penunda kehamilan dok, Apa dokter punya rekomendasi obat seperti itu tanpa efek samping dan yang paling aman. Berapapun akan saya bayar jika dokter menyediakan obat seperti itu." Ucap Aaron tanpa ragu sembari bersedekap dadanya, menunjukkan betapa arogannya sosok Aaron.


"Maaf Tuan obat semacam itu pasti ada efek sampingnya dan jarang pula yang tak mengandung efek samping, Kalau yang di maksut Tuan yang paling bagus dan mahal ituppun juga ada efek sampingnya. Gak ada obat tanpa efek samping tuan." papar Mrs.Melly dengan senyuman ramah walau hanya di tanggapi datar oleh pasien di depannya ini.


"Apa efek sampingnya.?" Tanya Aaron penasaran.


"Cuma mudah mengantuk saja dan itupun yang paling bagus tuan." Ujar Mrs. Melly.


"Selain itu." Tanyanya lagi.


"Tergantung hormon si pengguna tuan, Tetapi kebanyakan obat penunda kehamilan tersebut hanya mudah ngantuk saja. Banyak juga pasien saya yang menggunakannya dan semua keluhannya sama." Timpal Mrs. Melly.


"Tulis resepnya ." Titah Aaron final, Jika hanya mudah mengantuk saja tak jadi masalah untuknya dan tak mengganggu kesehatan sang istri.


Mrs.Melly gegas menulis resep yang di minta sang pasiennya walau dengan suasana mencekam di ruangannya tak membuat sosok Melly ketakutan dengan sikap yang di tunjukkan Aaron.


Setelah usai menulisnya, Melly memberikan tulisan resepnya pada Aaron dengan setia senyuman ramahnya.


"Jika wanita yang mengonsumsi obat ini tengah hamil, Apa ada efek samping pada janinnya." Tanya Aaron nampak ragu karna dirinya masih belum yakin dengan apa yang di fikirkannya.


"Jika wanita meminum obat itu dalam keadaan hamil, Akan mengakibatkan si wanita sering capek dan kurang stabil daya tahan tubuhnya. Tapi bagusnya obat itu jika di minum wanita hamil bisa mengurangi rasa mualnya. Tak masalah tuan jika wanita hamil meminum obat itu." Terang Mrs. Melly hingga membuat hati Aaron lega.


Antara yakin dan tak yakin jika istrinya tengah hamil, karena Maya tak pernah menunjukkan tanda- tanda hamil seperti mual orang kebanyakan.


Dan jika sang istri memang hamil, Entahlah Aaron masih bingung dengan keadaannya.


flasback off***...