Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 65



Keeseokan harinya Maya bersiap, Dirinya menggunakan dress levis di bawah lutut. Rambutnya dikuncir kuda membuatnya semakin imut nan cantik.



Aaron yang sudah siap menunggu wanitanya diruang keluarga sibuk dengan handpone genggamnya .Hingga wanita yang ditunggu- tunggu ada dihadapannya, Dirinya tak menyadari kedatangan wanitanya ia terlalu sibuk membalas chat dari Ben tangan kanannya yang ia percaya mengurus kantor.


"Ehemm...." Maya berdehem mengalihkan pandngan Aaron dari layar pipihnya.


Aaron mendongak menatap Maya yang sudah siap didepannya, Bersedekap dada. Dirinya hanya menanggapi cengiran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sayang." Aaron berdiri menggenggam tangan Maya Tak lupa ia mengecup pelipis Maya .


"Ayo." Ajak Aaron, Ia membawa Maya masuk kedalam mobilnya.


Dirinya membukakan pintu untuk wanitanya dan mempersilahkan masuk, Membuat seorang Maya sangat dihargai oleh Aaron, dirinya tersenyum simpul.


Aaron memutari mobil, Ia juga masuk dikursi kemudi. Menjalankan mobilnya membelah kemacetan jalan ibukota.


Menggenggam tangan wanitanya tanpa mau melepaskannya seperti tak mau kehilangannya.


Setelah sekian menit menempuh perjalanan ibukota Aaron memparkirkan mobilnya didepan pelataran Elisa Butick.


Membukakan pintu mobil lagi untuk sang wanita, Mereka beriringan memasuki Butik dengan bergandengan tangan. Membuat siapa saja iri yang melihat keromantisan mereka, Bukan hanya menggandeng tangannya, Aaron juga mengecup pelipis Maya ditengah umum.


Membuat seorang Maya mati kuti didepan umum sebab Elisa Butick sangatlah ramai pengunjung.


"Hallo Aaron dan..?" Sambut Elisa ketika melihat Aaron anak dari temannya mendatangi butiknya.


"Saya Maya tan." Sahut Maya ketika Elisa menggantungkan ucapannya.


"Pintar sekali Aaron dapat wanita secantik ini." Elisa mencolek dagu Maya.


"Ya gak lah Tan. Gak ada dukun- dukunan dikamusku Tan." Tutur Aaron.


"Kok bisa? secara kan kamu..." Elisa melihat penampilan Aaron dari atas sampai bawah.


"Tan jangan mulai deh. Aku tuh tampan dari orok, Dianya aja langsung klepek- klepek sama aku." Tunjuk Aaron ke arah Maya. Dirinya juga sudah biasa dengan omongan Elisa yang penuh candaan.


"Mustahil" Elisa menggeleng- gelengkan kepalanya.


"Udahlah Tan kelamaan kalau aku tanggepin tante bisa- bisa gak jadi nikah aku." Tutur Aaron kesal.


Spontan Elisa mencubit pinggang putra dari temannya, Ucapannya sungguh membuatnya terkejut.


"Aw tan sakittt." Aaron mengaduh kesakitan.


"Makanya kalau ngomong hati- hati jangan main njeplak aja." Sergah Elisa. Dirinya meninggalkan Aaron dan Maya namun meskipun tak disuruh, mereka membuntuti Elisa.


Elisa berjalan didepan menunjukkan karyanya yang menurutnya bagus dikenakan seorang Maya afriaresa.


Seorang pelayan membawa gaun yang telah dipilih Elisa ke ruang ganti dan menyuruh Maya mencoba memakai gaunnya.


Gaun pertama menurut Aaron terlalu menampakkan bahunya dan belahan gunung kembar yang nantinya milik Aaron. Dan Aaron tak menyetujuinya karna menurutnya miliknya tak bisa dilihat oleh orang lain.


Gaun kedua, Aaron menggeleng lagi menurutnya gaun itu memperjelas lekukakn tubuh yang menonjol pada diri wanitanya. Aaron tak mau ada pria lain yang bernafsu dengan wanitanya.


Gaun keriga, Aaron berdiri memutari gaun yang dikenakan wanitanya terlihat sederhana namun elegan. Semua aset terpentingnya tak nampak.


"Nah ini aku baru suka tan. Yang ini ajah aku ambil tan." Ucap Aaron.


"Belum apa- apa udah posesive banget dia cantik." Timpal Elisa. Maya hanya menanggapi dengan senyuman dirinya senang jika Aaron tak mengumbar aibnya di depan banyak orang.