Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 53



Talia masih sibuk mengatur pernikahan Aaron dan Maya, Dirinya ingin pesta yang sempurna untuk putra dan putrinya hingga dirinya turun tangan sendiri mengurus semuanya dibantu WO. Setelah olahraga Maya bergegas ke kamarnya namun sapaan bunda menghentikan langkahnya.


''Sayang Aaron udah ngajak kamu beli cincin atau ngajak ke butik tante Elisa .?'' Tanya Talia.


''Belum sih bun.'' Sahut Maya.


''Dasar anak itu maunya apasih???'' Timpal Talia memijit pelipisnya.


''Kan masih lama bun.??'' Jawab Maya dengan santainya. Membuat Talia menghentikan pijatan dipelipisnya.


''Lah ini pasti ketularan si Aaron. Dengar ya nak pernikahan kalian satu bulan lagi jangan dianggap remeh dong.'' Pungkas Talia.


''Kalau gitu nanti aku telvon Aa bun biar dia langsung ke mall . ketemuan disana aja, gimana bun?'' Pendapat Maya.


''Iya terserah kamu. Kamu sama mbak Ira ya, Bunda takut kamu kenapa- kenapa'' Timpal Talia.


''Iya deh bun. Yaudah bun aku ke atas dulu.'' Maya berjalanan menuju kamarnya, Membersihkan dirinya dan sebelum masuk kamar mandi hpnya berbunyi siapa lagi kalau bukan si perjaka mesum. Julukan itu membuat Maya cekikikan sebelum mengangkat telvon.


*Tuutt...


📱Me: ''Assalamualaikum perjaka mesum'' ucap Maya sembari cekikikan terlalu geli ketika mengucapkan julukannya.


📲Aa: ''Mesum- mesum gini kamu juga menikmatinya.'' Timpal Aaron tak mau kalaah.


📱Me: Mau apa si perjaka mesum nelvon calon istri orang hah.?


📲Aa: Calon istri orang lagi apa nih ? Boleh dong temenin perjaka mesum ini.?


📱Me: Udah ah A capek ngomong sama Aa gak ada habis- habisnya. Oh ya Aku mau bilang nanti sama bunda disuruh nyari cincin nikah . Ketemuan disana aja ya ? Lagian disini aku sama mbak ira.


📱 Me: Iya A. Udah ya aku mau mandi, gerah.


Assalamuaaikum.


📲Aa: Waalaikumsalam muaahhhh*.


Maya hanya tersenyum menggelengkan kepala, dirinya sangat bersyukur mempunyai calon suami seperti Aaron meskipun mesum namun dirinya sangat memanjakannya.


Setelah semua sudah selesai Maya dan Mbak ira melaju ke arah mall terbesar dikota itu. Mereka memilih menaiki taksi karna nanti niat pulangnya bersama dengan Aaron.


Tak butuh waktu lama taksi yang dikendarai Maya sudah mendarat sempurna di pelataran Aa mall. Gedung menjulang tinggi, siapa saja yang melihatnya akan terpesona dengan perpaduan arsitekturnya mewah dan elegan.


Maya dan mbak ira mununggu Aaron yang masih diperjalanan. Mereka menunggu di restoran cepat saji , Memanggil waiters untuk memesan makanan yang disuka hanya saja Maya lebih memilih memesan minuman karna dirinya masih terlalu kenyang. Dan tak lama makanan yang dipesan datang bersamaan dengan seseorang yang entah sejak kapan berada di mall itu.


''Hai May lagi nyantai nih, kok bisa keluar ke mall.??'' Tanya Rangga menarik kursi tepat didepan Maya.


''Eh kamu ngga.. Bukan nyantai ngga lagi nunngu seseorang.'' Sahut Maya, Ia merasa jengkel dengan Rangga karna dengan seenaknya duduk tanpa permisi.


''Kalau gak ada mbak ira bisa dikira selingkuh nih sama Aa'' Batin Maya.


'' Bentar dulu ya mbak, ngga aku mau ke toilet.'' Pamit Maya.


''Oke'' Sahut Rangga sembari memainkan handponenya.


Setelah kepergian Maya, Tiba- tiba handpone disaku mbak ira berbunyi. Mau tak mau ia harus mengangkatnya karna ia mendapat telvon dari suaminya.


''Permisi ya den saya mau angkat telvon dulu'' Ucap Ira namun hanya dibalas deheman oleh Rangga.