Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 59



" Bun dengerin dulu, Aku belum selesai bicara." Timpal Aaron ketika Bundanya menangis dipelukan Maya.


"Bun aku gak diperkosa kok bun." Tutur Maya dirinya memberikan pengertian pada Talia.


"Jadii..?" Talia melerai pelukannya, dirinya masih bingung .


"Maya dibawah ke hotel sama Rangga. Untung aku tak terlambat datangnya soalnya Maya udah Mm setengah telanjang." Aaron melirik ke arah Maya yang menunduk. Mungkin Maya malu pikirnya.


"Itu namanya juga pelecehan Aaron kamu itu gimana sih kuliah jauh- jauh ke perancis masih saja letoy kayak gitu. Kita laporin aja ke polisi Bunda gak terima anak Bunda dilecehin." Talia berdiri dirinya sangat emosi berapi- api.


"Udah Bun gak usah diperpanjang takutnya malah makin runyam nantinya. Aku yang nyuruh Aa untuk gak memperpanjang masalah Bun, Cukup kemarin Aa ngasih pelajaran ke Rangga." Terang Maya, ia tak mau keluarga Addison mendapat masalah karena dirinya.


"Betul apa yang dikatakan Maya Bun. Sepupu Amanda berarti masih ada sangkut pautnya dengan keluarga pattinson. Mereka terlalu bahaya, jika terlibat masalah sama mereka. Karna mereka masih berpengaruh dalam dunia bawah." Arkan menimpali. Dirinya tau betul keluarga pattinson sangat berbahaya karena kakak ipar dari Patinson masih bergelut didunia bawah. Besar kemungkinan Luxio takkan membiarkan saudaranya diganggu oleh siapapun.


''Sepupu dari Amanda. Apa mungkin putra Luxio.?" Batin Arkan bertanya- tanya.


" Sebentar kata kalian sepupu Amanda . Kalau boleh tau siapa nama marganya." Tanya Arkan penasaran jika benar dugaannya, Putra putrinya dalam masalah besar.


"Kalau gak salah Rangga Luxio."Sahut Maya.


Degggg.


Terkejut itu yang sekarang dirasakan Arkan. Mengapa anaknya sampai bisa berurusan dengan anak Mafia. Sungguh dirinya dilanda kegelisahan saat ini.


"Kamu kok kayaknya kenal banget sama Rangga?" Tanya Aaron penuh selidik. Sedekat itukah Maya dan Rangga pikir Aaron.


"Kan dulu dia yang nolongin aku waktu pingsan ditrotoar gara- gara mimisan itu A" Jelas Maya, Dirinya tak mau Aaron salah paham .


"Alah bos sok- sokan bilang ketemuan dibelakangku. Lu itu yang sering ketemuan dibelakang Noah. Dasar.." Ben tiba- tiba menimpali ucapan Aaron. Ya, Ben Noah dan Tiara sengaja mengunjungi kediaman Addison karna si jabang bayi merindukan Auntynya Maya. Tiara terus saja merengek meminta dipertemukan dengan Maya soalnya terakhir mereka bertemu sewaktu pernikahan Tiara dan Noah.


"Tiarra" Teriak Maya ketika mendapati Tiara masuk pintu utama dengan Noah dan Ben.


Maya menghampiri Tiara dan memeluknya, menuntaskan rasa rindu yang mendera dihatinya.


"Eitss jangan kenceng- kenceng bayi gua gak bisa nafas noh." Timpal Noah memegang tangan Maya agar ia tak terlalu kencang memeluk Tiara.


"Eittss lu pegang calon bini gua, Gua timpuk lu." Aaron menarik tangan Maya ke dalam dekapannya. Dirinya masih cemburu dengan Noah meskipun sahabatnya namun dia juga mantan terlama Maya.


Tiara yang melihat itu juga hanya bisa mencebikkan bibirnya, Dirinya juga terbakar cemburu oleh sikap Noah meskipun Noah bermaksut mengutamakan si jabang bayi entah mengapa dirinya begitu sensitif jika menyangkut Maya. Mungkin karna dulunya Maya mantan terindah Noah.


"Ihh apasih orang aku kangennya sama Tiara." Sahut Maya mengrucutkan bibirnya.


Aaron langsung melahap bibir ranum itu didepan orang tuanya dan sahabatnya. Membuat mereka yang berada disana melongo tak terkecuali Aryan. Dengan sigap Arkan menutup mata Aryan agar fikiran si kecil tak semesum si sulung.


Maya membelalakkan matanya, dirinya syok dengan tingkah Aaron yang tak mengerti tempat. Diinjaknya kaki Aaron hingga dirinya mengaduh kesakitan


"Aw yank sakitt. Kok diinjek sih?" Ucap Aaron ketika ciuman itu terlepas.


"Awww...aww sakitt." Talia juga kesal dengan tingkah putra sulungnya. Menarik telinga si sulung meski kesakitan dirinya tak menggubris. Semua yang melihat hanya bisa menahan tawanya karna baru kali ini seorang CEO di perusahaan ternama harus kena jeweran dari sang bunda. Sungguh pemandangan langkah.


"Bun ampun sakittt." Seru Aaron menahan sakit ditelinganya.


"Bujang lapuk ngebet banget pengen nikah ya? sampai gak ngerti tempat. Otak adikmu bisa kotor kalau lama- lama tinggal bareng kamu Ar." Ucap Talia dengan kesal.