Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Keusilan Aaron



Setelah mengetahui kondisi sambatan hatinya sudah dalam keadaan membaik. Aaron meninggalkan ruangan itu dengan senyuman yang tak pernah luntur dibibirnya.


Aaron sudah merencanakan ini jauh- jauh hari seakan takdir berpihak padanya. Sehingga mengirimkan mr steve sebagai alasan untuk Aaron yang ingin menghabiskan waktunya berdua dengan orang terkasihnya.


Tetapi semuanya hanya bayangan semata kala Maya tak mau berdua saja dengannya. Malahan si kutu kepret Ben diharuskan ikut bersamanya. Namun tak apalah karena Ben pastinya bisa diajak komprimi nantinya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama untuk sampai dirumah sakit. Kini Aaron berada dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


Dua hari lagi dia dan wanita yang dicintainya akan menghabiskan waktu di pulau Bali. Ya tadi sebelum kembali ke kantor Aaron berusaha membujuk Maya untuk ikut ke Bali . Dan hasilnya berhasil ,Maya akan ikut ke Bali asal Ben juga ikut.


Maya tak mau kalau Noah sampai salah paham ketika mendapati akan ke Bali bersama Aaron dan itupun hanya berdua saja . Maya tak mau apa yang di tuduhkan Noah membenarkan semuanya. Bahwa dirinya benar- benar bekerja dan bukan wanita murahan yang menggoda atasannya.


Ttuuuuuuttttt


📞 Keruanganku sekarang .


📞***Bai.......


Tuuuutttttt


Belum selesai menjawab seseorng yang berada di ujung telvon tiba- tiba saja Aaron sudah memutuskan sambungan telvonnya. Hingga tak lama terdengar suara pintu diketuk dari luar.


Tookkk...tok....tok......


'' Masuk'' ucap Aaron tanpa mengalihkan pandangannya ke arah laptopnya.


Ben masuk dan tak lupa ia menutup pintunya kembali. Wajah sebal dan dongkol ia tunjukkan agar sang atasan nyadar bahwa dirinya sangatlah terganggu dengan kesongongan Aaron.


''Apasih lu ganggu mulu gua lagi fok....'' Belum selesai Ben berucap tiba- tiba Aaron menimpalinya.


'' Dua hari lagi lu ikut ke Bali bertemu klien'' timpal Aaron Membuat Ben masih bengong antara percaya tak percaya . Seingat Ben, Aaron menyuruhnya untuk tetap tinggal di sini dan menghandle pekerjaan di kantor selama Aaron tak ada. Namun kali ini Aaron mengajaknya ikut ke bali sungguh membuat Ben senang tak karuan.


''Kalau gak mau gak masalah.'' Ucap Aaron ketika melihat Ben masih mematung apalagi dengan mulut belum terkatup sempurna


Tanya Ben dan hanya mendapat pelototan dari Aaron.


''Kalau bukan karna Maya yang nyuruh gua ngajak lu ,mana mau gua.'' Sahut Aaron.


''Maksunya gimana Aa'' Tanya Ben menirukan gaya Maya berbicara tak lupa tangan gemulai ia tunjukkan di depan sang atasan, Senang bukan main batin Ben.


''Jangan bicara kayak gitu Ben jijik banget gua.'' Jawab Aaron namun hanya dapat cengiran yang Ben berikan pada Aaron.


''Gini, Maya gak mau ikut kalau lu gak ikut. Jadi lu selama di sana standby di hotel nunggu klien . Lah gua sama Maya traveling keliling Bali berdua.'' Sahut Aaron dengan santainya sembari menyilangkan kakinya bertumbu di atas pahanya.


''Lu selalu gitu ma gua Ar. Sama aja dong disana sama disini, kerjaan mulu yang gua lakoni. Kasihanilah sahabatmu ini Ar kasih waktu biar healing juga. Menghirup udara yang penuh dengan keindahan. Ini sih cuma jiwanya aja yang ikut healing tapi raganya kayak tetep disini, kerja mulu." ujar Ben memelas tak lupa tampang sayunya.


''oke gua kasih lu cuti selamanya bagaimana'' Ucap Aaron menahan tawanya karena terlalu gokil mengerjai sahabatnya yang somplaknya luar biasa.


''Ancem terus sahabat lu yang ganteng ini. Gak usah peduliin gua'' Sahut Ben masih memelas sembari menangkupkan wajahnya pada meja kerja Aaron.


''Ok Ben karna selama ini pekerjaan lu bagus gua kasih lu libur di Bali dengan satu syarat.'' Ucap Aaron.


''Apaan syaratnya buruan.'' Jawab Ben antusias.


'' Lu yang ngehandle meeting itu dan sebelum meetingnya kelar lu gak boleh libur.'' Sahut Aaron dengan tawa lepas, Aaron begitu menikmati wajah tegang Ben yang sangat antusias mendengar ucapannya.


''Intinya gini Ben ,lu harus kelarin meeting itu secepat mungkin biar lu bisa liburan lumayan kan buat cuci mata'' Sahut Aaron lagi, Ben melenggang pergi dari ruangan Aaron tanpa menggubris ucapan Aaron. Ia juga terus menggerutu di setiap langkahnya. Bagaimana tak kesal jika dirinya disuruh tetap bekerja sedangkan dirinya sebagai bos malah enak- enakan pacaran.


Aaron tidak sabar menunggu hari esok, Hari dimana akan berduaan dengan wanita yang dicintainya tanpa gangguan dan hambatan. Aaron juga berniat mengambil hati sang gadis dan berusaha merayunya agar mau bersamanya lagi seperti dulu, Berusaha dan berusaha.


''Semangat Aaron untuk hari esok.'' Ucap Aaron menyemangati diri sendiri dengan tangan terkepal keudara.


"Gak ada kata kalah sebelum janur kuning melengkung." Batin Aaron tertawa sumbang.