Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 58



Keeseokan paginya baik Aaron ataupun Maya pulang kekediaman Addison. Mereka berencana akan membicarakan jika pernikahannya dipercepat lagi dari sebelumnya. Aaron tak ingin kejadian kemarin terulang lagi oleh karena itu mereka berfikir dengan mempercepat pernikahannya adalah jalan satu- satunya agar Aaron bisa menjamin keselamatan sang calon istri dan juga menjaganya.


''Assalamualaikum" Ucap Maya ketika membuka pintu utama.


"Waalaikum salam non. Nona gak apa- apa kan? Maafin saya ya non belum bisa jagain nona." Ira berlari dari dalam ketika ada yang mengucapkan salam. Ia terkejut mendapati sang nona yang kemarin hilang ketika bersamanya.


"Aku gak apa-apa kok mbak." Sahut Maya mengelus bahu Ira, Maya menganggapnya seperti kakak, karna Maya merasa cocok dengannya dari segi manapun.


" Sayang kamu baru nyampek. Kok gak masuk sih" Talia turun dari tangga melihat Maya dan Aaron ternyata sudah sampai. Aaron mengatakan jika dirinya dan Maya akan bermalam di apertement karna Maya kecapekan membuat dirinya begitu pulasnya tidur. Akhirnya Talia menyetujui Aaron dan Maya bermalam di apetement walau berat hati. Talia tak tega jika Aaron membangunkan Maya yang terlelap tidur , Namun Talia mewanti- wanti agar Aaron bisa menahannya hingga sah. Memang Aaron tak mengatakan yang sesungguhnya kepada bundanya karna dirinya takut bundanya syok dan khawatir pada diri Maya ,itu sebabnya Aaron membuat alasan seperti itu.


"Ira apa makanannya udah siap?" Tanya Talia.


"Sudah Nyonya." Sahut Ira.


"Aaron, Maya ayo kita sarapan dulu nanti dilanjut ceritanya." Maya dan Aaron melangkahkan kakinya keruangan makan, Disana juga sudah Arkan dan Aryan yang sedang menunggu Talia turun.


"Ayo semua kita sarapan." Ujar Talia mengambil nasi beserta lauknya untuk sang suami.


Begitu juga dengan Maya, ia juga melayani Aaron dengan mengambil nasi dan lauknya. Setelah selesai mengambilkan semua yang menurutnya kesukaan Aaron.


"Sayang suapin" Ucap Aaron manja. Maya dibuat cengo oleh tingkah Aaron.


"Udah gede juga A." Timpal Maya.


"Itu si bujang lapuk butuh belaian sayang haha..." Timpal Talia menggoda calon pengantin.


"Bun bujang lapuk ini mau nikah lo bun" Timpal Aaron yang tak terima.


......................


Setelah usai sarapan mereka berkumpul keruang keluarga karna hari ini weekand jadi Aryan sikecilpun ikut duduk diantara mereka.


Talia dan Arkanbl duduk dikursi panjang tak lupa Aryan duduk sendiri disebrang berhadapan dengan Aaron dan Maya.


Aaron menggenggam tangan Maya yang mulai dingin, Menenangkan diri Maya lewat genggaman tangannya.


"Pa, Bun begini, ada hal yang ingin Aaron sampaikan kepada semuanya terutama Bunda." Aaron mengucapkan dengan perlahan agar dirinya tak akan mengulangi ucapannya.


"Aaron minta maaf ke Bunda kalau Aku udah bohongi bunda tadi malem. Aku mengatakan menginap di apertement sebenarnya bukan karna Maya ketiduran bun. Tapi Maya dibawa kabur sama sepupunya Amanda pattinson." Terang Aaron ia masih menggenggam tangan Maya.


"Jjjadii Maya diculik maksutnya gitu, lalu apa yang terjadi?" Talia penasaran dirinya berpindah duduk disamping Maya.


"Tepatnya sih Rangga memberi sesuatu diminumannya Bun . Dia pusing lalu.." Ucap Aaron.


"A.." Maya menggeleng dirinya terlalu malu karna dengan bodohnya menghabiskan minuman itu. Toh, siapapun pasti takkan tau kalau minuman itu ada sesuatunya. Sungguh, urat malunya sangat tinggi.


"Gak apa- apa nak. Mungkin dengan kalian beterus terang kita bisa mengambil jalan yang benar." Tutur Arkan mengingatkan.


"Gak apa- apa kok ada aku disini." Timpal Aaron. Tangannya semakin mempererat genggaman tangannya.


"Maya dikasih obat perangsang sama dia pa, Bun .Mengakibatkan Maya haus sentuhan." terang Aaron lagi , Maya menunduk dia terlalu malu menurutnya.


"Astaufirullah jadi Maya ... Ya Tuhan cobaan apa lagi ini. Kamu diperkosa sayang? Ar kamu jangan diam aja laporin bajingan itu Ar. Bunda gak terima anak Bunda dilecehin kayak gini." tutur panjang lebar Talia. Air matanya mulai menetes ketika mengetahui fakta sebenarnya.