Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Mulai meragukan



Keesokan paginya Tiara terbangun ketika mendengar suara bell apertemen berbunyi. Ia melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 06.02 terlalu pagi memang untuk seseorang yang ingin bertamu apalagi ini weekend. Tiara melihat Maya yang masih bergelut dengan mimpinya, Tidak terganggu dengan suara bell apertemen yang sedari tadi berbunyi.


Hingga Tiara keluar dengan muka bantalnya , Ia sangat terganggu dengan suara bell apertemennya yang tak henti- hentinya berbunyi. Memang Tiara paling tidak suka berisik jika dirinya tidur.


Ia membuka pintu dan betapa terkejutnya Tiara ketika melihat kekasih sahabatnya sudah berada di hadapannya. Noah melenggang masuk tanpa menyapa Tiara yang masih mematung di depan pintu.


''Ada apa anda kemari?'' Sarkas Tiara yang melihat kekasih sahabatnya seenaknya sendiri masuk tanpa permisi.


''Gua kesini balikin hp lu.'' Sahut Noah sembari melempar handpone milik Tiara di sofa.


'' Sekarang anda silahkan pergi dan terima kasih sudah mengembalikan handpone saya.'' Usir Tiara dengan tangan yang menunjuk ke arah pintu.


''Ow jadi begini cara lu memperlakukan tamu dengan baik.'' Ujar Aaron menatap Tiara dengan sinisnya.


'' Lalu lu mau apa bangsat.'' Sahut Tiara menahan amarah.


''Gua mau lu rahasiain semuanya dari Maya tanpa cela, kalau lu sampai ngebocorin rahasia kita. Lu tanggung sendiri akibatnya.'' ucap Noah semakin mendekat ke arah Tiara. Namun Tiara berusaha menghindar , Ia terus mundur hingga tubuhnya dan sialnya punggungnya sudah menubruk tembok. Hal itu mempermudah Noah mengukungnya hingga membuat Tiara tak bisa lagi bergerak.


'' Rahasia apa'' Sahut Maya dari atas tangga. Sewaktu tidur Maya terbangun karna merasa haus dan mengambil gelas diatas nakas namun airnya sudah tandas . Maya melihat ke arah sampingnya tempat dimana Tiara tidur namun Maya tak menemukannya.


Hingga membuat Maya keluar dari kamar namun mendengar suara ribut dari lantai bawah membuat Maya semakin melebarkan langkahnya. Ia melihat Noah sedang mengukung Tiara tak lupa ucapan Noah yang membuat Maya penasaran .


Secepat kilat Noah menghampiri sang kekasih dan meninggalkan Tiara yang masih sibuk mematung. Noah juga menuntun Maya agar duduk disofa agar lebih leluasa lagi menjelaskannya fikir Noah.


''Rahasia Apa ra?'' Tanya Maya sekali lagi. Maya melihat ada kebohongan diantara mereka yang ditutupi.


''Apa mungkin sekarang saatnya aku jujur sama Maya. Ya Allah aku takut.'' Batin Tiara sekilas menatap Maya dan Noah secara bergantian.


'' Sayang bisa ak...'' Ucapan Noah terpotong oleh bentakan Maya.


''Aku gak nanya sama kamu, Aku nanya sama Tiara.'' Ketus Maya membuat Noah bungkam.


Maya sangat kecewa pada Noah meskipun Maya tak merasa cemburu tapi kenapa harus Tiara yang Noah rayu. Maya tak mau Tiara seperti dirinya yang terus jadi boneka Noah, Ketika Tiara sudah jatuh hati pada Noah. Cukup dirinyalah yang merasakan hingga nanti jika saatnya sudah tiba.


Tiara menghampiri Maya dan duduk di samping Maya sembari menggenggam tangan Maya.


'' May dengerin gua.'' Ujar Tiara. Maya memandang mata Tiara yang mulai berkaca- kaca.


''Sebenarnya guaa....'' Tiara menggantung ucapannya ia melirik ke arah Noah yang menggeleng- gelengkan kepala. Memohon agar Tiara tak menceritakan semuanya ke Maya.


'' Sayang, Aku cuma menyuruh dia merahasiakan kalau aku yang udah nyrempet dia.'' Sekarang gantian Maya melihat Noah dan Tiara secara bergantian.


''Maksutnya gimana. Aku gak ngerti'' Sahut Maya menoleh ke arah Noah sekilas.


''Kemaren aku nyrempet Tiara waktu pulang kantor dan aku sudah bertanggung jawab membawa dia ke klinik. Itu sebabnya aku nyuruh rahasiain semuanya dari kamu, Aku takut kamu kecewa karna aku udah nyrempet Tiara.'' Ungkap Noah.


''Bener begitu ra'' Tanya Maya yang menelisik wajah Tiara.


''Iiiyyyaaaa... May'' Sahut Tiara gugup. Tiara melirik ke arah Noah, Dia tampak tersenyum senang karna Tiara menurut.


''Jadi ini bukan karna jatuh'' Tanya Maya lagi , Ia menyentuh pipi Tiara.


''Iii..ya May.'' Sahut Tiara lagi.


Menurutnya benar yang dikatakan Maya kalau Noah itu sangat licik, pintar memutar balikkan fakta asal Noah tak kalah dalam bersaing.


''Pantas aja Maya gak bisa cinta sama dia.'' Batin Tiara yang mulai muak dengan tingkah Noah.


''Kebetulan kamu ada disini, Aku mau bilang nanti malam aku mau berangkat ke Bali. Acara pertemuan dengan kolega yang dari New york.'' Pungkas Maya.


'' Sama Aaron yank'' Tanya Noah memastikan.


''Ya iya sama Ben juga. Kamu tau sendirikan kalau kerja itu harus profesional gak boleh bawa urusan pribadi .'' Timpal Maya.


''Iya iya ... tapi inget jangan main mata sama Aaron apa lagi main hati . Inget yank.'' Sahut Noah mengingatkan dan jangan lupakan tampang garangnya.


''Iya . Aku yang harusnya hati- hati sama kamu.'' Ujar Maya lagi. Maya mulai ragu untuk lebih serius lagi dengan Noah namun harus bagaimana lagi ,Maya sudah berjanji dengan Almarhum ayahnya Noah.


''Maksutnya hati- hati gimana?'' Sahut Noah lagi.


'' Udah ah gak ada maksut. Kamu pergi dulu gih ,aku sama Tiara mau lanjut tidurnya biar nanti lebih fres.'' Usir Maya .Ia mendorong tubuh Noah agar cepet pergi dari apertementnya.