Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 35



Kini keadaan Maya membaik ,dokter juga menyarankan untuk istirahat dirumah agar memudahkan Maya merilekkan tubuhnya. Sebab ia tak suka bau obat- obatan sehingga dokter mengizinkan dia pulang meskipun kondisinya masih di bilang belum stabil. Namun begitu harus rajin kontrol karna takut terjadi mimisan lagi dan membuat Maya pusing tak tertahan.


Rangga mengurus semua administrasi Maya, Meski Maya menolak namun Rangga bersikeras membayarnya alasannya uang yang sekarang Maya punya bisa dibuat yang lainnya.


Kini mereka sudah sampai di basement apertement Maya. Rangga dengan sigap membantunya, Ia turun memapah Maya yang masih pucat. Security yang menjaga disana menghampiri Maya dan Rangga , Mereka melihat Maya penghuni apertement dalam keadaan tak baik berniat membantunya.


''Mbak Maya kenapa, Mas.??'' Tanya security.


''Gak apa- apa kok pak. Hanya kecelakaan kecil saja.'' jawab Maya sembari tersenyum. Meskipun dalam keadaan seperti ini dia bisa tersenyum menutupi luka dihatinya.


''Dari tadi Bos anda dan Tuan Noah mencari anda mbak. Mereka berantem lagi disini.'' Ucap security.


Maya menghembuskan nafas kasar, Dia yang salah telah membuat Aaron berharap pada hubungan gelapnya . Coba dulu ia menolak mungkin sekarang mereka tak akan berkelahi hanya demi dirinya.


Rangga yang menjadi pendengar setia sekilas melirik Maya yang masih melamunkan apa ynl Mungkin memikirkan hubungannya yang rumit.


'' Sayangg.'' Ucap Pria keluar dari mobilnya.


Mareka bertiga menoleh ke sumber suara tak terkecuali Maya , Ia melihat Noah tergesa- gesa menghampirinya.



Memeluk sang kekasih karna sedari kemarin tak bisa dihubungi, Datang ke kantornya pun karyawannya tak ada yang mengetahuinya, Bertanya ke penjaga apertemennya juga tak ada yang melihat.


Sungguh Noah sedang dilanda kepanikan yang luar biasa, kehilangan tentu saja.


Noah memeluk sang kekasih dengan erat tampilan yang acak- acakan dan wajah yang babak belur tak di hiraukannya lagi. Ia teramat senang melihat yang dicintainya telah kembali.


Maya melepas pelukan Noah, Menelisik wajah sang kekasih yang sudah babak belur itu.


''Berantem lagi.'' Tanya Maya yang tak menghiraukan pertanyaan Noah. Noah mengangguk membenarkan ucapan sang kekasih.


''Oya May ini Handpone kamu ,maaf dari kemaren lupa yang mau balikin.'' Timpal Rangga memberikan handpone Maya. Membuat Noah juga mengalihkan pada sosok pria tampan disebelahnya.


''Siapa yank.??'' Tanya Noah.


''Oh dia yang udah nolongin aku waktu aku pingsan dijalan. Kalau gak ada dia , gak tau aku gimana jadinya.'' Ungkap Maya.


''Terima kasih sudah menolong kekasih saya Tuan. Kenalkan nama saya Noah abimanyu.'' Timpal Noah memperkenalkan diri.


''Saya Rangga Luxio. Senang berkenalan dengan anda tuan Abimanyu. Kalau begitu saya pamit dulu dan untukmu Maya ingat pesan dokter.'' Rangga berlalu mengendarai mobil membelah jalanan yang nampak lenggang karna hampir tengah malam.


Noah membantu Maya hingga sampai masuk ke apertementnya. Memanggil nama Tiara tapi tak ada jawaban, Mungkin ia sedang tidur pikir Maya.


Maya mendudukkan dirinya disebelah Noah membawa baskom dan kompres untuk membersihkan luka yang sudah mengering dan membiru di wajah Noah.


''Jangan berantem lagi nanti nih muka jelek. Udah jelek nambah makin jelek.'' Canda Maya. Membuat Noah mencebikkan bibirnya.


''Aku gini juga karena kamu yank, Aku bingung nyariin kamu pas tadi di basement aku lihat dia juga nyariin kamu. Ya udah deh jadi berantemnya.'' Papar Noah memandang sang kekasih yang pucat.


''Jangan hilang lagi yank, Sumpah aku bingung nyariin kamu.'' Sergah Noah menggenggam tangan sang kekasih.