
''Sayang jangan di tahan . Aku akan membantumu, Bukalah matamu??'' Pinta Aaron menggenggam tangan Maya.
Dengan perlahan Maya membuka mata, memandang wajah Aaron dari dekat. Maya mencium Aaron terlebih dulu menjadikan dirinya wanita murahan didepan calon suaminya.
Aaron membalas ciuman Maya dengan lembut namun sang wanita semakin agresif menerima sentuhan dari Aaron.
"*Siaallan .apes banget gua jadi sopir , Mata gua ternodai. Mending gua tutup jok belakang." Batin Ben. dirinya dengan cepat menekan tombol emergency dimana tombol itu akan mengeluarkan kaca seperti dinding pemisah namun tak tembus pandang.
Sekilas Aaron melihat ke arah depan, dirinya tersenyum dalam hati karna Ben mengerti situasi*.
Maya semakin agresif mendudukkan dirinya dipangkuan Aaron, saling berhadapan membuat aksi mereka semakin panas.
Membuka jas yang dikenakan Maya ,Aaron mengulangi kecupan yang telah diberikan oleh rangga, Dirinya tak terima jika wanitanya di sentuh oleh pria lain mengingat itu semua membuat Aaron tersulut emosi lagi.
Mengelus paha mulus wanita tercintanya, Menyingkap rok dan mulai mencari sesuatu agar membuat sang wanita terbebas dari tersiksanya obat sialan itu. Menusuk hingga sang wanita menggelinjang dipelukannya semakin cepat dan semakin dalam hingga ******* tak tertahankan keluar dari bibir sang wanita.
''Ahh A aakkuu Mau ahhh ppipiss Mmppt'' Racau Maya dalam pelukan Aaron namun Aaron langsung membekapnya dengan
bibirnya takutnya Ben mendengarnya meskipun sudah ada peredam suaranya.
'' Keluarkan sayang itu akan membuat dirimu tak tersiksa lagi.'' Bisik Aaron dengan suara beratnya dirinya juga tak bisa menahan hasratnya .Namun apalah daya dirinya harus bisa menjaga sang wanita samapai mereka Sah.
Cuuuppp
'' Udah puas sayang hmmm? udah lega?" Cecar Aaron mengelap keringat yang masih setia menetes dipelipis wanitanya.
"A kenapa aku jadi kayak ulet gitu ya?" Sahut Maya dengan surara lemahnya ,ia memasang jas milik Aaron ditubuhnya meskipun agak kebesaran ya hitung- hitung bisa menutupi sebagian tubuhnya yang terbuka.
Aaron hanya tersenyum mendengar penuturan Maya, Sebenarnya dirinya sangat terluka ketika mendapati tubuh wanitanya terpangpang jelas kecupan pria lain. Namun dirinya sadar ,Jika dirinyalah yang salah. Masih belum becus melindungi wanitanya hingga terjebak dengan situasi seperti ini.
Aaron memeluk tubuh Maya dengan erat dirinya masih gagal melindungi wanitanya. Dirinya juga semakin yakin akan mempercepat pernikahan mereka agar tak ada hal semacam ini terulanglagi.
"Kamu tau, kamu tadi dalam pengaruh obat perangsang sayang. Makanya kamu kayak ulet. Mmm apa kamu lupa tadi Rangga ngelakuin apa ke kamu?" Tanya Aaron dengan hati- hati lalu ia mencium ceruk leher sang wanita.
" Seingatku Rangga tadi nyium aku di lift tapi aku seakan pasrah aja gitu padahal hatiku ingin menolak. Terus itu A di kamar dia udah, A apa aku udah kotor A udah gak suci lagi." Tanya Maya panik dirinya mengecek tubuhnya.
"Sayang dengerin aku, Aku gak tau yang dilakuin Rangga ke kamu tapi dia udah.."
"Aku kotoor A. Aku udah disentuh pria lain aku gak mau kamu kecewa A kita batalin pernik..." Maya menangis menutupi wajahnya dengan tangannya. Dengan sigap Aaron menangkup wajah sang wanitanya.
"Kita akan mempercepat pernikahan kita, Aku gak mau kejadian seperti tadi terulang lagi dan kamu jangan pernah mengatakan membatalkan pernikahan ini karna itu semua tak akan terjadi. Aku gak peduli kamu sudah disentuh pria lain tanpa kamu mau. Aku hanya menginginkan kamu sayang , Menginginkan kamu jaga hati kamu buat aku, Dan jaga kesetiaan cinta kita. Cukup kali ini aja aku terluka melihat tubuh kamu banyak kecupan dari pria lain karna itu kamu korban sayang, kamu dijebak. Mungkin ini memang ujian cinta kita." Aaron kembali mengecup mesra kening Maya.