Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 44



Kini mereka sudah berada di rumah mewah keluarga Addison. Talia memaksa Maya ataupun Tiara untuk bersedia tinggal dirumahnya sebagai menebus kesalahannya dan agar Maya dan Tiara ada yang mengurusnya apalagi tubuh mereka masih belum sembuh total.



Mau tak mau mereka mengikuti keinginan Talia, Maya tak mau membuat Talia kecewa yang kedua kali.


Tiara meminta izin ke apertemennya untuk mengambil barang yang diperlukan sedangkan Maya ingin ikut namun berbagai alasan Tiara maupun Aaron menghalaunya.


Setelah Tiara sudah pergi kini Aaron yang gantian berpamitan. Ia berpamitan ke kantor seperti biasanya bersama dengan Ben sang tangan kanan. Aaron memasuki kamar yang sudah disediakan untuk Maya dan Tiara selama tinggal disana.


''Amy aku pergi dulu kalau capek tidur, jangan terlalu banyak fikiran, biar cepet sembuh ya.'' Aaron duduk di meja rias ketika mendapati wanitanya sedang menyisir rambutnya di depan cermin.


''Iya A, lagian aku juga udah sembuh kok'' Sahut Maya menaruh sisirnya, Kemudian ia memegang tangan Aaron.


''Makasih ya atas kebaikan kamu dan keluargamu aku sangat beruntung mengenal kalian.'' Timpal Maya lagi, Aaron segera mendekap tubuh wanitanya menghirup dalam- dalam aroma mawar pada tubuh sang wanita.


''Aku yang beruntung Amy memilikimu'' Sahut Aaron, Ia melepas pelukannya.


'' Memiliki apaan ??Mmm apa masih mau menjadi kekasih gelap???'' Tanya Maya menaik turunkan alisnya.


''Gak ada kekasih ,Kita langsung nikah aja capek pacaran mulu udah gede juga.'' Timpal Aaron diselingi cengirannya.


''Itu mah mau kamu A. Lagipula Aku mau nyelesaiin masalahku dulu A sama Noa...''


''Kamu gak usah mikirin itu, Aku yang bakalan nyelesaiin semuanya jadi kamu tinggal istirahat aja.'' Timpal Aaron memotong pembicaraan Maya.


''Udah ya sayang aku berangkat dulu ,Udah telat.'' Sergah Aaron lagi melihat jam tangannya. Ia tak mau sang kekasih membahas masalah Noah karna yang di takutkan nanti dia drop lagi.


Aaron mencium kening Maya sebelum pergi, Aaron melangkahkan kakinya ke arah pintu namun sifat jahilnya keluar ketika Maya membuka gorden kamar . Aaron berlari membalikkan tubuh Maya dan...


Cuuupppp.


Benda kenyal itu mendarat sempurna dibibir Wanitanya, Maya nampak membulatkan matanya karena syok. Dia mendorong badan Aaron hingga ia mundur beberapa langkah.


''Dasar kamu ya A bikin kaget . Udah ah sana pergi.'' Maya mendorong Aaron ke arah pintu. Maya menutup pintu ketika Aaron sudah berada di luar, Ia memegangi dadanya akibat dari kaget dan semacamnya . Maya tersenyum meraba bibirnya bekas kecupan Aaron. Dia dialam bawa sadarnya selalu terbuai dengan sentuhan Aaron selalu pasrah jika Aaron meraba dirinya namun dalam keadaan sadar ia selalu menolak.


...****************...


Diapertemen Rainbown tepatnya apertement yang ditinggali Maya dan Tiara, kini sudah berkumpul antara Aaron , Tiara ,Arkan , Tio, dan Ben.


Tiara menghubungi sang ayah untuk datang ke ibukota karna ada sesuatu yang tak bisa di jelaskan lewat telvon. Hal itu membuat Tio cemas, Ada apa sebenarnya????


''Gimana kabarnya Tio ??'' Arkan menjabat tangan Tio.


''Saya baik Tuan, Sebenarnya ada apa ini kenapa semuanya berkumpul disini???.'' Tanya Tio, Tio mengenal Arkan karna Tio bekerja di perusahaan anak cabang milik Arkan.


''Tiara, Maya dimana nak???'' Tanya Tio lagi. Maya nampak gugup ia meremas ujung baju yang ia kenakan.


''Begini Om, Kami berkumpul disini tanpa mengundang Maya karna kami gak mau Maya drop lagi. Jadi begini maksut kami mengundang om kemari kami hanya ingin memberi tahu bahwa putri om ,Tiara lagi hamil'' Ungkap Aaron tanpa basa basi.