
Amanda mendatangi kediaman Luxio, ia mencari sepupunya yang telah menjadi biang dari masalahnya. Amanda berteriak memanggil nama sang sepupu, Emosinya sudah tak terkontrol lagi apalagi dirinya telah membuat Aaron membencinya.
''Rangga keluar lu.'' Teriak Amanda, Ia menaiki tangga.
''Lu kenapa Manda??'' Tanya Rangga ternyata dirinya habis melakukan gym di ruang olahraga. Ia keluar dengan penuh peluh keringat.
Amanda kembali menuruni tangga menghmpiri Rangga yang duduk disofa dekat kolam renang.
''Lu tu di panggil- panggil gak nyaut gua lagi emosi nih jangan bikin gua nambah emosi.'' Amanda berujar, Ia juga ikut mendudukkan dirinya disebrang Rangga.
''Mau apa lu??'' Tanya Rangga.
''Cewek yang lu incar mau nikah bodoh dan lu malah enak- enakan disini.'' Sahut Amanda amarahnya kembali berkobar.
''What .si cantik gua mau nikah, Sama Noah??'' Tanya Rangga dirinya juga terkejut dengan ucapan Amanda.
''Sama Aaron'' Timpal Amanda.
''Aaron atasannya bukannya cantiknya gua punya kekasih namanya Noah.'' Tanya Rangga ia memng tau semua tentang Maya. Namun kalau soal menikah dirinya masih belum tau, lagi pula anak buahnya yang mengintai Maya belum memberi tahu dirinya.
''Gua juga gak tau bego. Lu aja kurang cepet mepetnya terlalu letoy sih lu.'' Sergah Amanda.
''Gua masih nunggu waktu yang tepat Manda.'' Timpal Rangga ia juga emosi.
''Waktu buat apa hah??? Nunggu cantiknya lu itu udah kawin lalu punya anak hah bego banget lu ngga'' Pungkas Amanda membuat Rangga semakin tersulut emosi.
''Diammm'' Bentak Rangga.
''Gua bilang diam ya diam Amanda mau gua bunuh lu hah??? Gua juga lagi mikir, Bukan cuma lu aja yang pusing gua juga pusing.'' Bentak Rangga lagi.
''Gua bakal bunuh dia. Aaron milik gua Ngga dia harus jadi milik gua.'' Cecar Amanda.
''Jangan pernah menyakiti wanitaku Manda atau...''
''Atau apa??? lu mau bunuh gua. Sebelum lu berhasil bunuh gua , Gua pastiin Wanita Lu mati di tangan gua.'' Sergah Amanda ia berlari keluar dari kediaman Luxio. Rangga memanggil namanya pun dia tak peduli.
Keinginannya hanya satu menyingkirkan wanita yang telah merebut pujaan hatinya.
Menyusun strategi demi rencananya berhasil.
Rangga mengumpat nama Amanda, Ia akui dirinya terlalu lama menyusun strategi hingga wanita yang di incarnya diambil alih oleh orang lain.
''Gua harus bisa melindungi Maya dari Amanda. Gua gak mau kehilangan wanita yang membuat diriku bergairah.'' Batin Rangga.
Rangga menelvon anak buahnya untuk terus mengintai Maya, takutnya dirinya kecolongn oleh Amanda. Rangga begitu tau sifat Amanda, Dirinya begitu nekat jika ia menginginkan sesuatu harus terpenuhi tak perduli beresiko atau tidak.
Ketika membahas wanita yang diincarnya dirinya begitu merindukan gadis itu. Menghubungi lagi anak buahnya mencari tau keberadaan Maya, Jika berada diluar dirinya akan menghampirinya. Dan tepat dugaannya, Anak buahnya mengatakan kalau Maya menuju mall bersama pelayan yang selalu menemaninya selama berada di kediaman Addison.
Rangga segera membersihkan badannya dari peluh keringatnya. Ia tak ingin moment dimana dirinya dan Maya terlewatkan, Sungguh Dirinya sangat merindukan Maya, pertemuan terakhir dirinya ketika mengantarkan Maya ke apertementnya dan itupun hanya sebentar menurutnya karna Noah datang ke apertement Maya.
Meskipun sang anak buah setiah hari mengirimkan semua aktivitas Maya namun tak mampu mengobati kerinduan yang mendera hatinya.
''Aku sangat merindukan dirimu cantik. Dan jangan bermimpi hidup bahagia bersama bosmu itu karna hanya aku yang akan membuatmu bahagia.'' Batin Rangga.