Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 36



Maya tersenyum menanggapi ocehan Noah, Terlalu sulit untuk mengungkapkan betapa sulitnya masalah yang sekarang ini ia hadapi. Ingin mencurahkan semua keluh kesahnya tapi entah pada siapa.


Maya sekilas melihat ke arah pintu, Dimana pintu itu terbuka sempurna karna mereka hanya berdua takut akan menimbulkan fitnah. Namun bukan itu yang membuat Maya tergugu tetapi seseorang yang baru keluar dari dalam lift. Benar sekali Maya bisa melihat lift karna pintu apertementnya tepat menghadap ke arah lift.


Aaron.


Ya, dia Aaron yang baru keluar dari lift. Mencemaskan wanita yang begitu dicintainya ketika dibasement apertement Maya, Ia bertanya ke pada security.


'' Mbak Maya sudah pulang tuan Tapi tadi masih ada Tuan Noah di apertementnya.'' Ucap security tadi. Sang security sengaja mengatakan itu agar Aaron mengurungkan niatnya untuk menemui Maya.


Aaron tak menggubris ucapan sang security karna ia ingin memastikan keadaan wanitanya dengan mata kepalanya sendiri.



Maya memejamkan matanya mengumpulkan keberanian, Ia mengecup bibir Noah lama. Hal itu membuat Noah membulatkan matanya karna yang ia tau Maya tak pernah berinisiatif mencium dirinya. Apa cintanya sudah tumbuh untuk Noah.???



Tak mau membuang kesempatan Noah menahan tengkuk Maya agar ciuman itu semakin dalam. Maya berusaha membalas \*\*\*\*\*\*\* kecil itu meski agak labil menurutnya.



Aaron dengan jelas menyaksikan wanita yang dicintainya mencium rivalnya, Sungguh pemandangan itu membuatnya mengerang frustasi. Ia mengepalkn tangannya berusaha menahan emosinya yang meluap.Aaron berbalik memasuki lift dengan perasaan hancur sehancur- hancurnya. Namun ia bisa apa ,sedangkan dirinya hanya menjadi kekasih gelapnya.


Maya membuka matanya, Tak mendapati Aaron lagi di depan lift. Mungkin dia kecewa sekali dengan dirinya pikir Maya. Melepaskan tautan bibir itu dengan perlahan, Membuat Noah tersenyum senang.


''Semoga ini jalan terbaik untuk kita A. Kita tidak di takdirkan untuk berjodoh, Maafkan aku yang sudah banyak melukai hatimu.'' Batin Maya menunduk beeusaha menyembunyikan kesedihannya.


''Apa cinta itu sudah tumbuh di hatimu sayang.'' Noah menangkup wajah Maya. Namun hanya dibalas dengan senyuman khasnya oleh Maya.


''Terima kasih sayang.'' Jawab Noah menurutnya Maya sudah mencintainya dengan berinisiatif menciumnya dulu.


Noah memeluknya dengan erat sesekali mengecup pucuk kepala kekasih dengan penuh kebahagian tapi tidak dengan Maya, Ia masih terlihat bimbang.


''Dua hari lagi tepat di hari ulang tahunmu aku akan melamarmu dan setelah itu .Aku bakal minta sama Mama untuk mempercepat pernikahan kita. Kamu setuju kan sayang.'' Ucap Noah melepaskan pelukannya, Ia menunggu jawaban sang kekasih dengan perasaan berdebar takut di tolak lagi oleh sang kekasih.


''Terserah kamu aja, Gimana baiknya. Aku ngikut.'' Sahut Maya. Ia bingung harus berbicara apa.


Tak tahu harus berbuat apa, Menurutnya itu yang terbaik untuk dirinya dan Aaron, Agar Aaron tak membuat sang bunda kecewa dengan terus berhubungan dengannya. Cukup kemarin Maya melihat bunda yang teramat menyayangi dirinya begitu marah padanya hingga menamparnya. Maya membenarkan ucapan sang Bunda, Kalau ia yang membuat Aaron salah langkah. Sebab ia yang membiarkan Aaron menjadi orang ketiga antara dirinya dan Noah. Meski mereka saling mencintai namun hal seperti itu tidak dibenarkan.



Hati Maya sakit ketika tatapan Bunda nampak kecewa padanya. Ingin minta maaf, Namun sang Bunda tak menghiraukannya.


''Ini salahku biarkan aku yang menebus semua kesalahnku dengan diriku.'' Batin Maya nelangsa.