Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 75



Brak...


Pintu kamar terbuka dengan kerasnya, Siapa lagi kalau bukan ulah Rangga. Membuat yang berada dalam kamar terjingkat kaget.


Rangga menghampiri Mayra yang tengah duduk di depan kursi riasnya. Mengarahkan Mayra agar menghadapnya dan mencengkram bahu Mayra dengan erat hingga Mayra memekik kesakitan.


"Honey sakit." Rintih Mayra menahan rasa sakit dibahunya.


"Jawab dengan jujur, Apa kamu sudah melakukannya dengan bajingan itu.?" Bentak Rangga tanpa melepas cengkraman tangannya.


"Aww Akkuu gak ngerti maksut kamu honey." sahut Mayra meneteskan air mata.


Rangga melepas cengkraman tangannya dan benar saja kulit putih nan halus itu berubah menjadi kemerahan.


"Kamu sudah bercinta dengan Aaron kan jawab." Bentak Rangga lagi.


"Aaron siapa? Aku gak kenal .Aakku gak ingat apa- apa honey, tolong jangan bikin aku tersiksa lagi." Jawab Mayra menahan kekesalan terhadap Rangga.


Rangga sangat emosi ketika dokter mengatakan jika Mayra berusaha mengingat kejadian masalalunya hingga dirinya lupa jika Mayra tengah hilang ingatan.


"Honey maaf Aakuu terbawa emosi sampai membentak kamu." Ujar Rangga melemah, Dirinya merutuki dirinya yang terlalu terbawa emosi hingga tak melihat kondisi Mayra kini.


"Tolong keluar, Aku ingin sendiri." Ujar Mayra menunduk.


"Honey aku minta maaf." Rangga mencoba memegang tangan Mayra namun ditepis olehnya.


"Keluar." Suara Mayra agak meninggi.


Ketika Rangga telah hilang dibalik pintu, Mayra mencoba mengambil laptop . Dia penasaran dengan pria yang bernama Aaron, Hingga Rangga sepertinya sangat menbenci Aaron seperti di dalam mimpinya. Mengetik nama Aaron di mbah google, Menurutnya Aaron adalah pria sukses seperti Rangga , Mungkin identitas orang sukses akan terpangpang nyata disana.


"Aaron Addison, Pemilik perusahaan tersohor di indonesia ataupun di luar indonesia Aa corp . Nama yang sangat familiar." Batin Mayra.


Mayra juga mencoba mencari informasi lewat akun instagramnya, Mencari dengan jeli. Dirinya tak mau rasa penasarannya semakin menjadi jika dia hanya diam saja.


Betapa terkejutnya Mayra mendapati banyak foto Aaron dan wanita mirip dengan dirinya. Apalagi mereka berpose mesra dan Mayra tatkala terkejut ketika dirinya menemukan foto preweding.


"Siapa wanita ini, kenapa sangat mirip denganku." Batin Mayra memegang wajahnya, Membandingkan wajahnya dengan wanita yang berada dalam foto tersebut lewat pantulan cermin.


"Mirip sekali denganku, Apa aku memiliki saudara kembar.?" Tanya Mayra pada diirnya sendiri.


"Apa yang kamu sembunyikan dari aku Rangga. Ya Tuhann tolong bantu hamba mencari jalan keluarnya, Kenapa hamba lupa dengan semua kejadian terdahulu." Batinnya lagi.


Mayra beranjanjak dari duduknya, Dirinya ingin bertanya pada Rangga. Mengapa dirinya tak bisa mengingat sesuatu sebelum bangun dari koma. Dirinya juga ingin tahu identitasnya, Karena dari penjelasan Rangga sungguh tak masuk di akal.


Mayra melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja Rangga sebelum membuka pintu Mayra dikagetkan dengan bentakkan dari dalam ruangan yang ia yakini sebagai suara Rangga.


Mayra membekap mulutkan ketika Rangga menyuruh orang melakukan pembunuhan pada pria yang selalu keluar dimimpi Mayra.


"*Sebenarnya kamu siapa Rangga? Kenapa kamu dengan mudahnya menyuruh orang melenyapkan nyawa manusia. Dimana hati nuranimu.?" Batin Mayra, Dirinya mengurungkan niatnya meminta penjelasan sedetail- detailnya tentang dirinya.


Kembali ke kamar adalah pilihan utama, Dirinya akan berusaha tak tau menau tentang Rangga dan asal- usulnya. Dirinya akan menguak sendiri tentang semua yang terjadi padanya*.