Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 67



Aaron berlari ke arah resepsionis bandara, Bertanya apakah ada korban kecelakaan dirujuk ke rumah sakit luar negeri.


"Bentar saya cek dulu pak." ucap karyawan.


"Tidak ada yang bernama nona Maya afriaresa pak, apalagi dalam keadaan sakit." Timpal Karyawan itu.


"Coba cek lagi." Sergah Aaron.


Aaron kembali lagi ke arah mobilnya tanpa mengucapkan terima kasih. Dirinya tak peduli dengan penampilannya sekarang meskipun acak- acakan. Dirinya mendatangi rumah sakit satu ke lainnya namun dirinya tak menemukan titik terang Maya.


Aaron menangis dalam mobilnya, Mengapa dirinya begitu bodoh membiarkan Maya sendirian.


"Kamu kemana yank tolong jangan bikin aku tersiksa." Batin Aaron memukul setirnya.


Aaron kembali kerumah ketika mendapati telvon dari Arkan jika Talia pingsan, mendengar kabar Maya kecelakaan dan menghilang.


Dikediaman Addison sudah ramai oleh mobil para sahabat dan tak lupa Ayah Tio juga dikabarinya.


Aaron menginjakkan kaki lemahnya memasuki rumahnya. Dia kehilangan separuh jiwanya yang entah kini ada dimana.


Ketika membuka pintu , Talia langsung menghampirinya dengan mata sembab sudah dipastikan bundanya sangat terpukul atas kejadian itu.


"Nak bagaimana? Maya sudah ketemu kan nak. Dirawat dimana sekarang dia nak.? " Cecar Talia menghampiri Aaron.


"Jawab bunda Aaron jangan diam aja." sergah Talia yang mendapati Aaron masih terdiam.


Aaron bersimpuh dikaki bundanya dirinya juga terpukul atas kesalahan fatalan yang dirinya perbuat sehingga menimpa wanitanya.


"Maafin Aku bun. Aku gagal jaga Maya bun." Aaron menunduk, Ia menangis meratapi nasib wanitanya.


"Kamu dimana sayang semuanya khawatir sama keadaan kamu. Kembalilah aku mohon." Batin Aaron meneteskan air mata.


Talia mendorong Aaron hingga dirinya terjeramba ke lantai. Talia tak habis fikir bagaimana bisa Aaron sampai kecolongan seperti ini hingga membuar Maya kecelakaan dan tak tau dimana Maya dirawat.


"Kamu memang gak becus jadi pria Ar bunda kecewa sama kamu. Bunda sudah mewanti- wanti kam...." ucapannya tepotong sebab Talia pingsan dipelukan Arkan dengan sigap Arkan membawa Talia ke kamarnya memberi pertolongan pertama unruk istrinya.


Tio menghampiri Aaron dirinya juga terpukul atas semua yang menimpa putrinya. Niat hati ke ibukota menghadiri pernikahan sang putri namun setelah sampai di ibukota dirinya mendengar berita buruk tentang putrinya. Hati Ayah mana yang tak sedih mendapati putrinya kecelakaan dan tak tau siapa seseorang yang telah menyelamatkan putrinya dan membawanya.


Membawa Aaron ke sofa bersama para sahabat dan Tiara yang sesegukan di pelukan suaminya.


"Semua sudah takdir nak jangan sampai membuat dirimu terpuruk. Ayah dan semuanya akan membantu menemukan Maya, Jadi jangan berfikir kalau kamu sendiri nak." Ucap Tio memegang bahu Aaron.


Aaron memeluk Tio dengan erat, Dirinya merasa bersalah atas hilangnya Maya karna dirinya Maya kecelakaan dan hilang entah kemana.


"Maafin yah, Aku masih belum bisa ngelindungi Maya." Ucap Aaron meneteskan Air mata , Semua yang berada disana juga sama kehilangan namun Aaron jauh lebih besar kehilangannya.


"Aku mencari Maya di rumah sakit terdekat tapi kata mereka Maya sudah dirujuk keluar negeri bersama suaminya." Ucap Aaron menundukkan kepalanya.


"Maksutnya gimana Ar. Suami siapa yang dimaksut.?" Tanya Noah antusias.


"Gua gak tau Noah. perawat itu bilang pria itu akan menembak mereka jika tak menuruti kemauannya." Timpal Aaron lagi.


"Gua tau siapa pelaku utamanya." Ben angkat bicara.


"Siapa?" Tanya mereka serempak


"Rangga Luxio. Karna hanya Rangga yang dengan teganya menembak seseorang yang tak mau menurutinya sama seperti Amanda. Lu sendiri kan yang bilang Ar kalau Amanda akan melakukan apapun agar tujuannya tercapai. Mungkin mereka bekerja sama merencanakan semua ini. " sergah Ben yakin.


"Jangan asal nuduh nak gak baik kita belum ada bukti apapun" Sahut Tio membenarkan.


Aaron mengepalkan tangannya, Dirinya ingat betul ucapan segrombolan ibu- ibu itu yang mengatakan bahwa yang membawa Maya kebule- bulean.


"Gua setuju apa yang lu omongin tadi ibu- ibu yang bilang sama gua, Pria yang membawa Maya cowok bule. dan gua yakin dia Rangga." Sahut Aaron dirinya berdiri bersiap ke kediaman Luxio.


"Ar lu mau kemana?" Tanya Noah yang melihat Aaron berdiri mengepalkan tangannya.


"Gua mau kekediaman Luxio kalau sampek apa yang gua fikirin benar gua habisin Rangga." Aaron kembali melangkahkan kakinya. Ben , Revan , dan Noah mengikuti Aaron dirinya tak mau sahabatnya menanggung masalahnya sendiri.


Mereka sudah seperti saudara setelah kesalahfahaman antara Aaron dan Noah usai.


Mereka berfikir jika Aaron pergi sendirian akan berakibat fatal pada dirinya sendiri apalagi sekarang emosinya tak terkontrol.