Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Ketakutan Tiara



Setelah dua hari di rawat di rumah sakit dan kini Maya sudah nampak lebih sehat dan segar. Dan selama dua hari itu pula Maya mengkhawatirkan sang sahabat yang tidak ada kabar. Sudah puluhan chat ataupun telvon namun tak ada balasan dari Tiara.


''Mungkin dia ada di apertemen'' Batin Maya.


Setiba di apertemennya, Maya bergegas menuju kamarnya yang ditempati olehnya dan Tiara. Apertemen Maya termasuk apertemen kecil karna hanya ada dua kamar dan kamar satunya di buat ruangan kerja oleh Maya. Sehingga antara Maya dan Tiara harus berbagi ranjang jika tidak ingin tidur di sofa.


Maya memasuki kamarnya namun tak ada tanda- tanda ada Tiara disana. Ia semakin penasaran dengan keberadaan Tiara, ia kembali berjalan menuju pintu kamar mandi. Tepat dugaannya jiak ada suara gemercik air didalam sana.


Mungkin dia sedang mandi pikir Maya.


Maya membiarkan Tiara untuk mandi sedang dirinya memilih mandi di kamar sebelah tepatnya ruangan kerjanya.


Setelah membersihkan diri menghabiskan waktu beberapa menit Maya kembali lagi


ke kamarnya. Ia melihat Tiara sudah mulai memejamkan mata sembari lengannya bertumpu pada dahinya.


'' Ra....'' Panggil Maya seketika Tiara membuka mata dan ia nampak terkejut dengan kedatangan Maya.


'' May.. Lu ke..mana aja.'' Tanya Tiara gugup tak seperti biasanya.


''Selama dua hari kemarin aku dirawat dirumah sakit.'' Terang Maya ,Ia melihat jelas wajah Tiara seperti ketakutan ketika pandangannya mengarah ke wajah Maya.


''Lu sakit?. sakit apa May? kenapa gak ngabarin gua?'' Tanya Tiara secara beruntun.


'' Satu- satu nanyanya dong ra. Oya kenapa muka kamu kayak bengkak gitu. Kamu habis ngapain aja ra.'' Tanya Maya yang penasaran dengan wajah sang sahabat. Maya mencoba memegangi pipi yang bengkak itu tetapi anehnya Tiara langsung menghindar.


''Oh ini tadi waktu dikantor aku jatuh terus nih muka cantik gua babak belur kena pojokan tembok.'' Sahut Tiara, Ia sebisa mungkin menahan kebohongannya agar Maya tak kecewa terhadap dirinya.


'' Gua gak boleh jujur sama Maya, Gua gak mau dia kecewa sama gua. Cukup gua pendem sendiri aja. toh, Dia juga baru pulang dari rumah sakit takutnya dia makin drop kalau gua jujur sama dia. Lu harus kuat Tiarra'' Batin Tiara menyemangati dirinya sendiri.


''Seriusan ra ini parah banget loh. Udah dibawa kedokter.'' tanya Maya memastikan.


''Udah . Diberi salep juga sama dokter.'' Sahut Tiara memperlihatkan salepnya.


''ihhh gua juga nanya lu sakit apa kenapa di rawat di rumah sakit gak ngabarin gua lagi.'' Tanya Tiara.


''Terus kenapa gak ngabarin aku Maya Oon.'' Tanya Tiara lagi tak lupa menjitak dahi Maya dengan pelan.


''lahh aku udah chat kamu bahkan nelvon kamu . Tapi nomermu gak pernah aktif. Nih lihat.'' Jawab Maya memperlihatkan handponenya.


'' Oh iya yah . Aku lupa naruh hpku dimana dari kemaren .aku gak pegang hp sewaktu nih muka bonyok.'' Sahut Tiara mengingat- ingat dimana terakhir kali pegang handponenya. Seketika raut wajahnya menjadi tegang, mengingat dimana Tiara berada di apertemen seorang pria.


Membantu pria itu memasuki apertemennya dalam keadaan mabuk dan babak belur. Pria itu meracau mengumpat seseorang yang Tiara yakini sebagai biang masalah dari diri pria itu.


Ketika sudah berada di atas kasurnya, Pria itu terus meracau memanggil nama kekasihnya dan terus mengumpat seseorang yang kemungkinan rivalnya .Hingga ketika mata sang pria terbuka, Ia mendapati seorang gadis yang sedang berdiri melihatnya. Dalam keadaan setengah sadar, Ia fikir gadis yang ada di hadapannya adalah orang yang sangat dicintainya.


Maya melihat keringat mulai bercucuran dari dahi Tiara hingga membuatnya bingung. Bukankah kamarnya sejuk bahkan ac sudah sangat dingin menurut Maya. Tetapi kenapa Tiara sampai berkeringat seperti itu apalagi tangannya meremas kuat selimut yang masih menutupi kakinya.


"Ra, kenapa." Tanya Maya sembari memegang bahu Tiara. Hingga membuat Tiara sepontan berteriak karena kaget.


"Akhhbh...... " Teriak Tiara kaget kala bahunya di pegang oleh Maya.


"Ra ada apa?." Tanya Maya yang melihat raut ketakutan dari wajah Tiara.


Tiara tak menjawab hanya gelengan kepala saja yang mewakili bahwa dirinya tak apa- apa. Maya semakin curiga dengan gelagat yang tak seperti biasanya , Apalagi sekarang Tiara malah tidur dengan tubuh sudah tertutup selimut dengan sempurna.


"Ada apa dengan Tiara, apa ada masalah selama aku dirawat dirumah sakit." Batin Maya memandang tubuh yang sudah tertutupu selimut itu.


Maya juga menelentangkan tubuhnya di samping Tiara. Ingin bertanya sepertinya bukan waktu yang tepat melihat wajah ketakutan Tiara. Biarlah, Besok dirinya akan mencecar Tiara dengan berbagai pertanyaan dan itu harus di jawab oleh Tiara fikir Maya.


Hayyyoowww siapa kira- kira dia ya... ditunggu beberapa episode lagi ya Bestie biar tau kelanjuttanya.


Like


Vote


Comentnya dong Bestie aku menunggu🙏😝