
Kini Aaron di kamarnya seorang sendiri, Sahabatnya mencoba memberilkan ruang untuknya berfikir dengan tenang mungkin dengan begitu Aaron bisa mengambil langkah apa yang menurutnya benar.
Meskipun begitu Ben tak lupa menaruh Cctv yang terhubung dengan handponenya. Ben takut jika Aaron akan melakukan hal bodoh ketika sedang sendiri, Bunuh diri misalnya.
Aaron melangkah ke arah balkon, Mengambil bingkai yang tertera wajah dirinya dan wanitanya tengah tersenyum bahagia bersama. Air matanya dengan senantiasa menetes membasahi pipi seorang Aaron.
Aaron memeluk foto itu dengan erat sama seperti memeluk wanita terkasihnya. Membayangkan yang ia peluk wanitanya denga erat.
"Sayang kamu dimana? Aku merindukanmu sayang. Bukankah harusnya hari ini kita menikah, Kamu bahkan sangat cantik memakai gaun itu sayang." Monolog Aaron memandang foto Maya dan dirinya.
Membayangkan pada waktu figting gaun pengantin, wanitanya sangat cantik memakai gaun tersebut dengan senyuman yang terus merekah.
"Kamu tau, Aku sekarng kesepian. Ben dan Noah menganggap aku pria begok yang terus berlarut dalam kesedihan." Ucapnya lagi dengan tersenyum walau air matanya menetes dengan lancangnya.
"Apa ini maksut dari ucapanmu tempo lalu sayang. Kalau kamu akan pergi? ." Aaron mengelus bingkai foto itu dengan lembut menyalurkan rasa rindunya.
"Aku akan terus mencarimu sayang walau ke ujung dunia sekalipun, Kamu ingatkan dengan ucapanku? Aku akan terus mencarimu sayang." Aaron memeluk bingkai fotonya.
"Betul apa kata Noah, Gua gak boleh lemah. Gua akan mencoba memperbaiki diri agar bisa ngelindungi Maya. Gua harus bangkit demi Maya ,gua bisa ngejalani ujian ini. Gua yakin Maya akan kembali." Batin Aaron menyemangati dirinya sendiri.
Dirinya bertekad akan mengubah dirinya agar bangkit dari keterpurukan. Jika sampai Maya kembali dan mendapati dirinya depresi, Akankah Maya masih mau bersanding dengannya.
Aaron berjalan ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dari sisa- sisa tadi malam dirinya mabuk.
Setelah beberapa menit, Aaron bersiap. Memakai jas formalnya, Dirinya bertekad akan menjadi yang lebih baik lagi kedepannya hanya untuk kekasihnya.
Mengendarai mobilnya memecah keramaian ibukota yang nampak lengah, Dirinya menoleh ke kiri kemudi. Nampak seorang wanita cantik tersenyum padanya.
Membuat Aaron memberhentikan mobilnya, Dirinya sangat terkejut ketika mendapati Maya ada didalam mobilnya.
"Sayang." Ucap Aaron ingin meraih tubuh Maya, Namun ketika itu tubuh Maya menghilang bersamaan dengan bunyi klakson yang terus besaut- sautan.
Aaron menoleh ke belakang, Dan benar saja dibelakang mobilnya sudah macet karena ulahnya. Aaron menjalankan mobilnya kembali dengan hati kembali gelisah, Dirinya masih bingung dengan apa yang dilihat dan didengar barusan. Aaron menepikan mobilnya, Mangumpulkan kesadaran yang baru saja telah hilang dalam sekejab.
Aaron melihat ke arah samping kemudi lagi namun disitu kosong , tak ada siapapun apalagi wanitanya.
"*Aku dengar sayang kalau kamu akan kembali. Aku akan menunggumu sayang cepatlah capek Sayang, aku menunggumu." Batin Aaron melihat ke arah samping kemudi.
"Aku berusaha bangkit untukmu sayang." Batinnya lagi*.
Dia kembali menjalankan mobilnya ke arah Aa corp. Melewati beberapa karyawan dengan gaya angkuh dan coolnya.
Banyak yang tau hubungan Aaron dan Maya, Apalagi tentang pernikahan mereka yang harus dibatalkan karena mempelai wanita kecelakaan dan sekarang hilang entah berada dimana.
Mereka sangat menyayangkan hubungan itu, Apalagi mereka sama- sama tampan dan cantik, Menurutnya couple goals banget.
Namun apa yang mau dikata jika takdir sudah bertindak. Manusia yang merencanakan namun takdir berkata lain.
Mereka juga mendoakan agar mempelai wanita cepat dipertemukan dan kembali memadu kasih yang sempat tertunda.
Mengucapkan ikrar suci hingga para saksi berkata sahhhhh.