
Maya dan Aaron mengisi perutnya setelah sehari menghabiskan waktunya dipantai kuta Bali. Mereka dengan lahapnya memakan olahan laut yang membuat siapa saja bernafsu untuk segera menyantapnya. Namun tiba- tiba mereka dikagetkan dengan suara wanita yang Aaron kenali.
''Aaron , Kamu disini darling.'' Ucap Amanda menghampiri Aaron dan memeluknya dan tak lupa Amanda juga mencium pipi kanan dan kiri Aaron. Amanda sekilas melirik ke arah Maya.
Hal itu tak luput dari penglihatan Maya, Yang membuat hatinya bergemuruh menahan sesak didada.
''Amanda kamu kesini sama siapa??'' Tanya Aaron, Ia berharap lelaki yang bersamanya adalah kekasih Amanda. Agar tak menimbulkan kesalahpahaman antara dirinya dan Maya.
''Oh ini kenalin dia Rangga sepupuku. Dan ini Aaron ngga temanku di perancis dan cinta pertamaku.'' Sahut Amanda memperkenalkan. Ia sengaja mengatakan itu, Karna ia melihat Maya seperti menahan cemburu ketika ia mencium Aaron. Seperti ada hubungan khusus antara keduanya. Tak sesuai harapan Aaron, Namun ia tetap membalas jabatan tangan Rangga.
''Ini....''Tunjuk Rangga ke arah Maya.
''Dia ke......'' Ucapan Aaron terputus.
''Saya sekertarisnya. Perkenalkan nama saya Maya Afriaresa.'' Sambung Maya sembari menjabat tangan Rangga.
''Senang berkenalan denganmu nona cantik.'' Ungkap Rangga mengedipkan matanya ke arah Rangga. Dan itu tak luput dari penglihatan Aaron . Tangan Aaron mengepal ketika melihat mata Rangga memandang kekasihnya seperti ingin menelanjangi.
''Maaf sepertinya kami harus pergi dulu, Karna ada meeting mendadak.'' Ujar Aaron menarik tangan Maya.
Rangga memandangi punggung Maya hingga ia tak terlihat lagi.
'' Sepertinya Dia wanita yang kucari '' Ujar Rangga menduduki tempat dimana Maya duduk tadi.
''Wow... Cinta pada pandangan pertama.'' Sahut Amanda.
''Bisa dibilang begitu.'' Timpal Rangga lagi.
''Tunggu aku cantik. aku akan segera datang untuk memilikimu.'' Batin Rangga tersenyum ngeri.
...****************...
Setelah sampai di hotel, Mereka memasuki kamar masing- masing tanpa ada yang memulai untuk berbicara.
Maya sibuk dengan fikirannya, Ia merasa Aaron sedang mempermainkannya . Beralasan menjadikan kekasih sekilasnya namun ada maksut lain yang mendasarinya, Atau dia ingin membalaskan dendam kepada dirinya karna dulu telah meninggalkannya demi sahabatnya.
Begitu juga dengan Aaron sibuk dengan pemikirannya . Ia berasumsi bahwa Maya tak mau mengakui dirinya sebagai kekasihnya karna Maya tertarik dengan Rangga.
Aaron beranjak dari kamarnya menuju kamar kekasihnya. Ia akan meminta maaf , cukup dulu Aaron merasa begitu bodoh dengan meninggalkan wanita yang dicintainya bersama pria lain.
Tookk....tokkk...tokkk....
Maya membuka pintu dengan memakai baju tidurnya, Mungkin dia hendak tidur.
''Sayang boleh aku bicara??'' Tanya Aaron, Memulai pembicaraan.
''Silahkan.'' Sahut Maya dengan santai namun keinginn hatinya ingin sekali menghajar Aaron.
''Mmmm.... gimana kalau kita bicara dibalkon.'' Tanya Aaron ragu takut mendapat penolakan.
Tanpa menjawab Maya masuk ke kamarnya hanya sekedar mengambil jaket.
Maya berjalan mendahului Aaron , Cukup kesal memang kalau hanya sebagai misi balas dendam.
Setiba di balkon, Aaron duduk disamping Maya. Memandang dengan lekat wajah yang selalu mewarnai hari- harinya. Digenggamnya tangan itu dengan lembut.
''Honey, Maafkan aku, Dia bukan siapa- siapaku .Dulu kita berteman selama diperancis . Dan kemarin dia kerumah ku, Ayahnya berencana menjodohkan aku dan Amanda . Tapi aku tolak karna hatiku masih milikmu Sayang.'' Ungkap Aaron. Maya yang mendengar itu sedikit lega. Kemungkinan dugaannya itu salah menilai Aaron . Maya hanya bisa tersenyum samar dengan pernyataan Aaron bukan berarti percaya begitu saja.
Aaron mengelus rambut Maya dari samping dan berdoa agar Maya percaya pada penjelasannya.
'' Apa kamu cemburu.'' Maya mengangguk lalu menggeleng. Terlalu malu menurutnya kalau harus mengakui kalau dirinya cemburu.
''Kamu masih gak mau mengakui kalau hatimu masih terpaut denganku.'' Ucap Aaron lagi . Maya hanya diam memalingkan wajahnya.
Dengan gerakan cepat Aaron menyambar bibir ranum milik Maya. Seakan terhipnotis dengan sentuhan Aaron, Tubuhnya langsung merespon. Mengalungkan tangannya di leher Aaron.
Maya membalas ciumannya dengan artian Maya juga masih mencintai dirinya.
Aaron mengakhiri ciumannya , Dahi mereka saling menempel. Nafas memburu juga mereka rasakan.
''Kamu masih mencintaiku honey, Respon tubuhmu tak bisa membohonginya.'' Ucap Aaron sembari membelai wajah Maya.
Wajah Maya memerah, Ia memalingkan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.