
Diruangan serba putih, Menyeruak bau obat- obatan.Infus menggantung disisi kanannya namun seseorang di atas brankar masih memejamkan matanya. Mungkin mimpinya terlalu indah hingga enggan untuk membuka mata.
Rangga
Ya, Rangga yang telah menolong Maya. Ia mendapat telvon dari anak buahnya yang ditugaskan untuk mengawasi Maya, Melaporkan bahwa Maya keluar kantor sambil menangis bajunya bersimbah darah. Tanpa pikir panjang Rangga segera pergi ke lokasi yang sudah dikirimkan anak buahnya. Dan disinilah dia menanti nona cantik yang masih setia memejamkan matanya.
Sengaja menyuruh anak buahnya untuk memata- matai seseorang yang membuat libidonya naik drastis. Bukan karna cinta, melainkan seorang Maya mampu membangkitkan hasrat bercintanya kembali setelah sekian tahun ditinggalkan sang kekasih untuk selamanya dan disitulah hasratnya juga ikut mati bersamaan dengan sang kekasih. Hingga ia bertemu dengan Maya waktu liburan di Bali bersama sepupunya. Ia berencana meluluhkan hati seorang Maya afriaresa, Meskipun dia tau kalau Maya memiliki kehidupan yang rumit ia tak mempersalahkan ,Yang terpenting Maya bisa membangkitkan gairahnya. Soal cinta bisa diurus belakangan yang penting bisa memiliki seutuhnya.
Rangga menggenggam tangan Maya sesekali mengecupnyabdan hal itu sukses membuat si ono tegang. Mengapa? Hanya Rangga yang bisa menjawabnya.😁
'' Shittt Cuma gini aja udah on fire gimana kalau udah ahhhh bisa gila gua.''' Batin Rangga.
Tangan Maya yang berada di genggaman Rangga bergerak , Tak menunggu lama mata yang terpejam kini sudah terbuka sempurna namun masih kelihatan sayu. Ia menoleh kesamping melihat seseorang yang tak pernah dikenalnya menggenggam erat tangannya. Wajahnya menampilkan senyum yang menawan membuat siapa saja akan terpesona olehnya terkecuali Maya.
''Kamu siapa.?'' Ucap Maya lemah. Ia menarik tangannya yang digenggam oleh pria itu.
''Aku Rangga, Kita pernah berkenalan dulu waktu dibali.'' Ucap Rangga tak lupa senyumannya yang melekat di wajahnya.
Maya mencoba mengingat- ingat itu, Iya Maya mengingat Rangga ketika makan direstoran bersama Aaron lalu Amanda dan Rangga menghampirinya. Ketika ia mengingat Aaron, Air matanya kembali menetes. Betapa bodohnya dia tergoda dengan sentuhan Aaron dan membuat Bunda Talia kecewa padanya. Ia juga merutuki dirinya telah mengambil jalan yang salah menerima Aaron sebagai kekasih gelapnya. Menyesalpun tak ada gunanya semuanya sudah terjadi.
'' Kamu kenapa menangis. Ada yang sakit??'' Tanya Rangga memastikan ketika melihat Maya menangis hatinya nyeri.
''Aku gak apa- apa kok ngga. Makasih ya kamu udah nolongin aku.'' Ujar Maya menghapus air mata yang dengan kurang ajarnya mengalir tanpa permisi.
'' Santai aja. Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri lebih baik berbagi siapa tau kalau berbagi cerita bisa membuat hatimu lebih plong.'' Sahut Rangga.
''Bisa bijak juga kata- katamu ngga , Aku pikir kamu gak bakalan bisa bicara bijak.'' Timpal Maya membuat Rangga mencebikkan bibirnya. Setidaknya itu bisa membuatnya terhibur meskipun hanya sementara.
Rangga dengan setia menemani Maya agar ia tak kesepian apalagi mengingat Maya baru dapat masalah.
...****************...
Dilain tempat, Tepatnya dimansion keluarga Addison tampak rumah sedang kacau karna ulah Aaron. Ya , Aaron sehabis bertengkar dengan sang bunda mengejar Maya namun Maya tak menghiraukannya hingga keluar dari area kantor Aaron kehilangan jejak sang kekasih. Aaron mencoba menelvon tapi tak diangkat, Hingga ia berfikir kalau Maya pulang ke apertementnya.
Ia mengira Maya akan pulang ke apertemnetnya melihat kondisi Maya yang memprihatinkan. Setiba diapertement sang kekasih, Yang membukakan pintu bukan Maya tapi seorang gadis mungkin gadis itu yang namanya Tiara.
''Maya ada??'' Tanya Aaron ketika gadis itu membuka pintunya.
''Kalau jam segini Maya lagi ngantor. Ada apa???'' Tanya Tiara.
Sekali lagi menelvon namun nihil suara operator yang berbunyi.
''Dimana kamu sayanngg??. Maafin aku yang masih belum bisa melindungimu.'' Aaron bermonolog sendiri.
Kini Aaron sedang adu mulut bersama sang bunda, Aaron tak terima bunda memecat Maya secara sepihak.
''Bunda egois, Maya itu gak salah apa- apa bun kenapa bunda lakuin ini. Dia itu wanita baik.'' Ujar Aaron menahan kekesalan. Walau kesal bagaimanapun Aaron tetap menghargai sang bunda.
'' Gak ada wanita baik- baik main belakang sama kekasihnya apalagi mereka akan menikah Aaron. Kamu mikir dong jangan mau jadi pebinor.'' Sahut Bunda Talia penuh emosi.
''Bunda tau dari mana kalau mereka akan menikah.'' Tanya Aaron.
''Dari kekasih Maya sendiri. Setelah bunda melihat di bawah bantal kamu ada foto kalian berdua ,Bunda langsung menemui Noah kekasih Maya. Dia bilang akan melamar Maya tepat dihari ulang tahunnya kurang berapa hari lagi.?? Kamu mikir gak sih gimana perasaan Noah ketika tau kamu bermesraan, saling bercumbu sama calon istrinya. Dia pasti sakit hati Aaron.'' Jawab Talia berapi- api.
''Maya gak mencintai Noah bun. Maya ber....''
''Gak cinta katamu. Tapi bertahan hingga bertahun- tahun.'' Sergah Talia.
''Maya bertahan karna dapat wasiat dari almarhum ayahnya Noah bun. Mereka harus bersama.'' Timpal Aaron.
''Lalu kenapa kamu recoki hubungan Mereka.'' Tanya Talia suaranya mulai melemah tak tau harus bagaimana lagi memberitahu Aaron .
''Udah Bun dengerin penjelasan Aaron dulu jangan berekpekulasi sendiri, Jangan gegabah kalau kita salah mengambil tindakan. Nambah runyam masalahnya.'' Sahut Arkan memegang bahu istrinya.
'' Ayo Nak ceritakan semuanya jangan ada yang ditutupi.'' Ucap Arkan.
''Dulu aku dan Maya saling mencintai waktu masih kuliah tapi aku gak pernah mengajaknya pacaran hanya dengan ungkapan saja. Ketika Aku meminta pindah keluar negeri sebetulnya aku sakit hati sama dia karna dia bilang mencintaiku tapi kenapa dia menerima cinta Noah.Dan ketika kembali kesini lagi setelah 6 tahun menenangkan diri di perancis aku menemukan fakta baru bahwa dulu Maya menerima cinta Noah karna sebuah ancaman. Noah mengancam Maya akan mencelakai aku kalau Maya gak mau menerima Noah sebagai kekasihnya. Ketika aku udah pergi, Maya ingin mengakhiri hubungannya tapi dengan liciknya Noah menyangkut pautkan dengan Ayahnya. Ayahnya Noah sebagian besar yang telah membiayai kuliah Maya hingga lulus. Dan ketika ayahnya Noah mau meninggal beliau meminta tolong ke Maya jangang pernah meninggalkan Noah, Harus bersamanya.'' Cerita Aaron panjang lebar.
''Kenapa sampai Ayahnya Noah yang membiayai kuliahnya Maya bukannya masih ada Tio.''Tanya Arkan. Ia memang tau betul mengenai Maya apalagi keluarganya.
''Maya gak mau merepotkan om Tio pa. Pada masa itu Om Tio dalam keadaan terpuruk karna perusahaan yang memperkejakannya hampir colab. Jadi Maya gak mau menambah beban Om Tio apalagi Om Tio masih membiayai Tiara anak kndungnya. Maya juga bekerja paruh waktu di restoran buat bayar kuliahnya. Mungkin Noah gak tega jadi minta bantuan ke ayahnya.'' Timpal Aaron.
'' Sungguh anak yang malang.'' Ujar Arkan.
Talia hanya menjadi pendengar setia , Ia tak tau harus berkata apa disatu sisi dia teramat menyesal dengan tindakannya tadi. Karna terbawa emosi hingga menampar wanita malang itu.