Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 41



''Siapa ra??'' Tanya Maya tanpa membalas pelukan Tiara, Ia kecewa telah gagal menjaga amanat Ayah Tio untuk menjaga Tiara putri kandungnya sampai bisa hamil diluar nikah.


''Maksutnya apa May??'' Tiara melepas pelukannya.


''Siapa ayah dari anak yang kamu kandung??'' Tanya Maya tanpa basa- basi.


Deggg.


''Maya sudah tau semuanya'' Batin Tiara.


''Akkk..uuuu.'' Ucap Tiara tergagap takut menyakiti hati sahabatnya.


''Siapa Ra, Aku kecewa sama kamu ra. Gimana kalau ayah sampai tau semua ini??'' Sahut Maya mengguncangkan bahu Tiara.


''Amy sabar. Kita dengar dulu penjelasan Tiara'' Titah Aaron menenangkan Maya. Maya memeluk Aaron tempat ternyamannya.


''Tiara coba ceritakan??'' Titah Aaron.


''Aakkkuuu di perkosa'' Tiara nampak mengeluarkan air mata.


''Sewaktu pulang kantor gguuuaa naik taksi, Lalu gua melihat orang yang gua kenal terkapar di tepi jalan jjjaaddi guuaa berinisiatif nolongin dia. Karna gua gak tau tempat tinggalnya jadi gua bawa dia ke apertemen kita May.'' Ungkap Tiara sembari mengusap kasar pipinya yang basah karna air mata.


''Kamu melakukannya diapertemen kita ra. Dimana otak kamu ra.'' Bentak Maya, Ia sudah terbawa emosi.


''Amy dengerin dulu.'' Ucap Aaron merangkul pundak Maya.


''Aku gak ada pilihan lain May. Aku juga gak tau pria brengsek itu kenapa tiba- tiba nyeret gau ke kamar kita May. Dia manggil nama lu, dia mendesah nama lu Dia nyetubuhi gua tapi nyebut nama lu May. Gua berasa gak ada harga dirinya sebagai perempuan May.'' Tiara semakin sesegukan.


''Sebentar Tiara, Pria itu memanggil nama Maya?? Apa dia kenal juga sama Maya.???'' Tanya Aaron penuh kehati- hatian.


''Berarti yang dia incar Maya bukan Tiara.'' Batin Aaron mengepalkan tangannya berarti gadisnya dalam keadaan bahaya.


''Jawab siapa ayahnya kita minta pertanggung jawaban sama dia.'' Ucap Maya juga menangisi nasib sahabatnya.


''Percuma May, Dia gak pernah mau tau tentang gua yang dia mau cuma sama lu, Dia cuma mau anak dari rahim lu bukan gua.'' Sahut Tiara.


''Kamu gila Ra, Aku gak sudi punya anak dari bajingan seperti dia. Cepet beri tahu aku siapa bajingan itu kalau gak jangan harap kamu bakal lihat aku lagi. Aku akan pergi ninggalin kamu ninggalin semuanya. Semua masalah datangnya dari aku, Aku biang masalah.'' Maya menangis histeris, Aaron dengan sigap merengkuh tubuh gadis yang nampak menderita.


''Sayang jangan bicara seperti itu, Kamu bukan biang masalah sayang, semuanya itu sudah takdir.'' Pungkas Aaron membelai rambut wanita yang dicintainya.


''Nnnnoooaahhh.'' Timpal Tiara dengan suara memelan.


Deggggg


Bagai tersambar petir Maya kembali tak sadarkan diri ketika seseorang yang telah memperkosa Tiara adalah kekasihnya. Meskipun masih belum mencintai seorang Noah, Namun ia begitu kecewa terhadap Noah. Kenapa harus Tiara yang ia rusak masa depannya. Mengapa harus sahabatnya yang jadi sasarannya.


''Sayang bangun'' Aaron terus menepuk pipi Maya namun nihil Maya tak jua membuka mata. Aaron menggendong Maya memanggil dokter Revan untuk menangani wanitanya, Ia tak mau sembarang dokter menyentuh wanitanya.


''Kenapa Maya pingsan lagi???'' Tanya Revan ketika melihat brankar orang yang sama .


''Cepet periksa biar dia cepet siuman.'' Sergah Aaron.


Aaron menghubungi keuarganya memberi tahu kalau ia berada di rumah sakit menemani Maya. Hal itu membuat Bunda Talia ingin cepat menemui Maya dan meminta maaf atas kesalahannya kemarin.


Mengapa takdir begitu tega memisahkan cinta sejati demi sebuah wasiat hingga sampai akhirnya penghianatan yang menantinya.