
Matahari sudah mulai menyingsing dari barat . Deburan ombak terdengar syahdu di telinga pecinta alam. Dalam suasana hening mereka menghabiskan sarapanya dan hal itu membuat Ben jadi bingung padahal kemaren mereka masih mesra namun sekarang malah asik diam dengan fikirannya masing- masing.
''Ada apakah gerangan'' Batin Ben.
''Ben gimana pertemuan kemaren??.'' Tanya Maya ketika melihat Ben seperti kebingungan dengan hubungannya dan Aaron seperti ada yang tak beres. Padahal kemarin masih baik- baik saja.
''Semuanya beres May.'' Sahut Aaron.
''Kalau gitu kita keliling aja yuk cari oleh- oleh, gimana Ben menurutmu.??'' Tanya Maya lagi.Dia tak menghiraukan keberadaan Aaron.
Ketika Ben melirik ke arah Aaron nampak Aaron menggelengkan kepala, Menyuruh Ben menolak ajakan Maya. Namun dengan jahilnya Ben mengerjai Aaron dengan menerima ajakan Maya tak sampai disitu juga Ben juga merangkul bahu Maya seperti sepasang kekasih.
''Ehhhemmm...'' Suara Aaron berdehem agar mengalihkan pandangan mereka kepadanya.
''Rasain lu baru nyahok kan.'' Batin Ben.
''Kenapa Ar. Makanya kalau makan tuh baca bismillah biar syaitonnya kagak nempel.'' Timpal Ben. Aaron semakin mendelik.
Maya yang mendengar itu hanya bisa menahan senyumnya saja. Mereka semakin gencar mengerjai Aaron.
''Ben, Kamu pakai parfume apasih kok harum banget.'' Sarkas Maya . Mengendus bahu Ben dan hal itu semakin membuat Aaron terbakar cemburu.
'' Aku pakek parfum cintam....'' ucap Bem terputus..
''Ben sekali lagi kamu berani megang kekasihku , Ku potong jonimu Ben.'' Pungkas Aaron yang tak terima dengan tindakan Ben.
''Ben gua bunuh lu Ben.'' Sarkas Aaron mengejar Ben hingga keluar dari restoran. Berlari menyisiri pantai hingga mereka basah semua karna bergelung di atas ombak.
Sungguh pemandangan langkah, Seorang CEO deperusahaan ternama memiliki tingkah konyol seperti Aaron.
Maya hanya bisa tertawa lepas menyaksikan mereka adu jotos lebay menurutnya. Karna adu jotosnya tak tepat sasaran , Ya mungkin itu kekonyolan persahabatan mereka.
Disisi lain dibalik pohon kelapa seseorang sedang memandang Maya tanpa kedip, Mendambakan pahatan sempurna tanpa cacat sama sekali. Ingin sekali melemparnya di atas ranjang dan mengukungnya dan membiarkan dia mendesah dengan kenikmatan yang telah diberikannya.
''Tunggu aku . Nanti aku akan memberikan kamu kenikmatan yang luar biasa sayang. Aku menanti hari itu.'' Batin pria itu menyeringai ngeri.
Sehabis Ben dan Aaron bergelut dengan ombak, Kini mereka menjelajahi tempat oleh- oleh khas Bali dari topi rajut , Tas rajut , Lukisan, Daster ala Bali dan masih banyak lagi.
Maya mencoba memakai topi rajut yang dipilihkan Aaron.
Dengan senang hati Maya menerimanya karena rajutannya sesuai dengan apa yang tengah dicari olehnya. Menurut Aaron apapun yang dipakai sang kekasih selalu saja membuat dia mempesona. Karna besok mereka akan terbang kembali ke ibukota setelah seminggu berada di pulau dewata Bali, Mereka menghabiskan berkeliling.Dan rencananya nanti malam mereka mengadakan barbeque di pantai.Kalau bertanya kenapa Ben tidak pulang dulu ke ibukota itu disebabkan karna hanya Ben karyawan plus- plus bagi Aaron bisa menawar dan yang paling penting jago merayu atasan atau sahabat terkonyolnya itu.
Berbelanja disupermarket terdekat, Mencari sesuatu yang dibutuhkan untuk acara nanti malam. Aaron menyewa beberapa pelayan di hotel untuk membantu mereka dalam urusan mengelola makanan , Maya sempat menolak karna menurutnya dia bisa sendiri. Namun Aaron kekeh dengan pendiriannya, Ia tak mau sang kekasih kecapekan nantinya.
......................