Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 72



Tringg.... (pintu lift terbuka)


Ben dan para rekannya yang lain hendak masuk ke dalam lift, namun ketika pintu lift terbuka Ben tampak terkejut karena netra matanya menangkap sosok Aaron yang sudah rapi dengan jas formalnya.


Padahal tadi waktu Ben meninggalkan apertement, Aaron masih tetap memandang lurus kedepan sambil memeluk foto kekasihnya. Sahabatnya berfikir jika Aaron sedang depresi hingga Revan mengundang seorang psikiatri ke apertement namun tiada hasil. Dirinya akan merespon ucapan lawan bicaranya jika pembahasannya menyangkut Maya kekasihnya.


"Ar Mmm Bos anda sudah sehat?" Tanya Ben pada Aaron yang melewatinya. Aaron hanya membalas dengan deheman, Ia terus melangkah tanpa melihat ke arah Ben dan yang lainnya.


"Syukur kalau lu udah bisa nerima Ar, Gua sama yang lain akan terus bantu lu." Batin Ben yang melihat punggung kekar itu berlalu.


"Kasian Tuan Aaron ya padahal kemarin harusnya mereka menikah tapi malah kejadian tragis menimpa mereka." Bisik karyawan yang bernama veronika pada teman sampingnya.


"Huss.. jangan ghibah kalau sampai Bos Aaron dengar bisa dipecat kalian. Tadi liat sendiri kan ekpresinya menyeramkan." Bisik Karyawan yang satunya.


"Jika sudah selesai ngobrolnya, Kita lanjutkan pekerjaan kita." Ujar Ben tanpa menoleh, Dirinya memasuki lift dan diikuti rekan yang lainnya mengekori. Meskipun diantara sahabat hanya Ben yang paling terkonyol namun jika masalah pekerjaan dirinya akan sangat tegas dan berwibawa pada karyawannya.


Ceklekkk...


Aaron berdiri di ambang pintu dan menelisik ruangannya, Dimana ruangan itu juga banyak kenangan bersama sang kekasih. Aaron melihat samar wajah Maya yang tersenyum padanya, Ketika Maya yang datang terlebih dahulu.


Ketika pandangannya mengarah ke sofa, Bayangan Maya tersenyum ketika Aaron menggodanya terlihat jelas di netra matanya.


Ia menengadah kepalanya, Menghalau air mata yang akan turun membasahi pipinya.


Aaron melangkahkan kakinya ke arah kursi kebesarannya. Mengecek beberapa file yang telah ia campakkan ketika dirinya kehilangan kekasihnya.


"Bismillah, Semoga engkau mempermudah jalan hidup hamba ya Rabb." Batin Aaron menengadah kepalanya.


...****************...


Setelah berbulan- bulan, Kehilangan sang kekasih membuat Aaron semakin tak menghiraukan penampilannya. Rambut agak gondrong, wajah yang dulu selalu ia rawat kini sudah ditumbuhi bulu- bulu halus di sekitar rahangnya.


Talia juga sudah di beritahu fakta yang sesungguhnya hingga kini membuat dirinya harus bolak- balik kerumah sakit karena terlalu berfikir keras dengan keadaan Maya yang dianggap putrinya.


Sejauh ini pencarian Maya belum membuahkan hasil, Mungkin yang telah menyembunyikan Maya sangat berpengaruh dalam dunia bawah hingga membuat orang- orang handal seklipun tak bisa menemukan titik terangnya.


Amanda setiap hari datang ke kantor Aa corp untuk mengambil alih hati Aaron yang masih mengisi sepenuh hatinya . Namun selalu penolakan mentah- mentah yang ia terima, Pernah juga Amanda sampai di usir oleh sacirity karena Aaron enggan berurusan lagi dengan Amanda. Apalagi seseorang yang mereka curigai sepupunya Amanda sendiri. Pernah Amanda di pojokkan dengan pertanyaan Aaron tentang Rangga namun Amanda tetap bungkam dengan tempat tinggal Rangga di luar negeri.


Mencoba menerima takdir jika Maya telah berpulang pada sisiNYA, Dirinya akan ikhlas. Namun ini, dirinya tak mendapati jasad sang kekasih. Dirinya enggan untuk ikhlas , Menurutnya jika jasadnya ada didepan matanya baru dirinya akan melepaskan dengan ikhlas.


Kini Aa corp semakin berjaya karena kegigihan Aaron dalam bekerja. Tak ada kata istirahat untuk diri Aaron, Dia gunakan hanya untuk bekerja dan bekerja. Dan inilah hasilnya setelah dua bulan ditinggal sang kekasih membuatnya menjadi orang yang kejam, tak mentolerir karyawan yang melakukan kesalahan walau sekecil apapun.


Sahabatnya hanya bisa pasrah atas sifat Aaron yang berubah drastis. Namun mereka cukup bersyukur sebab Aaron tak gangguan mental, Menurut mereka apa yang telah dilakukan Aaron sungguh diluar batas emosional manusia.