Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 61



Malam harinya Maya berencana membantu pelayan memasak makan malam. Memakai daster rumahan pilihan Maya, Dirinya bisa leluasa bergerak namun yang disayangkan hanya bodynya saja yang terpampang nyata.


Aaron yang bersantai dikursi dekat kolam dirinya membulatkan mata ketika dirinya menoleh ,pandangannya terkunci dengan wanita yang sedang berjalan ke arah dapur.


"Gila bener body Maya seksi abis beuuhhh." Ujar Ben dibelakang Aaron yang juga tak mengalihkan pandngnnya. Ben sengaja mendatangi kediaman Addison karna ada urusan pekerjaan yang mengharuskan Ben mendatangi sang atasan malam ini.


"Tutup matamu Ben". Sahut Aaron ketika mendapati Ben memandang wanitanya tanpa kedip.


"Sayang kalau dianggurin Ar. Huhhh Maya bikin gua Hor.."


Beum selesai ucapan Ben tiba- tiba saja dirinya tercebur ke dalam kolam. Siapa lagi kalau bukan ulah Aaron, dirinya tak mau kalau wanitanya menjadi pemandangan pria lain cukup dirinya saja yang melihat. Cemburu sudah pasti, Aaron sangat sensitif jika menyangkut tentang Maya.


"Anjinggg lu Ar, Ngapain dorong gua." Bentak Ben yang kesal dengan tingkah Aaron.


"suruh siapa lihat kepunyaan gua. Rasain lu." Ujar Aaron dirinya pergi di tempat itu, sedangkan Ben terus mengumpat namun Aaron tak menggubris.


Aaron berjalan mengendap- ngendap, Pelayan yang melihatnya hanya tersenyum simpul melihat majikannya yang terlampau bucin ,Hingga dirinya menyuruh pelayan pergi dengan mengkode dengan gerakan tangannya.


Greppppp.


Aaron memeluk Maya dari belakang membuat Maya terjingkat kaget.


"Sayangg kangenn." Ucap Aaron menaruh kepalanya diceruk leher Maya.


"A sana dong malu sama pelayan." Usir Maya namun tangannya masih sibuk mencuci sayuran.


"Udah aku usir semuanya." Sontak Maya menoleh, memastikan ucapan Aaron dan benar saja tak ada satupun yang hilir mudik seperti barusan.


"Kok diusir sih A gak bakalan selesai nih ceritanya." Sungut Maya kembali mencuci sayuran.


Aaron tak menggubris dirinya semakin mengencangkan pelukannya. Membuat si ono semakin sesak didalam meminta untuk segera dikeluarkan.


Maya membalikkan badannya, Niat hati ingin memukul Aaron namun dengan gesitnya Aaron menarik tengkuk Maya dan mencumbui bibir yang membuatnya menggila.


Aaron semakin bringas mencium Maya, Tak sampai disitu Aaron menggendong Maya ala koala tanpa melepas ciumannya. Membawa wanitanya ke meja makan agar lebih leluasa menikmati tubuh indah sang wanita.


Maya pasrah dirinya selalu tak mampu menolak sentuhan pria yang dicintainya.


Wajah Aaron kini menelusuri leher mulus Maya dan tak lupa memberi tanda kepemilikan disana.


"Gila gua nonton adegan live didepan mata gua sendiri." Ucapan Ben menghentikan aktivitas Aaron. Selepas Ben tercebur dikolam dirinya berganti pakaian milik Aaron. Aaron mengumpat dalam hatinya atas kemunculan Ben yang mengganggu aktivitasnya.


"Ayo lanjut gua yang nonton" Timpal Ben memberi dukungan.


Aaron melempar buah pisang tepat di wajah Ben , Dirinya kesal sangat kesal atas kemunculan Ben.


Maya hanya bisa menunduk meski sebuah guyonan namun dirinya sangat malu karna telah terciduk yang ke tiga kali.


"Kak Maya kok duduk dimeja kak?" Bocah berumur 12 tahun itu bertanya dengan polosnya. Aryan menuruni tangga lalu menghampiri Aaron ,Maya dan Ben. Pertanyaan bocah itu sanggup membuat seorang Maya kelabakan, Dirinya turun dari meja dan berusaha mengalihkan pikiran Arya.


"Oh enggak kok Aryan . Kakak lagi beresin ini." Sahut Maya tergagap . Dirinya tak mungkin bilang ke Aryan tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Itu lagi leher kakaak merah- merah". timpal Aryan.


Maya langsung meraba lehernya dirinya sangat menikmati sentuhan dari Aaron hingga dirinya lupa diri.


" Kakaknya tadi digigit serangga dek." Sahut Aaron yang melihat Maya kebingungan.


"Kamu tau Aryan,? Serangganya gede sekali dan serangga itu menyukai kak Maya." Sambung Ben dirinya terkekeh sendiri. Aaron melototkan matanya ke arah Ben namun hanya dibalas cengiran oleh Ben.


"Hihh jijik, Kak Maya disukai serangga geli ah geli." Aryan berlari menaiki tangga lagi dirinya memang sangat takut dengan serangga.