
"Sayang bantuin Aa dong, Kamu jahat banget sama calon suami." Ucap Aaron memelas agar sang kekasih luluh pada dirinya dan menolongnya.
"Bodo A-M-A-T suruh siapa mesum banget." Ujar Maya berpura- pura bodo amat tapi dirinya sebenarnyakasihan.
"Yuk Ra ke taman belakang sharing- sharing tentang perkembangan si baby." Maya menarik tangan Tiara menuju taman belakang.
"Yahhh bun lepasin dong ditinggalin nih putra bunda yang tampan rupawan ,nanti jadi bujang lapuk beneran loh." Timpal Aaron memelas agar sang Bunda mengiba.
"Masih ada Ben kok Ar yang masih setia nunghuin lu." Canda Noah , Ia geli sendiri dengan ucapannya.
Ben yang duduk bersama Arkan mendengar apa yang diucapkan Noah dirinya berdiri melihat ke arah Noah , Aaron dan Talia. Sembari mengetuk- ngetuk dahinya.
"Amit- amit jabang bayik. Gua kagak suka terong Noah, gua kasih ke lu aja dah. Ikhlas gua." Timpal Ben kembali mendudukkan dirinya didepan Arkan.
"Gua juga ogah." Noah ngibrit ke arah sofa, mendudukan dirinya agak jauh dari Ben.
"Semua pada ogah kalau kelakuan kamu kayak gitu Aar.on" Talia melepas jeweranya di telinga Aaron. Aaron hanya menggosok telinga yang lumayan panas karena jeweran bundanya.
"Siapa juga yang mau sama punuk unta bun. No way ,mending gua sama Maya udah cakep bohay lagi." Timpal Ben memperagakan tangannya membentuk sebuah body, membuat Aaron melototkan matanya.
"Lu bilang kayak gitu lagi gua tampol beneran lu." Sahut Aaron tak terima wanitanya dinilai pria lain meski hanya bercanda. Aaron bersiap melayangkan sepatunya ke arah Ben.
"Canda sob jangan di masukin hati." Ben mengangkat tangannya ketika mendapati Aaron mulai tak bersahabat jika menyangkut wanitanya.
"Udah ini gimana selanjutnya Aaron, Mau kamu gimana ini." Timpal Arkan , Takkan selesai masalahnya jika dibawa bercanda dan bergurau pikirnya.
"Bentar Ar , Rangga luxio sibule itu?." Tanya Noah memastikan.
Aaron hanya mengangguk membenarkan ucapan Noah. Benpun sama, hanya manggut- manggut karna dirinya juga sudah tau titik permasalahannya tadi malam.
"Kamu kenal nak Noah?" Tanya Arkan.
"Pernah sempet ketemu sih pa sama Rangga dia kan yang nolongin Maya."Jelas Noah. Noah juga memanggil papa atas suruhan Arkan begitupun dengan Revan si dokter yang selalu sibuk tanpa bisa meluangkan waktunya untuk bersantai, Keselamatan pasien nomer satu untuknya.
" Kalau bisa papa harap kalian jangan berhubungan lagi dengan mereka karena terlalu bahaya, Mereka masih dibawah naungan dunia bawah." Timpal Arkan khawatir.
"Papa tenang aja kami bisa diandalkan kok pa." sahut Ben percaya diri.
" Iya papa percaya pada kalian tapi harus tetap waspada kali ini lawan kalian bukan orang sembarangan."Papar Arkan menasehati.
"Mmmm Pa, Bun Jadi aku menginginkan pernikahanku diselenggarakan minggu depan apa bisa.?" Tanya Aaron penuh kehati- hatian takutnya di tolak mentah- mentah oleh sang bunda.
"Bisa sayang ,Bunda akan mengurus semuanya demi kelancaran pernikahan kalian
Bunda juga mendukung niat kamu nak. Dan Bunda akan secepatnya mengabari Tio tentang masalah kalian dan Bunda harap Tio bisa mengerti. Dan semoga nanti tepat hari H nya tak ada kendala semua berjalan lancar." Tutur Talia dirinya juga takut jika Maya dan putranya berurusan dengan keluarga pattinson ataupun Luxio.
Aaron bersyukur keluarganya maupun sahabatnya mendukung niatnya dengan sangat baik .