Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 47



Keesokan paginya di kediaman Addison nampak ramai para pelayan hilir mudik mempersiapkan sesuatu untuk acara Tiara dan Noah.


Noah beserta keluarga telah memutuskan akan menikahkan Noah dan Tiara hari ini juga namun acara hanya digelar sederhana dan dihadiri orang- orang tertentu dikarenakan Tiara baru juga sembuh dan Tiara masih mengalami morning skicnes membuat tubuhnya lemah ketika berlama- lama berdiri.


Semua orang sudah berkumpul tak terkecuali Noah yang sudah duduk didepan penghulu. Para sahabatnya ikut mendampingi , Saling memaafkan satu sama lain. Mungkin ini jalan yang sudah ditentukan olehNya sehingga keempat sahabat yang dulunya hancur kini saling berbaur.


Sahhh


sahh


sahh


Suara orang yang berada dilantai bawah menggelegar setelah Noah mengucapkan ijab kobul dengan lantang. Tiara meneteskan air mata, dia sedih karena nasibnya sekarang ada ditangan Noah, pria yang dibencinya dulu . Namun sekarang ketika pria itu mengucapkan ijab kobul atas nama dirinya hatinya bergetar seperti tersengat aliran listrik.


'' ayo Ra waktunya kamu keluar'' Ucap Maya ketika mendapati Tiara melamun.


''May aku takut'' Sahut Tiara, Ia memeluk Maya.


''Heyy.. apa yang kamu takutkan??'' Tanya Maya menangkup wajah Tiara.


''Noah.'' jawab Tiara menundukkan kepalanya.


''Dengerin aku Ra, sebenarnya dia baik mungkin dari pergaulannya aja Ra dia yang salah coba lihat aku, Aku selama bersamanya aman- aman aja kok. Jadi kamu jangan khawatir ,buat dia gak bisa berpaling dari kamu. Oke.'' Ujar Maya memberi semangat. Ia hafal betul kalau Noah sudah jatuh cinta, Ia akan melakukan apapun demi wanita yang dicintainya.


''Loh kok masih masih ngobrol . Ayo turun semuanya udah pada nungguin ,ayo nak.'' Titah Talia ia menggandeng tangan Tiara sebelah kanan dan Maya sebelah kiri.


Noah nampak terpukau dengan kecantikan Tiara, Sungguh dia teramat cantik malam ini.


Noah berinisiatif mencium kening Tiara dan tak lupa Tiara mencium punggung Noah. Mereka saling berhadapan, menyelami sebuah kerinduan yang masih belum bisa di ungkapkan karna ego masing- masing.


''Ceillehhh udah ngapa pandang- pandangannya nunggu didalem kamar dulu udah halal juga kalian mah bebas . Apalah daya aku ini yang seorang jomblo.'' Ujar Ben dramatis. Mereka yang ada disana tertawa lepas mendengarkan guyonan Ben kecuali sepasang penganti baru yang sudah bersemu merah .


''Bun aku juga mau nikah bun'' Timpal Aaron menghampiri bundanya.


'' Sama siapa??'' Tanya Arkan penasaran .


''Sama putrinya om Tio yang satunya'' Sahut Aaron. Hingga semua menoleh ke arah Maya yang sedang memakan cake. Ia tak tau menau tentang apa yang dibahas namun tatapan mereka seperti meminta jawaban.


Terima... terima... terima....


Aaron yang mengerti kalau Maya sedang dilanda kebingungan, Ia menarik Maya menghadap ke papa dan bundanya untuk meminta jawaban .


''Bagaimana apa kamu menerima Aaron menjadi suamimu??''Tanya Aaron.


''Mau dong Bun'' Suara Aaron lantang.


''Eh ni anak. Bunda tanya sama Maya bukan sama kamu'' Tegur Arkan.


'' Mmm bun apa gak terlalu cepat.??'' Tanya Maya ia sepertinya masih belum siap.


''Kan udah umur 25 say.. May katanya mau nikah nunggu umur 25'' Suara Noah membuat Aaron memelototkan matanya ke arahnya. Meskipun masih ada cinta untuk Maya namun ia akan berusaha mengubur rasa itu demi calon bayinya.