Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 37



Keesokan paginya Maya mengajak Tiara mencari sarapan diluar sekalian olahraga pagi menurutnya. Melihat kondisinya sendiri agak mendingan dan kondisi Tiara juga lumayan membaik, Mereka berencana berolahraga di taman kota sembari mencari sarapan pagi yang dijual pedagang kaki lima.



Karna tempat yang ingin dituju lumayan jauh mereka memutuskan memesan taxi.


Hingga beberapa menit akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju. Berlari kecil mengelilingi taman kota sesekali melihat pedagang kaki lima. Tiara berhenti, ia Memejamkan matanya. Mengendus bau harum yang keluar dari gerobak pedagang kaki lima didepannya.


''May, Kita sarapan soto ayam aja yang ada di ujung sana kayaknya enak banget.” Ujar Tiara mengelus perutnya seperti orang yang teramat kelaparan.


" Kayak orang nyidam aja kamu ra." Sahut Maya.


Degggg.


Ucapan Maya sontak membuat Tiara mematung, Bagaimana tidak ,dia sudah telat selama dua bulan.


" Enggak mungkin , Aku hanya kecapekan karna jadi waiters direstoran. Capek bisa aja mempengaruhi hormon pada wanita sehingga tak datang bulan. Iya aku lagi capek gak mungkin hamil." Batin Tiara.


" Kog bengong,Ayo ra katanya mau soto ayam. aku laper nih. "Timpal Maya menarik tangan Tiara , Mau tak mau dia mengikuti langkah Maya mendekati penjual soto ayam.


Mereka memesan dua porsi soto ayam, Meski awalnya Tiara nampak ragu memakannya namun pada akhirnya Tiara menghabiskan tiga porsi soto ayam. Membuat Maya menggelengkan kepala, Sungguh aneh pikirnya.


Setelah selesai mereka melanjutkan lari memutari taman kota hingga satu putaran. Tiara melihat seseorang memakan siomay dikursi panjang, Perutnya merasakan lapar.


''Kayaknya enak banget. Bikin lapar lagi.''Batin Tiara mengelus perutnya.


Maya melihat Tiara menatap seseorang yang lagi memakan siomay merasa aneh pada diri Tiara. Tiara biasanya tak pernah berselera dengan jajanan pinggir jalan. Nah sekarang, Melihat orang makan aja udah kepengen.


''Kamu kenapa Ra kok megangin perut. Apa perutmu sakit??'' Tanya Maya.


''Ya udah kali, beli aja mumpung belum bokek.'' Timpal Maya menarik tangan Tiara.


Tiara sangat antusias melihat abang siomay menata siomay di mangkuk sungguh Tiara ingin cepat- cepat melahapnya.


''Bang cepetan. Udah laper nih.'' Ucap Tiara ketika si abang siomay memberi saos.


''Iya sabar atuh neng. Si jabang bayi pasti gak sabaran nih ya, Jadi ibuknya pengen cepet- cepet.'' Guyonan si abang siomay .


''Huuss bang, temen saya masih single belum berkeluarga. Abang mah ada- ada aja.'' Timpal Maya. Menanggapi guyonan si abang siomay. Tapi tidak dengan Tiara, Ia merasa bak tersambar petir mendengarkan ucapan si Abang siomay. Apa benar dirinya hamil.????


''Enggak mungkin. Gua kemaren test tapi hasilnya negatif, Gua kecapekan bukan hamil. Please positif thingking.'' Batin Tiara.


''Ini bukan masalah hamil atau enggaknya bang tapi emang perut saya banyak tampungannya.'' Balas Tiara ia mencoba berfikir positif.


''Iya neng Maaf ya, Ini neng siomaynya.'' Sahut abang siomay.


Tiara dengan lahapnya menyantap siomay itu, Meski mulutnya masih penuh.


''Lu mau May'' Tanya Tiara ketika mendapati Maya melihatnya.


''Enggak ra, Masih kenyang'' Sahut Maya


''Mulai kapan kamu suka jajanan pingir jalan ra.'??'' Tanya Maya lagi. Sungguh ia sangat penasaran dengan perubahan Tiara.


''Entahhh.'' Ucap Tiara mengedihkan bahunya.