Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 46



Noah begidik ngeri melihat tatapan nyalang dari Tio untuk dirinya, Dia bingung mengapa sepertinya Tio membenci dirinya. Noah mempersilahkan mereka duduk disofa.


''Tak perlu bertele- tele saya kesini hanya ingin meminta pertanggung jawaban anda sebagai seorang laki- laki. Anda harus mempertanggung jawabkan kesalahan anda dengan menikahi putri saya.'' Papar Tio.


''Saya memang berencana menikahinya om dalam waktu dekat ini , Tapi maaf memang apa kesalahan saya sehingga om meminta pertanggung jawaban saya.??'' Ujar Noah sopan, Ia berusaha mengambil hati sang calon mertua.


''Kamu telah menghamili putriku.'' Bentak Tio, Ia sudah tak bisa menahan emosi apalagi ini menyangkut putri- putrinya.


''Maksut Om, Maya hamil???'' Noah masih dilanda kebingungan.


''Putriku Tiara.'' Serga Tio.


Degggg.


*Noah pov.


Aku mematung terlalu bingung menetralisir perasaanku saat ini. Antara cinta dan obsesi hanya beda tipis, ketika sudah cinta hatinya akan selalu memikirkannya dan merindukannya. Hal itu yang selalu ku rasakan jika bersama Tiara meskipun menurutku kami hanya kenal sekilas namun hatiku selalu ingin


melihatnya. Dan obsesi itu yang selalu ku tunjukkan kepada Maya karna diriku begitu ingin memilikinya seutuhnya tanpa memikirkan perasaanya .Meskipun aku selalu bilang cinta namun hatiku sepertinya ragu.


Hingga pertemuanku dengan Tiara, Aku sempat menyangkal kalau diriku tertarik padanya. Namun akalku mengalahkan hatiku, Aku menyangkal bahwa diriku sangat teramat mencintai Maya seorang. Mungkin yang membuat aku nyaman kepribadianya yang ceria beda dengan Maya dia tak seceria Tiara jika bersamaku pikirku waktu itu.


Mungkin ini sudah menjadi kodratku menikahi wanita yang belum sepenuhnya kucintai tapi mungkin takkan lama untuk mencintai seorang Tiara karna dirinya mampu membuat aku nyaman.


Untuk Maya mungkin aku akan mencoba melepaskan untuk sahabatku karna dirinya berhak atas Maya karna baik Aaron ataupun Maya sama- sama masih belum bisa menghilangkan perasaannya.


Berkat malaikat kecil yang akan hadir persahabatanku yang sudah bertahun- tahun terjalin akanku buat bersatu lagi. Hanya karna diriku semuannya jadi hancur.


*Pov Noah end


''Apa kamu akan menolak janin yang ada di perut putriku'' Tanya Tio memastikan.


''Saya akan segera menikahi Tiara Om. Besok saya akan datang keapertemenya bersama keluarga saya untuk melamarnya.'' Sahut Noah dengan gamblangnya tidak ada keraguan dihatinya.


''Kamu datang saja kerumahku karna Tiara dan Maya sekarang ada dirumahku.'' Timpal Aaron memberi solusi.


''Baiklah. Ar gua minta tolong undang Revan dan Ben ke acara gua besok, karna gua mau meminta maaf sama mereka sekaligus memperbaiki persahabatan kita.'' Sahut Noah.


'' Apa lu gak menyesal secara lu kan cinta banget sama Maya.??'' Tanya Aaron antusias.


''Gua yang cinta bukan dia. Tapi setelah perkenalan gua sama Tiara secara singkat gua nyaman sama dia terus waktu dia ngundurin diri di kantor ini gua ngerasa kehilangan.'' Ungkap Noah.


''Fix lu terobsesi sama Maya. Gua doain lu bahagia sama Tiara, dia perempuan baik sama seperti Maya gua jamin gak lama lu bakalan bucin sama Tiara.'' sergah Aaron.


'' Kayak lu kagak. Mmm Ar gua minta maaf sama lu yak mungkin gua iri sama lu.'' Terang Noah.


Aaron berdiri memeluk sahabatnya yang sering kali baku hantam bersama dirinya hanya karna wanita.


''Gua nitip Maya dia masih belum bisa move on dari lu.'' Ucap Noah masih dalam pelukan Aaron.


''Gua tau '' Sahut Aaron melerai pelukannya.


Akhirnya mereka beramitan, mempersiapkan sesuatu untuk besok. Noah menengadah kepalanya air matanya mengalir di pipinya.


''Aku akan jadi ayah. Semoga cinta itu bisa cepat tumbuh sempurna untuk Tiara'' Batin Noah.