
Setelah kepergian mbak Ira, Rangga mengambil sesuatu dari sakunya. Menaburkan sesuatu kedalam minuman Maya ,ia mengaduk agar tercampur dengan obat yang telah ia bubuhkan didalam minuman itu.
Keluar dari toilet Maya melihat meja yang ia duduki ternyata masih ada Rangga yang setia dengan ponsel digenggamannya. Membuat dirinya kurang nyaman meskipun Rangga telah menolongnya.
''Haaahhh.... Belum pergi juga.'' Gumam Maya
Ia melangkahkan kakinya ke arah meja yang di duduki Rangga. Sesampai disana Maya terlihat celingukan mencari seseorang, Mbak ira dimana dia pikir Maya.
''Cari siapa?'' Tanya Rangga yang melihat Maya kebingungan.
''Mbak ira yang tadi duduk disini'' Sarkas Maya.
''Oh tadi dia lagi nerima telvon tuh disana'' Tunjuk Rangga ke arah ira yang terhalang dinding kaca.
Benar saja ira seperti lagi berbicara lewat sambungan telvonnya. Masih melihat Ira , namun tangannya mengambil segelas jusnya yang masih masih belum habis. Dirinya kesal dengan Aaron karena sampai saat ini masih belum nampak batang hidungnya dan ini lagi Rangga, tingkahnya bikin dirinya bertambah kesal.
"Rasanya aneh , Gak seperti yang tadi." Maya membatin memandang dengan lekat gelas jus yang telah tandas ia minum.
Hingga beberapa detik kemudian Maya merasakan dirinya sangat gerah. Dirinya agak melonggarkan leher sweater yang dikenakan namun tetap saja tak mengurangi rasa panas dalam tubuhnya. Ia bingung, mengipas tubuhnya dengan menu makanan tak juga mengurangi.
''Kenapa May?'' Tanya Rangga dengan suara berat, libidonya naik ketika mendapati Maya memperlihatkan leher jenjangnya dan bahu mulusnya.
''Gerah ngga Aw....''Maya memegangi kepalanya pening tiba- tiba melanda dirinya.
''Ayo aku antar ke dokter May.'' Rangga membantunya berdiri dan memapahnya.
''Panass ngga ah.'' Suara Maya mulai mendesah dirinya hilang kontrol.
Tanpa kata Rangga menggendong ala bride style, Ia agak berlari agar cantiknya tak kelepasan di tempat umum.
Mbak Ira yang selesai menelvon menghampiri meja yang nampak kosong namun masih ada menu dirinya dan sang Nona. Ira celingak- celinguk , Dirinya juga ke toilet mencari keberadaan Maya Hingga dipersekian menit Aaron datang tergesa- gesa , ia takut membuat calon istrinya menunggu terlalu lama.
''Mana Maya mbak.??'' Tanya Aaron yang melihat Mbak Ira celingukan.
''Anu tuan. Tadi disini lah sekarang gak ada.'' jawab Ira gugup dirinya ketakutan.
''Kamu gimana sih suruh jagain malah gak tau dimana'' sergah Aaron.
''Tadi saya udah pamit ke temennya kok tuan. kalau saya lagi ada telvon dari suami saya'' Bela Ira.
''Cewek cowok??'' Sahut Aaron.
''Siapa Mbak.??''
''Gak tau tuan orangnya bule.''
Panik sekarang menimpa diri Aaron, Ia mengambil handpone menghubungi wanitanya hingga beberapa kali tak di angkat, mencoba sekali lagi dan akhirnya May mengangkat telvon darinya.
Tuuuttt
📲''Sayang kamu dimana???''
📱''Tolong A tubuhku kepanasan ah.'' Suara Maya diselingi *******.
📲''Kamu dimana sayang jangan bikin aku khawatir''
📱''Aku dii.... Ngga balikin Mmm...
"Kamu gak butuh ini sayang kamu butuh aku"
Rangga merebut ponsel yang ada di genggaman Maya.
***Tuuutttt.
''Brengsekkkkk..'' Umpat Aaron menggebrak meja yang ada di depannya. Dirinya emosi ketika mendengar wanitanya mendesah dan ada pria lain disampingnya. Aaron berfikir mungkinkah Maya berselingku dibelakangnya pikir Aaron.
Membuat suasana semakin mencekam dengan kedatangan Ben dan para bodyguard.
''Ada apa bos??'' Tanya Ben yang melihat Bos nya penuh amarah.
''Cek cctv cepatt'' Titah Aaron mutlak dengan wajah menahan amarah.
Mereka segera keruangan khusus cctv, Melihat rekaman dimana Maya , Rangga dan Ira sedang duduk hingga tiba waktunya Rangga membubuhkan serbuk kedalam minuman Maya.
Tangan Aaron mengepal, Ia tau siapa dalangnya sepupu Amanda, Rangga.
''Ben lacak lokasinya sekarang??'' Titah Aaron.
Dengan sigap Ben mengotak -atik laptop pintarnya . Tanpa menunggu berjam- jam ia menukan titik terang keberadaan Rangga membawa Maya.
''Hotel grizz Ar.'' Aaron berlari ke arah mobilnya tak lupa Ben menyusulnya. Aaron mengendarai mobilnya dengan kencangnya tanpa menghiraukan pengemudi lain yang terus mengumpat***.