Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Yang aku mau dia bun



“Maaf om saya menolak” Sarkas Aaron mencoba membalas ucapan Pattinson penuh kehati- hatian agar Pattinson tak tersinggung.


“Loh kenapa ditolak bukannya kamu dan amanda saling mencintai lagi pula ini juga bagus untuk kelangsungan bisnis masing- masing ”Ucap Pattinson mulai kesal dengan ucapan sarkas yang terlontar dari mulut Aaron.


Feelingnya Aaron tak akan menolak dengan perjodohan yang direncanakannya. Setelah mendengar cerita Amanda yang sangat luar biasa bahagia antara keduanya. Hingga Pattinson memutuskan untuk menjodohkan kedua pemuda pemudi tersebut.


“ Saya gak pernah mencintai Amanda apalagi untuk serius dengannya, satu hal yang perlu om tau kalau saya dan Amanda hanya berteman. Bukan begitu Manda?” Tanya Aaron dengan wajah datarnya , Semua yang ada disana menatap Amanda tak terkecuali Aaron menunggu jawaban dari Amanda.


“Tapi Ar aku cinta sama kamu dari mulai kita bertemu bisa disebut dengan pandangan pertama.” Ungkap Amanda memelas menatap raut tegas Aarin yang entah mengapa seperti akan mengulitinya.


“Maaf Manda kalau itu yang kamu rasakan selama bersamaku. Tapi aku menganggapmu hanya sebatas teman gak lebih. ” tolak Aaron lagi dengan tegas, tak ada yang perlu di tutup- tutupi sebab memang begitulah kenyataannya.


“Nak Aaron lebih baik kalian mengenal lagi lebih dalam dan secara perlahan siapa tau nanti akan saling mencintai.'' Saran Pattinson agar mimpi semalam takkan kandas sebelum berperang.


''Maaf om saya tidak bisa. Saya sudah mempunyai wanita yang sangat saya cintai dan itu bukan Amanda.'' Ungkap Aaron tanpa penuh keraguan dan terkesan mantap.


''Enggak Ar.. Aku salah dengar kan Ar ,gak mungkin kamu mencintai wanita lain hanya dengan waktu 2 bulan . Aku gak percaya kamu pasti bohong dan selama berada di perancispun kita sering sama- sama ,gak mungkin kalau kamu mencintai wanita lain selain aku .Karna aku yang selalu bersama kamu.'' Terang Amanda dengan emosi yang meluap, tak bisa duipungkiir bahwa hatinya sakit mendengar penolakan dari Aaron. Apalagi Aaron berucap bahwa dirinya mencintai orang lain, sungguh menyakitkan.


''Kamu salah Manda, Aku mencintainya bukan waktu yang sesingkat itu. Aku mencintainya lebih dari 6 tahun lamanya. Maaf aku gak bisa menerima perjodohan ini, Saya permisi.'' Pamit Aaron menaiki tangga dengan langkah lebarnya .Amanda hanya mampu meneteskan air mata, Ia berusaha menyusul Aaron namun langkahnya terhenti takkala ucapan sang ayah menggema di indera pendengarannya.


''Kita pergi dari sini Amanda, jangan kau buang air matamu hanya untuk menangisi pria seperti itu. Papa akan carikan lelaki yang lebih dari dia. Kita pergi sekarang.” Ucap Pattinson menahan emosi sebab menurutnya Aaron tak menghargainya dan menginjak- injak harga dirinya dan putrinya.


''Tapi yah. Manda cintanya sama Aaron.'' Ungkap Manda memelas tak lupa bergelanyut manja di lengan sang Ayah.


''Lupakan dia.'' Sarkas Pattinson, Ia segera menarik tangan Amanda dan membawanya pergi sebelum sang anak membuat ulah. Diseretnya tangan Amanda hingga membuat Amanda kesakitan. Papa Arkan hanya bisa menggelengkan kepala karna kelakuan teman semasa kuliahnya yang tetap tak mengerti sopan santun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dipagi hari dalam kamar bernuansa coklat susu di padukan dengan warna abu- abu membuat ruangan terkesan maskulin .


''Nak.'' Panggil Ibunda Talia sembari duduk disebelah Aaron.


“ kenapa Bun“ Jawab Aaron, Ia menoleh sekilas ke Arah bundanya.


“ kenapa wajahmu terluka Nak” Tanya Ibunda Talia ketika mendapati wajah Aaron memar.


'' Biasa bun, cowok . Oya bun ,itu si Manda kenapa bisa tau tempat tinggal kita.'' Tanya Aaron mengalihkan pembicaraan.


''Itu si Pattinson teman kuliah papamu jadi mereka saling kenal. Oya Nak, Bunda mau nanya apa bener kamu udah ada kekasih. Kenalin dong ke bunda.'' Tanya Ibunda Talia penasaran karna setau bunda Talia Aaron tak pernah punya kekasih tapi pengakuan tadi malam membuat Ibunda Talia penasaran . Siapa wanita yang telah meluluhkan hati putranya yang terkesan cuek ini.


''Bunda juga tau kok orangnya.'' Ucap Aaron dengan senyuman khasnya.


'' Siapa?? jangan buat bunda penasaran dong Nak.'' Sahut Ibunda Talia.


''Kalau sekarang aku masih belum bisa ngasih tau bunda. Tapi bunda jangan kuatir secepatnya pasti aku beri tau.'' Ujar Aaron dengan senyuman yang sulit diartikan menurut Talia.


'' Kamu gak seru Nak. Padahal Bunda pengen banget punya mantu kayak Maya . Udah baik , kalem, Anaknya sabar dan dia juga cantik banget. Tapi sayang dia udah ada yang punya.'' Pungkas Ibunda Talia membuat Aaron kembali menoleh ke arah sang bunda.


'' Emang Dia yang aku inginkan bun.'' Batin Aaron


'' Doain aja ya Bun biar dia cepet putus sama kekasihnya.'' Ucap Aaron sembari melenggang keluar dari kamarnya meninggalkan ibunda Talia yang menggerutu di dalam kamarnya.


'' Dasar anak itu.'' Ibunda Talia menyapu setiap sudut kamar Aaron nampak rapi dan wangi.


Seketika netra matanya terhenti menatap seperti sebuah bingkai yang berada dibawah bantal. Rasa penasarannya menyeruak apalagi sang putra yang cuek itu jarang sekali berfoto, lalu bingkai apa yang berada di bawah bantal itu fikir Talia.


Ia menyibak bantal itu, Betapa terkejutnya bunda Talia ketika mendapati sebuah potret mesrah sang putra bersama seseorang yang sangat ia kenal.