
Semenjak masuk kedalam pesawat Aaron tak pernah melepaskan Maya, Ia genggam tangan itu sesekali dikecupnya. Begitu berat baginya membiarkan tambatan hatinya menjalin asmara dengan pria lain. Namun demi sang wanita,Ia rela membagi waktu bersama rivalnya. Ya , Maya telah menegaskan kepada Aaron, Selama berada di kantor mereka tidak boleh menunjukkan kalau mereka punya hubungan ,Lalu jika berdua hanya mereka yang tau.
Dan untuk Noah, Maya akan tetap bertahan bersamanya selama takdir menentukan sampai kapan mereka akan bersama. Selama itu tak merugikan dirinya sendiri apalagi masa depannya.
''Sayang, Jangan sering ketemu ya sama dia.'' Ucap Noah memeluk Maya dari samping.
''Mmm gimana ya A. Mungkin kalau sering ketemu gak bakalan tapi kan pasti ketemu A''' Sahut Maya tergagap takut ucapannya melukai hati lelakinya.
''Pokoknya kalau mau ketemu bilang dulu biar aku sekalian mantau.'' Timpal Aaron.
''Apaan pakek mantau segala dikira aku buronan'' Sahut Maya mulai bersungut.
''Iya buronan , Buronan hatiku.'' Timpal Aaron terkekeh.
''Ihh nyebelin banget.. Minggir dong A banyak yang liat tuh.''Bisik Maya ditelinga Aaron,
membuatnya horni seketika.
Dikecupnya bibir manis yang membuatnya candu untuk terus menikmatinya. Dengan cepat Maya mendorong tubuh Aaron hingga membuat dirinya terkejut.
''Kamu kenapa sih honey''Tanya Aaron ketika Maya menatapnya nyalang.
'' Kamu tu ya udah tau banyak orang masih aja gatel kayak gini. Malu tau A'.'' Sahut Maya namun suaranya seperti berbisik.
'' Mereka bakal maklumilah honey. Kitakan sweet couple.'' Timpal Aaron mengedipkan sebelah matanya.
''Sumpah kamu genit banget, Lebay lagi. Udah tua juga.'' Sahut Maya mlengoskan wajahnya. Namun senyumannya mengembang dibibir Maya, Ia begitu bahagia ketika bersama sang tambatan hati.
''Ya Allah semoga apa yang aku pilih tidak menghancurkan semuanya. Ijinkan hamba bahagia bersama pria yang hamba cintai.'' Batin Maya menerawang masa depan bersama kekasihnya lebih tepatnya kekasih gelapnya.
Ben yang melihat interaksi bos dan sekertarisnya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala. Sangat berbeda dengan sifat yang ditunjukkan kepada karyawannya, Angkuh , Dingin tak tersentuh namun ketika bersama sang kekasih sifatnya berubah 100%. Dia akan menjadi pria tergokil , ceria , lemah lembut dan jangan lupa, Dia sangat mesum.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 7 jam ,Kini Aaron akan mengantarkan sang kekasih ke apertementnya. Ya, Aaron menyuruh supir yang menjemputnya untuk naik taksi bersama dengan Ben. Hasilnya kini mereka bisa berduaan, Dengan berat hati melepaskan seseorang yang dicintainya meskipun masih sering ketemu.
Mempertahankan hubungan karna wasiat membuatnya sulit untuk mengakhiri. Apalagi ingin bersanding dengan sang pujaan hati, Sepertinya Mustahil.
Selama diperjalanan Aaron sangat enggan melepaskan genggaman tangannya. Seperti sangat sulit sekali jika harus berpisah dengan Maya, Wanita yang membuat hari- harinya berwarna.
''Udah A fokus ke depan takut nabrak loh.'' Ucap Maya .
''Kalau iya , kalau enggak gimana???''Tanya Maya dan hal itu membuat Aaron meminggirkan mobilnya. Ia terlalu sakit hati ketika sang kekasih mengucapkan kata- kata yang tak ingin di dengarnya.
''A kok berhenti.'' Namun Aaron tak menjawabnya, Ia membawa Maya kepangkuannya mereka saling berhadapan. Jantung Maya berdetak tak karuan apalagi ketika tangan Aaron menyingkap roknya. Maya mencoba memberhentikan kegiatan Aaron. Dan yang bikin Maya membeku karna ucapan Aaron sangat sensitif menurutnya.
'' Kamu tau ketika kamu bersanding dipelaminan bersamanya. Apa yang kulakukan???'' Tanya Aaron mengelus paha mulus Maya.
''Aku akan menculikmu, Memberikan benihku didalam rahimmu, Membawa kamu kepuncak nirwana kenikmatan.'' Bisik Aaron tangannya sudah menyusup diantara paha. Dan hal itu membuat Maya memekik ketika Aaron memainkan area sensitifnya. Tubuhnya menggelinjang ketika tangan itu terus bermain disana menusuk semakin dalam.
''A' udahhh.'' Ucap Maya tergugu. Ia begitu menikmati sesuatu yang pertama kali ia rasakan. Mencoba menahan tangan sang kekasih namun sepertinya respon tubuhnya berkata lain. Ia sangat menikmati hingga ingin menuntaskan sesuatu yang sudah hampir menuju kenikmatannya.
Ketika Aaron menghentikan kegiatannya, Maya terlihat kecawa. Tercetak jelas di wajahnya kalau ia hampir pelepasan.
''Maaf honey aku takut gak bisa menahannya.'' Ucap Aaron. Ia mengecup kening Maya lama.
Maya tak merespon ucapan Aaron, Betapa bodohnya dia merima perlakuan manis dari Aaron. Wajahnya memerah menahan malu , Ia kembali ke tempat duduknya yang semula . Tak berani melihat wajah sang kekasih karna saking malunya.
Aaron kembali membelah jalanan ibukota, Hingga beberapa menit mereka sampai di basement apertement sang kekasih gelapnya.
''Aku duluan.'' Ucap Maya, Ia membuka pintu mobil namun diurungkan ketika tangn Aaron mencengkal tangannya.
''Kamu kenapa??.'' Tanya Aaron bingung karna sejak tadi Maya hanya diam memandng keluar jendela.
''Apa gara- gara kejadian tadi??'' Tanyanya lagi.
''Ihh di ingetin lagi dasar cabul, Mesum.'' Sarkas Maya. Ia berusaha melupakan kejadian tadi namun kini Aaron dengan mudahnya mengingatkan.
Aaron tertawa lepas ketika mendapati sang gadis ternyata dalam mode malu- malu. Ia memeluk Maya dengan penuh kelembutan, Mengecup kening dengan penuh cinta. Tak lupa ia ******* bibir ranum yang selalu menggoda imannya itu.
''Udah ah takut hilang kendali lagi.'' Ucap Maya ketika ciuman itu terlepas.
''Kamu juga menikmatinya honey '' Sahut Aaron.
''Tau ah aku duluan.''Sebelum membuka pintu Aaron kembali menarik tangannya.
Cuuupppppp.
Satu kecupan mendarat sempurna dikening sang kekasih.
''Hati- hati ya .Mimpiin aku.'' Timapal Aaron.
''InsyaAllah. Assalmualaikum.''
''Waalaikum salam.''