Don't leave me my dear

Don't leave me my dear
Chapter 38



Kini mereka memasuki lift apaertement karna tadi waktu di taman perut Tiara kesakitan. Maya mengajaknya ke dokter namun Tiara tak mau, Alasannya minum obat nanti sembuh. Akhirnya Maya mau tak mau mengikuti Tiara meskipun khawatir dengan keadaan Tiara namun apalah daya Tiara terlalu keras kepala.


Ketika pintu lift terbuka, Tiara berlari ke arah apertementnya. Tapi tidak dengan Maya, Ia syok ketika mendapati pria berdiri di sebelah pintu apertementnya. Maya bergegas memencet tombol lift, Ingin cepat menghindari pria tersebut. Namun gerakannya terbaca oleh si pria, Ia segera berlari dan menghalau pintu yang hampir tertutup dengan kaki dan tangannya. Memasuki lift berdua bersama wanita yang selama dua hari ini menghindarinya.


Aaron


Ya, Pria itu Aaron Addison. Aaron menarik Maya ke dalam pelukannya, Sungguh ia merindukan kekasih gelapnya itu.


''Lepas A'' Maya memberontak dalam pelukan Aaron. Namun Aaron tak menggubris ia tetap memeluk wanita yang dirindukan.


''Aku mencintaimu sayang.'' Timpal Aaron mencium kening Maya.


Maya mendorong Aaron hingga menabrak dinding lift, Sudah cukup Maya membuat Wanita yang menyayanginya kecewa pada dirinya. Sudah cukup semua perlakuan manis Aaron membuat dirinya memilih jalan yang salah.


''Sayang aku minta maaf tolong jangan kayak gini yank. Aku tersiksa sama sikap kamu yang seperti ini. Tolong maafin aku yank.'' Aaron berusaha mendekat namun Maya dengan cepat menghindar.


'' Jangan manggil aku dengan panggilan konyolmu itu A, Dan aku mohon pergi jauh dari hidupku.'' Sahut Maya, Ia menangis meratapi nasibnya.


'' Aku gak akan pernah ninggalin kamu meskipun kamu ngusir aku seribu kalipun aku akan tetap disini sama kamu.''Timpal Aaron penuh emosi.


''Aku gak bisa tetap sama kamu. Aku akan menikah A, Tolong pergi jangan ganggu aku lagi.'' Maya memukul- mukul Aaron ketika Aaron kembali mendekat. Maya menangis hati dan batinnya terluka.


''Enggak. Jangan sekalipun kamu bicara tentang menikah apalagi pria yang menikah denganmu itu bukan aku.'' Sahut Aaron berapi-api.


Aaron menarik tangan Maya memasuki mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Maya mencengkram lengan Aaron karna ketakutan.


'' A hentikan mobilnya '' ucap Maya. Namun Aaron tak menggubrisnya. Aaron tak memperdulikan Maya meskipun ia ketakutan sekalipun.


Setelah sekian menit akhirnya Maya bernafas lega karna Aaron sudah memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah minimalis . Bersih , Sejuk , Unik dan dikelilingi taman sungguh sangat indah.


Aaron membukakan pintu untuk Maya, Ia kembali menarik tangan sang kekasih memasuki rumah minimalis itu, menaiki tangga dan berhenti di depan pintu kamar bertulis nama AMY . Maya menutup mulutnya, Bukankah itu singkatan yang ia dan Aaron rangkai sesuai nama mereka.


Aaron membuka kamar itu, Maya kembali tercengang ketika mendapati foto dirinya dan ada pula yang bersama Aaron waktu masih kuliah dulu, Dan ada juga foto yang di Bali kemarin .


Aaron kembali menarik tangan Maya menuju ranjang , Mendudukkan Maya diranjang yang sudah banyak tatanan bunga indahnya seperti pengantin baru. Wait pengantin baru, apa maksutnya???


'' A kenapa kamu bawa aku kesini.???'' Tanya Maya ketika mendaati Aaron sedang mengambil bingkai gambar.


''Biar kamu tahu betapa aku mencintaimu.'' Ucap Aaron, Ia berjalan kearah ranjang mendudukkan dirinya disebalah sang kekasih yang masih kebingungan.


''Lupakan perasaanmu A. Lupakan aku, Aku yakin ada wanita yang lebih dari aku mencintaimu dengan tulus.'' Timpal Maya.


ia tak berani menatap sorot mata elang Aaron.