
Sejak kejadian yang membuat Dea dan Megan salah paham di malam itu, Akira jadi berpikir dua kali untuk melakukan candaan agar tidak membuat Dea mengamuk lagi.
Malam itu Dea menghajar Akira tanpa ampun, membuat Kinan dan Megan berlindung di pojok ruangan.
Bahkan Megan merasa tak habis pikir dengan tingkah laku Dea yang bisa sebar-bar itu menghajar kakaknya. Padahal sebelumnya dia bersikap begitu lemah dihadapan Faris, mantan kekasihnya yang sempat mereka temui di depan minimarket itu.
Sampai-sampai Megan merasa kasihan pada gadis berambut hitam itu, tapi saat dia mengingat kembali sifat aslinya. Cepat-cepat dia menepis semua rasa kasihannya.
Pagi ini Dea pergi ke pasar untuk belanja stok mingguan seperti biasanya. Sedangkan Megan malah asik bermain game bersama Kinan.
"Sejak kejadian dihari itu ... kira-kira sudah berapa hari ya?" Tanya Megan mengingat kejadian saat Dea menyerang Akira.
"Hem ...." Gumam Kinan berusaha mengingatnya, "Satu minggu lebih satu hari." Lanjutnya masih sibuk dengan konsol game ditangannya.
"Aku masih belum bisa move on dari kejadian itu," gumam Megan sambil menghela nafas berat, memainkan konsol game ditangannya.
"Kenapa dia bisa menjadi segila itu menyerang kakak." Lanjutnya membuat Kinan terkekek.
"Sejak kecil ayah sudah memanggil beberapa guru bela diri untuk melatih kami. Tentu saja Dea dan aku bisa berkelahi, untuk melindungi diri tentunya." Jelas Kinan membuat Megan melongo tak percaya.
"Se–seriusan? Pantesan aja dia bisa sebar-bar itu." Gumam Megan, "Aku harus berhati-hati dengannya, jangan sampai dia menghajarku juga." Lanjutnya memperingati dirinya sendiri.
"Dea tidak akan menyerang orang yang tidak mengajaknya berkelahi duluan. Yah, yang saat malam itu pengecualian." Jelas Kinan merasa bersalah.
Seandainya malam itu dia tak terlalu memperdulikan Akira, mungkin kejadian terjatuh itu tak akan pernah ada. Dan Dea juga tidak akan menunjukan sisi buruknya dihadapan Akira dan Megan.
"Ku harap Megan tak menjauhinya karena sifat buruknya itu," jelas Kinan menarik perhatian Megan.
"Meski sikapnya seperti itu, Dea masih seorang perempuan yang lembut dan penyayang ko. Jika kau bisa mengenalnya lebih dekat lagi, aku yakin kau juga bisa mengerti tentangnya. Sejauh ini Dea tidak pernah marah tanpa alasan, tak pernah berkelahi jika tak ada yang memulai, dan tak pernah bisa tinggal diam jika ada seseorang yang membutuhkannya." Lanjutnya membuat pandangan Megan tentang Dea berubah.
Keheningan mulai menguasai mereka, hanya terdengar suara konsol game yang dimainkan oleh Megan dan Kinan, juga suara game yang membuat mereka bersemangat kembali secara bertahap.
Saat suasananya berubah, keheningan itupun menghilang. Lalu tiba-tiba saja heandphone Kinan berdering, dengan cepat dia berlari ke kamarnya untuk mengangkat telpon masuk yang diterimanya.
"Hallo..." Ucapnya setelah menekan tombol hijau dilayar heandphonenya.
"Hallo nona, ini saya Fino. Nyonya ingin bertemu dengan nona di luar, bisakah saya menjemput nona?" Suara Fino menjawab panggilan wanita itu.
"Bertemu diluar?" Tanya Kinan.
"Ya, nyonya ingin membahas soal pesta ulang tahun pernikahannya yang kurang dari satu minggu lagi. Detilnya akan dijelaskan oleh nyonya, saya harap nona segera bersiap agar saya bisa langsung membawa nona menemui nyonya." Jelasnya membuat Kinan mematung untuk beberapa detik.
"I–iya saya akan bersiap ...." Ucapnya sambil mematikan panggilan dari Fino.
***
Setelah bersiap dengan celana jeans dan kaos putih polos yang tertutupi jaket biru muda kesukaannya, Kinan pun langsung menyisir rambutnya serapi mungkin. Mengikat satu rambut panjangnya, menyisakan sedikit poni panjang dikeningnya.
"Siap." Ucapnya sambil memperhatikan dirinya di cermin, lalu segera keluar dari dalam kamarnya.
"Mau kemana kak?" Tanya Megan yang melihat penampilan Kinan yang sudah begitu rapi.
Belum sempat Kinan menjawab, pintu rumahnya sudah diketuk dari luar. Dengan terburu-buru dia berlari ke arah pintu untuk memeriksa seseorang dibalik pintu.
"Aku akan pergi ke luar sebentar. Tolong jaga rumah ya ...." Tuturnya saat melihat Megan yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Pergi ke luar?" Tanya Megan kebingungan.
"Aku pergi dulu." Ucap Kinan bergegas sambil membuka pintu rumahnya dan segera menutupnya kembali. Berharap Megan tak melihat sosok Fino yang sudah menunggunya di luar rumah.
"Kenapa tidak tunggu di dalam mobil?" Tanya Kinan sambil mendorong pria itu ke arah mobilnya yang terparkir di sebrang jalan.
"Kau bilang ini pertemuan rahasia? Bagaimana kalau Megan sampai melihatku pergi denganmu?" Lanjutnya masih mengoceh, sedangkan Fino hanya bisa tersenyum memperhatikan kelakuan Kinan yang begitu terburu-buru mendorong tubuhnya ke arah mobil.
Disisi lain, Megan sudah kembali ke ruang tengah dan bermalas-malasan di sana sambil memakan camilan yang tersedia diatas meja.
"Main game yang lain deh." Gumamnya sambil berjalan ke arah kursi putar di dekat meja komputer.
***
Terlihat sosok Karina yang sedang menunggu kedatangan Kinan di restoran mewah keluarganya. wanita itu begitu menawan dengan pakaian formal yang dikenakannya, terlihat seperti seorang wanita kantoran yang masih berusia 20 tahunan.
"Kinan..." Sapanya ketika Kinan sampai di meja Karina, "Duduk dulu." Lanjutnya mempersilahkan sambil memberikan senyuman lebar padanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 10:03 Am, tapi restoran mewah ini masih saja terlihat ramai pengunjung. Mungkin karena hari ini adalah hari libur.
"Ada apa tante memanggil saya?" Tanya wanita itu masih merasa canggung jika sedang berbicara dengan Karina.
"Jadi dihari itu?" Tanyanya segera mendapat anggukan cepat dari Karina.
"Dan lagi hari itu adalah hari kasih sayang. Jadi aku ingin membuat pesta yang cukup meriah untuk merayakan ulang tahun pernikahanku dan ulang tahunnya Akira, lalu di hari itu juga aku ingin mengumumkan tanggal pernikahanmu dengan Akira." Lanjutnya sambil tersenyum lebar, sedangkan Kinan hanya bisa mematung saking terkejutnya.
"Pe–pernikahan?" Tanyanya, "Ta–tante, aku–aku belum siap. Tolong beri aku waktu untuk memikirkannya, la–lagipula hubunganku dengan Akira belum sampai sejauh itu. Jadi–" Lanjutnya tergugup merasa salah tingkah.
"Tak apa, ini untuk membungkam para wartawan yang selalu membuat berita simpang siur itu. Aku juga sudah membicarakannya dengan kedua orang tuamu, dan mereka setuju dengan rencanaku ...." Jelasnya setelah meminum teh dicangkir yang dipegangnya.
"Tentu saja kalian akan benar-benar menikah nantinya." Lanjutnya kembali mengejutkan Kinan, tapi wanita itu terlihat begitu gembira.
"Kenapa tante begitu tertarik denganku? padahal masih banyak perempuan lain yang jauh lebih baik dariku, dan lagi ... mereka juga pasti mau menjadi istrinya Akira jika dia memintanya." Tanyanya sambil memperhatikan cangkir teh yang belum disentuhnya.
"Apa kamu tidak mau menikah dengan Akira jika dia memintamu menjadi istrinya?" Tanya Karina membuat Kinan mengangkat kepalanya memperhatikan senyuman wanita cantik dihadapannya.
"Ya–itu ... aku tidak tau. Lagipula aku merasa tidak cocok dengannya," Jawabnya terlihat murung.
"Kenapa sampai berpikiran seperti itu? siapapun yang dicintai Akira, aku akan menerimanya. Tapi dia harus sepertimu," tuturnya berusaha menjelaskan sesuatu yang ada di dalam kepalanya.
"Bagaimana mengatakannya ya? pokoknya perempuan itu harus sepertimu, soalnya aku sangat menyukai kepribadianmu. Mungkin karena aku merasa kita ini sama, dan lagi aku tak mau perempuan lain selain kamu. Hanya kamu yang boleh menjadi pendamping Akira." Lanjutnya kembali tersenyum lebar membuat Kinan tak berkutik.
'Aku tidak mengerti dengan penjelasannya, apa hal ini termasuk pemaksaan?' Batin Kinan mencoba mencerna semua ucapan Karina.
"Sudahlah kita kesampingkan dulu soal itu, lagipula kita akan bertemu tiga hari lagi di kediaman pak.Arya. Untuk sekarang kita bahas soal rencana rahasia kita saja, bagaimana?" Ucap Karina membuyarkan semua pikiran Kinan.
xxx
Rencana rahasia apa ya kira-kira?
Penasaran? Penasaran? tunggu di eps selanjutnya ya 😆
Terima kasih untuk kalian yang masih setia mengikuti kisah Dea & Kinan 🙏
Untuk hari ini hanya bisa update 3 eps dulu ya.
Semoga kedepannya bisa update lebih banyak lagi, biar cepet selesai. 😅
atau jangan-jangan ada yang gak mau berpisah dengan Dea & Kinan lagi? 🤭
Sama, aku juga masih gak rela melepas mereka. Tapi untungnya masih lama selesainya.
Tapi... kayanya kurang dari 200 eps Dea & Kinan akan meninggalkan kita semua :') masih belum tentu sih, kita lihat perkembangannya aja dulu ya 😄 ini hanya sekedar bocoran aja biar kalian makin semangat bacanya, bisa aja kan aku salah perhitungan dan malah melebihi 200 eps. 😅
______________________________________________________
Jangan lupa tinggalkan like dan jejak di kolom komentar ya 😊
Ah sekalian promosi deh ✌🤭
Aku menghadirkan pasangan baru di karya baruku yang judulnya "Secret Admirer (story chat)". Yang mau mengikuti kisah mereka silahkan mampir dan ramaikan 😁 masih baru sih, jadi belum terlalu seru ceritanya :') .
Dea : Udah thor basa-basinya kepanjangan tau. 😑
Kinan : Biarkan aku bermalas-malasan lagi thor, jangan buat aku begadang untuk bekerja terus, anime dan gamenya kapan? 😑
Akira : Kapan aku nikah sama Kinan thor? 😶
Megan : Yang pengen nikah ... ngebet banget kayanya 🙄
Author : Berisik kalian semua! ayo pulang-pulang, pulang ke kandang kalian masing-masing. 😬
Dea : Yuk pulang yuk, jangan buat author marah. Nanti dikarungin. (Geret Kinan)
Kinan : 😑
Megan : Pulang-pulang! nikahnya kapan-kapan aja kalau kak.Kinan udah mau sama kakak. (Dorong Akira)
Akira : 💢💢💢
Author : Basa-basinya udah dulu ya, aku pamit ceramahin mereka berempat dulu. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan 🖐😁
Dea & Megan : Balik thor !!
Author : 💢