Dea & Kinan

Dea & Kinan
37. Berdansa



Pukul 07:00 Pm, di kediaman Kinan.


"Udah ada kabar belum?" Tanya Dea kepada Megan yang baru masuk kedalam rumah gadis itu.


"Kakak sudah menemukannya." Jawab Megan sambil memasang wajah lelahnya karena sibuk menelpon banyak orang.


"Menemukannya? Emang kakak ada dimana?" Tanya Dea merasa heran.


"Dia ada di restoran keluarga kami, ibu juga mengirimkan foto kepadaku." Jawab Megan sambil memperlihatkan foto ibunya bersama Akira dan Kinan, lalu ada seorang wanita lagi yang menarik perhatian Dea.


"Ini kan ibu. Kenapa dia bersama dengan kak.Akira dan ini ibumu?" Tanya Dea merasa terkejut sambil menunjuk wajah wanita cantik yang kata Megan adalah ibunya.


"Iya dia ibuku, sepertinya mereka memang sengaja ketemuan. Tapi melihat kak.Kinan dan kakak ku seperti ini rasanya ...." Jelas Megan menurunkan nada bicaranya dan mulai memasang ekspresi murungnya.


"Loe suka sama kakak gue ya?" Tanya Dea membuat Megan terkejut setengah mati.


"Ba-bagaimana loe tau? Dan lagi bahasanya udah ganti lagi? Padahal tadi gak pake loe gue." Tutur Megan yang masih terkejut dengan ucapan gadis itu.


"Muka loe gampang dibaca. Lagian pria mana sih yang gak suka sama kakak gue. Tapi ya gue ingetin satu hal sama loe ...." Jelas Dea mulai memperhatikan Megan dengan tatapan seriusnya, "Kakak gue itu gak suka pria yang lebih muda dari usianya, minimal harus seusia dengannya. Dan lagi, gue gak akan merelakan kakak gue pada sembarang laki-laki" Lanjutnya mematahkan harapan pria malang itu.


"Loe gak ada niatan buat hibur gue apa? Hati gue sakit banget denger omongan loe nih." Tutur Megan sambil duduk lesu diatas sofa yang dekat dengan tempatnya berdiri tadi.


"Gue gak suka menumbuhkan harapan orang lain yang jelas-jelas sudah tertutup. Mending loe terima kenyataan aja, itu lebih baik buat hati loe." Ucap Dea ikut duduk disebrang sofa.


"Tapi beneran muka gue gampang kebaca?" Tanya Megan memastikan, "dan lagi kenapa loe bicara sekasar tadi?" Lanjutnya masih bertanya.


"Kasar?" Tanya Dea memiringkan kepalanya kearah kanan, menatap bingung kearah Megan.


"Itu loh soal loe yang gak akan menyerahkan kakak loe ke sembarang laki-laki." Jelas Megan sambil menyenderkan tubuhnya pada kepala sofa dibelakangnya.


"Ha soal itu ...." Ucap Dea mulai menjelaskan sosok pria yang pantas untuk mendampingi kakaknya menurut pandangannya, sosok pria yang bisa mengubah sifat buruk kakaknya atau pria yang bisa menerima segala kekurangannya dan banyak lagi.


Disisi lain...


Terlihat sosok pria yang tak asing memasuki gedung, berjalan kearah Akira dan Kiara yang sedang berbincang dengan tamu lainnya. Sedangkan Kinan, dia sedang ditahan oleh Wulan yang mulai lengket padanya.


"Selamat malam Kiara, maaf aku datang terlambat." Tutur pria berjas abu-abu itu sambil tersenyum kearahnya membuat Akira menengok padanya yang berdiri di belakangnya.


"Bayu." Ucap Akira bersamaan dengan pria itu yang juga menyebutkan namanya dengan tatapan terkejutnya.


"Kau? Sedang apa disini?" Tanya Bayu pada Akira.


"Kalian sudah saling mengenal?" Tanya Kiara sebelum Akira menjawab pertanyaan Bayu.


"Ya–yah begitulah." Jawab Bayu sambil melemparkan pandangan kesembarang arah dan mendapati Kinan yang sedang berbincang dengan Wulan dan perempuan lainnya.


"Bayu ini Akira teman baik ku, dan Akira dia Bayu sepupuku. Ini pertama kalinya kalian bertemu kan? Semoga kalian bisa berteman baik ya." Tutur Kiara memperkenalkan mereka sambil memberikan senyuman diakhir kalimatnya.


"Ha." Ucap Akira masih menatap tajam pada pria dihadapannya, pria yang sempat mencari gara-gara di restoran keluarganya.


"Tunanganmu, kenapa meninggalkannya disana?" Tanya Bayu melirik kearah Kinan membuat Akira ikut melirik kearah wanita itu.


"Wulan ingin memperkenalkannya pada yang lain, dan lagi kau juga sudah mengetahui soal tunangan Akira ya? Aku merasa ketinggalan berita ...." Jawab Kiara mewakili Akira.


"Ah acara utamanya akan dilaksanakan sepuluh menit lagi, kau mau unjuk kemampuan untuk mengisi acara kosong ini?" Lanjut Kiara bertanya pada Bayu.


"Aku sedang tidak ingin menjadi pusat perhatian, bagaimana jika Akira saja yang menggantikanku?" Jawab Bayu sambil tersenyum hangat.


"Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang mengisi acaranya? Lagipula ini kan acaramu. Jadi meriahkan ...." Tutur Bayu sambil meraih gelas yang tersimpan diatas meja disampingnya.


"Sayang." Ucap Kinan sambil meraih tangan Akira membuat pria itu terperajat dengan kehadiran Kinan yang tiba-tiba. Sedangkan Bayu malah terbatuk karena tersendak air yang ditelannya dengan terburu-buru saat mendengar Kinan memanggil Akira dengan sebutan sayang.


'Dia!' Batin Kinan saat melihat pria yang terbatuk disamping Akira.


"Ha–hay." Sapa Bayu tergugup sambil tersenyum kaku kepada Kinan.


"Apa acaranya masih lama?" Tanya Kinan pada Akira.


"Aku dicuekin." Guman Bayu merasa terkejut dengan sikap Kinan.


"Setelah acara puncaknya selesai. Kita bisa pulang, bersabarlah sebentar lagi ya ...." Jawab Akira sambil mengelus kepala Kinan.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya." Ucap Kiara meninggalkan mereka bertiga ditengah ruangan bersama para tamu lainnya yang memang sudah mengisi setiap sudut ruangan itu.


"Dia mau kemana?" Gumam Kinan memperhatikan langkah Kiara yang berjalan kearah panggung.


Setelah meraih sebuah gitar yang diberikan oleh seorang pelayan, Kiara pun mulai menyanyikan sebuah lagu untuk mengisi waktu kosong sebelum acara puncak tiba.


Wanita itu menyanyikan lagu 'Secret Love Song dari Little Mix'.


Suaranya mulai memenuhi ruangan hanya diiringi suara gitar yang dimainkan olehnya.


"Hee... dia bisa bermain gitar ya, suaranya juga lumayan bagus. Jadi itu alasannya kau sangat mencintainya ya ...." Tutur Kinan sambil melipat kedua tangannya diatas dada, sedangkan matanya terus menyaksikan penampilan Kiara.


"Aku terima telpon dulu sebentar ya." Ucap Akira kembali meraih kepala Kinan.


'Aku benar-benar sudah habis kesabaran, ingin pulang ... ayolah cepat berakhir. Cepat selesaikan acara tidak penting ini.' Gerutu Kinan mencoba menahan perasaan kesalnya setiap kali Akira mengelus kepalanya.


"Kalian terlihat dekat ya." Tutur Bayu yang masih berdiri ditempatnya.


"Begitulah." Jawab Kinan sambil memutar-mutarkan pergelangan kakinya yang terasa pegal.


"Sejak kapan kalian bertunangan?" Tanya Bayu.


"Belum lama." Jawab Kinan begitu singkat membuat Bayu semakin tertarik padanya.


"Kenal Akira dimana? Kenapa kau mau dengannya? Padahal kau bisa denganku saja." Tanyanya lagi.


"Tuan ini benar-benar ingin tau urusan orang lain ya ...." Tutur Kinan melirik tajam kearah Bayu, lalu tersenyum hangat padanya untuk menutupi rasa kesalnya, "soal aku yang tak ingin dijodohkan denganmu. Karena kau bukan tipeku, meski aku belum bertunangan sekalipun. Aku tidak akan menyukai pria seperti tuan." Lanjutnya membuat Bayu tersentak.


Tak lama kemudian Akira kembali dan acara puncakpun dimulai. Semua orang mulai menari bersama pasangannya masing-masing dengan diiringi musik romantis untuk berdansa.


Dev mulai berdansa dengan Wulan, Kiara juga mulai berdansa dengan sepupunya yang tidak lain adalah Bayu. Sedangkan Kinan, dia mau tak mau harus berdansa dengan Akira.


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Akira yang melihat tatapan kesal Kinan, "kau tak berniat mempermalukanku kan?" Lanjut Akira mendekatkan wajahnya pada telinga Kinan, membuat wanita itu terperajat karena nafas Akira mengenai telinganya. Membuatnya tersipu malu barang sesaat.


"Kiara terus memperhatikanku, jangan sampai dia merasa curiga dan membuat semuanya terbongkar." Bisik Akira membuat Kinan refleks menginjak kakinya dengan kesal dan membuat pria itu mendesis kesakitan.


"Ah maaf aku tidak sengaja, kau kan tau aku tidak mahir berdansa." Tutur Kinan sambil tersenyum manis padanya.


"Kau!" Ucap Akira menahan rasa kesalnya.


xxx