
Ledakan kembang api kembali mengejutkan semua orang, mencuri perhatian mereka dan menguncinya pada keindahan yang ditunjukannya di langit gelap berbintang.
"Selamat ulang tahun kak.Kinan, Dea..." Ucap Fani bersamaan dengan Megan dan Rafa. Mereka berdua sudah berkumpul dari sepuluh menit yang lalu.
"Kalian ?" Ucap Dea merasa terkejut sedangkan Kinan hanya menunjukan senyuman hangatnya pada mereka, dan melirik kearah adik tercintanya.
"Kami juga membawakan ini untuk kak.Kinan dan Dea" Tutur Fani sambil memberikan bungkus kado kepada Kinan dan Dea.
"Uwaah apa ini ?" Tanya Dea bersamaan dengan ledakan kembang api yang kembali menarik perhatian mereka semua.
Tapi Kinan malah sudah membuka bungkus kado yang dia pegang, matanya membelalak terkejut saat melihat dua buah sketch book yang berada di balik bungkus kado itu.
"Fani..." Ucapnya sambil terjun kedalam pelukan gadis itu dan memeluknya dengan erat.
"Ada apa dengannya ?" Tanya Megan yang terkejut dengan reaksi wanita itu.
"Se-sesak..." Guman Fani berusaha melepaskan dirinya.
"Terima kasih, aku mencintaimu Fani..." Tutur Kinan sambil tersenyum lebar pada gadis itu, sedangkan Fani malah membuat ekspresi menjijikannya ketika mendengar ungkapan cinta dari wanita itu.
"Dia gi-gila ya ?" Tanya Megan ikut terkejut dan mengambil langkah mundur dengan ekpresi sama seperti yang ditunjukan oleh Fani.
"A-aku masih normal loh" Ucap Fani membuat Kinan tertawa.
"Tentu saja, aku juga masih normal ko" Tutur wanita itu sambil menyeka air matanya setelah melepaskan pelukannya.
"Kalau normal pasti sudah dapat pacar dari dulu" Ejek Dea sambil melirik kearah Kinan.
"Aku tidak akan memberikan Dea pada kakak ya" Lanjut Rafa sambil memeluk kekasihnya dari belakang, membuat Fani tersipu.
"Apa yang kalian pikirkan ?" Teriak Kinan mulai kesal, "Jangan menyerangku secara bersamaan. Aku benar-benar masih normal !" Lanjutnya membuat Dea dan yang lainnya tertawa.
Letusan kembang api terakhirpun berakhir. Suasana kegembiraan malam itu perlahan mulai sirna, semua pengunjung mulai berkurang dan para pedagang sudah mulai berbenah.
Dea dan yang lainnya pun memutuskan untuk pulang. Dan Akira sejak tadi begitu sibuk dengan heandphonenya, sampai tak memperhatikan langkahnya dan membuatnya tersandung. Beruntung pria itu tidak sampai terjatuh.
"Dasar bodoh !" Ejek Kinan sambil melirik ke arah Akira yang berjalan disampingnya.
"Ini benar-benar cantik" Puji Dea tak henti-hentinya melihat sebuah gelang cantik yang sudah melingkar ditangan kirinya. Gelang pemberian dari sahabat tercintanya.
"Ini juga, aku sangat menyukainya. Terima kasih kalian berdua" Lanjut Dea sambil menunjukan sebuah DVD band kesukaannya. Lalu memeluk Fani dan Rafa secara bersamaan.
"Ya ya sama-sama. Tumbuhlah menjadi dewasa ya" Tutur Rafa membuatnya kesal.
"Dan berhentilah bertengkar dengan kakakmu ya. Semoga tahun ini kau juga bisa cepat move on dari mantanmu itu ya..." Lanjut Fani semakin membuat gadis itu kesal dan mempererat pelukannya. Membuat mereka berteriak meminta dilepaskan.
Disisi lain Megan sedang sibuk memperhatikan boneka beruang yang dia dapatkan saat bermain tembakan di stand mainan tadi. Sedangkan Kinan malah senyam senyum sendiri memperhatikan Dea yang terlihat akrab dengan Fani dan Rafa.
"Hoam..." Suara Kinan sambil menguap dan menutup mulutnya.
"Ngantuk ?" Tanya Akira mulai angkat bicara.
"Hem... belakangan ini kurang tidur, kemarin juga tidur sebentar" Jawab Kinan dengan mata kantuknya.
"Aku duluan ya..." Ucap Rafa menarik perhatian mereka semua.
"He... mau pulang ?" Tanya Fani terlihat kecewa.
"Ya sudah larut juga. Hhaha..." Jawab Rafa sambil menggaruk tengkuknya.
"Kita bergadang saja malam ini" Ucap Megan sambil merangkul pria itu.
"Maaf... gue beneran harus pulang" Jelas Rafa pada pria yang masih merangkulnya.
"Benar-benar membosankan ya" Ucap Megan melepaskan rangkulannya.
"Kalau begitu sampai nanti" Lanjut Rafa sambil melambaikan tangan pada Fani dan yang lainnya.
"Hati-hati di jalan ya" Teriak Dea dan Fani bersamaan.
Rafa pun segera pergi ke parkiran untuk mengambil motornya dan bergegas pulang kerumahnya.
"Gue nginep dirumah loe ya De" Tutur Fani membuat Dea kegirangan.
"Gue udah izin sama ortu jadi kayanya gak masalah kalau gue nginep semalam" Lanjutnya menjelaskan.
"Fani tidur denganku saja" Tutur Kinan yang langsung melompat kearah Fani dan merangkul gadis itu.
"Tidak bisa ! Dia tidur denganku saja. Lagian dia kan teman sekelasku" Jelas Dea tidak mau mengalah.
"Kenapa kalian tidak tidur bersama saja ?" Tanya Megan sambil melewati ketiga wanita itu, dan berjalan ringan meninggalkan mereka.
***
Sesampainya dirumah Kinan. Mereka semua dikejutkan dengan penyambutan beberapa orang asing yang sudah menghias seluruh ruangan di dalam rumah Kinan.
"Selamat ulang tahun nona Kinan dan nona Dea" Ucap kelima orang asing itu sambil membungkuk hormat.
Dengan cepat Kinan melirik tajam kearah Akira, membuat pria itu tersenyum hangat padanya.
'Ni orang seenaknya aja nyuruh orang asing untuk masuk ke rumah orang lain' Batin Kinan merasa kesal.
"Kalian boleh pergi" Ucap Akira pada kelima pelayan yang dipanaggilnya. Dan merekapun segera pergi dari hadapannya.
"Uwaaah ini benar-benar mewah De..." Tutur Fani dengan mata berbinarnya.
"Aku belum pernah merayakan ulang tahunku semewah ini, dekorasi yang benar-benar indah. Uwah ada bunga mawar juga..." Jelas Dea segera memeriksa seluruh ruangan di dalam rumahnya diikuti oleh Fani dan Megan.
"Jangan mengirim orang asing ke dalam rumahku seenaknya ! Dan darimana kau mendapatkan kunci rumahku ?" Teriak Kinan lepas kendali.
"Aku menduplikatnya" Jawab Akira sambil tersenyum membuat Kinan terkejut.
"Ha-haaa ? Menduplikatnya ? Ti-tidak sopan !" Ucap Kinan segera menekan nomor polisi di heandphonenya.
"Hentikan !" Ucap Akira membuat wanita itu melirik takut kearahnya.
"Sebenarnya Fani yang memintaku untuk menyiapkan semua kejutan ini. Dan karena aku baru tau Dea juga berulang tahun, jadi aku meminta mereka untuk mendekorasi seluruh ruangan. Soal kunci rumah, tentu saja aku bohong. Hanya bercanda..." Jelas Akira membuat Kinan bergegas meraih pintu kamarnya.
Matanya benar-benar membelalak terkejut saat melihat semua dekorasi yang menghiasi kamarnya. Bahkan tempat tidurnya dipasangi kelambu merah berenda seperti milik seorang putri raja.
"Beraninya kau menyuruh mereka menghias kamarku juga !" Teriak Kinan tak kuasa menahan amarahnya, "Jangan bilang kamar Dea juga..." Lanjutnya segera dihentikan oleh Akira.
"Fani melarangku untuk melakukannya. Dia bilang kau akan mengurusnya bersama Fani" Jelasnya membuat Kinan menghela nafas lega.
"Kakak ayo tiup lilinya, kita makan kuenya" Teriak Dea diruang tengah.
"Kau bisa gendut jika makan kue jam segini !" Teriak Kinan menjawab panggilan sang adik, dengan cepat dia berjalan kearah ruang tengah diikuti oleh Akira.
"Ini ?" Tanya Kinan saat melihat setumpuk kado di atas sofanya.
"Hadiah dariku untuk kalian berdua. Pilihlah yang kalian sukai" Jawab Akira kembali tersenyum hangat.
"Seriusan ?" Tanya Dea begitu bergembira.
"Kalau begitu ambil saja untukmu semuanya. Cepat tiup lilinnya dan potong kuenya" Tutur Kinan sambil duduk disebelah Dea.
"Kakak tidak mau tiup lilin dan potong kue ?" Tanya Dea.
"Ulang tahunku sudah lewat. Hari ini adalah ulang tahunmu, jadi semua perayaan ini tidak ada kaitannya denganku. lagian aku bukan anak kecil lagi yang harus merayakan ulang tahunku..." Jelasnya membuat Dea memanyunkan bibirnya karena merasa kesal pada kakaknya.
"Cepat tiup lilinnya dan buat harapan sana" Ucap Kinan menyadarkan adiknya.
Lalu acara perayaan ulang tahun Dea pun dimulai. Fani begitu antusias merayakan ulang tahun sahabatnya. Sedangkan Megan, raut wajahnya masih terlihat murung saat melihat Akira dekat-dekat dengan Kinan. Mungkin masih belum bisa menerima kenyataan yang dia terima.
Matanya juga sudah fokus pada pesan yang diterimanya, pesan dari sang ibu yang mengirimkan foto mereka berempat saat direstoran keluarganya.
'Megan, ibu berniat untuk menjodohkan kakakmu dengan Kinan. Ibu sangat menyukainya, menurutmu bagaimana ?' Batin pria itu sambil membaca kembali isi pesan yang diterimanya, lalu melihat kembali foto mereka.
"Kenapa malah melamun !" Ucap Dea sambil mencubit pipi Megan membuat pria itu terkejut dan segera mematikan heandphonenya.
"Swakit twau ! Lepwasin" Tuturnya berusaha melepaskan tangan Dea dari wajahnya.
"Rasakan pembalasanku. Bagaimana ? Sakit kan ?" Jelas Dea sambil melepaskan cubitannya, "Jangan melamun dihari bahagiaku" Lanjut Dea membuat Megan tersentak.
"Ini benar-benar enak, aku sangat menyukainya..." Oceh Fani setelah menelan kue di dalam mulutnya.
Malampun berlalu, perayaan ulang tahun Dea berakhir pada pukul dua malam. Karena mereka semua sudah mengantuk, jadi merekapun memutuskan untuk tidur. Pada akhirnya Fani tidur dengan Dea dikamarnya, sedangkan Kinan tidur sendiri diatas tempat tidur yang sudah dihias sedemikian rupa itu.
Wajahnya terlihat begitu lelah sampai dia tertidur dengan pulas, membiarkan cahaya bulan memasuki kamarnya dan menyoroti wajah cantiknya saat lampu kamarnya redup.
Akira dan Megan pun pergi kerumahnya setelah berpamitan dengan kakak beradik itu. Megan sudah terlelap bersama kegalauannya. sedangkan Akira, dia masih terjaga di depan layar komputernya. Memperhatikan foto Kiara.
"Apa perkataanku terdengar jahat ya ? kenapa aku mengatakan hal itu padanya ?" Gumamnya saat mengingat kejadian di tempat festival. Lalu memutar ingatan saat Kinan menyarankannya untuk kembali pada Kiara.
'Bagaimana bisa aku menerimanya lagi ? dasar bodoh !' Lanjutnya dalam hati.
xxx