Dea & Kinan

Dea & Kinan
25. Ulang tahun Fani



Setelah selesai mengikuti ujian sekolah. Dea pun bergegas pulang kerumahnya dengan bermain kucing-kucingan dengan Fani.


Setelah bersusah payah menghindari Fani. Akhirnya Dea berhasil lolos dari kejaran sahabatnya itu.


Sesampainya dirumah, Dea langsung memeriksa ruang tamu dan pergi keruang tengah.


"Kerja bagus!" Ucap Dea sambil memberikan ibu jari kepada Megan yang sudah melirik ke arah kedatangannya.


"Sudah pulang?" Tanya Kinan yang keluar dari dapur sambil membawa kue ulang tahun buatannya ke arah ruang tamu.


"He? Kau membuatnya? Kenapa? Bukannya lagi sibuk kerja?" Tanya Dea mengekori Kinan.


"Aku bisa mengerjakannya sore nanti." Jawab Kinan sambil tersenyum lebar membuat Dea kesal.


"He? Kak Kinan kerja? Emangnya dia sudah dapat pekerjaan? Kerja apa?" Tanya Megan yang sudah berada disisi mereka mencairkan ke kesalan Dea.


"Freelance sih." Jawab Kinan sambil tersenyum malu.


"Hoo ...." Ucap Megan membulatkan mulutnya.


"Ngomong-ngomong Fani kapan datangnya?" Tanya Kinan membuat Dea tersadar dan segera meraih heandphonenya yang tersimpan didalam saku rok sekolahnya.


"Lima belas menitan lagi katanya ...." Jawab Dea yang membaca pesan dari Rafa, "sepertinya Rafa mengajaknya jalan-jalan dulu, setelah itu baru mereka mampir kesini." Lanjutnya menjelaskan.


"Rafa?" Tanya Megan.


"Pria yang datang pagi tadi." Jawab Dea singkat.


"Oh anak itu ...." Ucap Megan mengingat wajah Rafa yang terlintas dalam pikirannya.


***


Setelah lama menunggu akhirnya Rafa datang bersama dengan Fani.


Dengan cepat Kinan dan Megan bersiap di posisinya, sedangkan Dea menyambut kedatangan Fani dan Rafa. Lalu membawa mereka ke ruang tamu.


Mata Fani membelalak terkejut saat melihat semua hiasan di dalam ruang tamu Dea, matanya menyebar ke seluruh ruangan untuk memperhatikan semua dekorasi cantik itu. Dan padangan Fani berhenti pada sebuah kue ulang tahun yang tersimpan si atas meja ruang tamu.


"Ini?" Tanya Fani kepada Dea dan Rafa yang sudah menyeringai lebar membuat gadis itu nyaris menangis saking terharunya.


"Selamat ulang tahun Fani." Ucap Kinan memberikan selamat sambil memainkan balon hati di tangannya.


"Ini semua rencananya Rafa loh. Dia sengaja menjauhimu beberapa hari ini, hanya untuk mempersiapkan kejutannya." Jelas Dea sambil tersenyum.


"Jahat! Kenapa harus pake cara seperti itu?" Ucap Fani segera menyeka air matanya yang hampir keluar dari matanya, dengan cepat Rafa mengelus rambut Fani dengan lembut, membuat gadis itu terbawa suasana.


"Maaf ... dan selamat ulang tahun." Ucap Rafa menatap hangat kedalam mata Fani.


"Hee... jadi mereka pacaran?" Gumam Megan yang sejak tadi hanya membisu memperhatikan mereka semua.


"Berisik!" Ucap Dea sambil menyiku tangan Megan dengan kasarnya, membuat pria itu meringis kesakitan.


"Kalau begitu sebaiknya Fani segera meniup lilinnya dan memotong kue nya." Saran Kinan masih memainkan balon hati ditangannya.


"Benar, ayo tiup lilinnya kemudian potong kuenya. Aku sudah lapar." Ucap Rafa menyetujui ucapan Kinan.


Lalu merekapun mulai menyanyikan lagu ulang tahun untuk Fani, dan gadis itu langsung meniup lilinnya saat lagunya berhenti.


Setelah itu Fani dibanjiri ucapan selamat dari Dea, Rafa, Kinan dan Megan.


"Dia ini?" Tanya Fani sambil melihat kearah Megan yang sedang menikmati potongan kue yang diberikan oleh Fani.


"Megan, dia adiknya kak Akira." Jawab Dea memperkenalkan pria itu.


"Tampan." Bisik Fani membuat Dea mendelik.


"Pacarmu ada disini loh." Ucap Dea membuat Fani mencubit tangan Dea dan membuat gadis itu meringis.


"Tunggu sebentar ...." Ucap Kinan sambil berlari ke kamarnya membuat mereka semua kebingungan.


Tak lama kemudian wanita itu kembali dengan membawa sketch book dan pensil ditangannya.


"Kau diam saja." Ucap Kinan sambil menyenderkan tubuhnya di kepala sofa dan mengangkat kedua kakinya ke atas sofa.


"Kak Kinan kerja apa De?" Tanya Fani yang baru mendengar soal pekerjaan Kinan.


"Cuma freelance." Jawab Dea sambil tersenyum.


Megan yang penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Kinan pun langsung mendekatinya dan duduk di samping wanita itu tanpa banyak bicara.


Sedangkan Dea, dia sibuk berbincang dengan Rafa dan Fani, bahkan sesekali mereka tertawa. entah apa yang sedang mereka bahas.


"Gambaranmu bagus juga ...." Guman Megan tak di dengarkan oleh Kinan.


"Kereeen." Lanjutnya terkagum-kagum.


"Selesai." Ucap Kinan sambil memperhatikan gambarannya dan segera merobek kertas itu, kemudian memberikannya pada Fani.


Fani pun menerimanya dengan ekspresi bingungnya.


"Hadiah dariku." Ucap Kinan sambil menyeringai membuat gadis itu segera melihat gambaran Kinan yang diterima olehnya.


"Whooaaa..." Ucap Fani yang terlihat terkejut dengan apa yang dilihatnya, "Ini gambaran kakak?" Lanjutnya bertanya dengan ekspresi sumringah, dengan cepat Kinan mengangguk malu.


"Keren." Ucap Rafa yang ikut melihat gambaran di tangan Fani.


"Hee... kau sudah banyak kemajuan ya." Gumam Dea ikut memperhatikan gambar buatan kakaknya itu.


"Hhehem... Kinan gitu loh." Ucap Kinan membanggakan dirinya sambil menyeringai dengan kedua tangannya yang dilipat di atas dadanya.


"Dih." Gumam Dea merasa risih dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan Megan, Rafa dan Fani, mereka hanya bisa tersenyum melihat ekspresi Kinan.


Dalam perayaan itu, mereka mendengar suara mobil yang memasuki halaman rumah sebelah. dengan cepat Dea melihat ke arah jendela yang menghadap ke rumah Akira.


Matanya tampak berbinar saat melihat Akira keluar dari dalam mobilnya sambil membawa sebuah bingkisan dan box berukuran sedang di tangannya.


"Hee? kenapa jam segini udah pulang aja tu orang?" Tanya Megan yang sejak tadi mengintip di samping Dea. membuat gadis itu terkejut setengah mati.


tok tok tok...


Terdengar suara pintu yang diketuk dari luar, dengan cepat Dea berlari ke arah pintu rumahnya untuk membukakan pintu.


"Dea." Ucap Akira saat melihat gadis itu membukakan pintu untuknya.


"Kak Akira, kenapa sudah pulang?" Tanya Dea sambil mempersilahkan masuk kedalam rumah.


"Aku ingin mengucapkan selamat juga untuk temanmu, aku membawakan bingkisan dan kue untuknya." Jelasnya.


"Kak Akira ...." Ucap Fani dengan mata berbinar-binarnya.


"He?" Gumam Rafa yang tak mengerti dengan situasinya.


"Ku dengar hari ini kau berulang tahun. jadi aku memutuskan untuk memberikan selamat, karena kamu adalah teman baiknya Dea. aku juga membawakan kue dan bingkisan untukmu, terimalah ...." Jelas Akira membuat semua orang membisu.


"Selamat ulang tahun." Lanjutnya membuat Fani melayang saat melihatnya senyuman Akira.


"Kenapa kau sudah pulang?" Tanya Megan tak di dengarkan.


"He sudah ada kue ternyata." Tutur Akira sambil memperhatikan kue strawberry yang tersimpan diatas meja.


"Kak Kinan yang membuatkannya." Ucap Fani membuat mata Akira melirik ke arah Kinan yang sudah menatapnya dengan kesal.


"Ini silahkan dimakan." Ucap Fani memberikan potongan kue untuk Akira, dengan senang hati pria itu menerimanya dan duduk di antara Kinan dan Megan. membuat mereka berdua mengambil jarak dan memberikan tempat untuk Akira.


"Padahal kau bisa duduk disana." Ucap Kinan merasa kesal pada Akira yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. tapi Akira tak memperdulikannya.


'Orang ini! padahal aku ingin duduk disebelah kak Kinan lebih lama lagi.' Umpat Megan dalam hati, merasa kesal pada kakaknya sendiri.


xxx