Dea & Kinan

Dea & Kinan
63. Karina



Waktu menunjukan pukul 04:00 Pm, sekolah sudah berakhir. Dea dan Fani pulang bersama seperti biasanya.


"Loe ngapain pulang bareng gue ? Biasanya juga sama si Rafa" Tanya Dea melirik sahabatnya dengan sinis.


"Ya terserah gue dong mau pulang bareng siapa juga, lagian gue-" Jelas Fani segera dihentikan oleh helaan nafas Dea yang terdengar pasrah.


"Loe merasa bersalah sama gue ?" Tanya Dea membuat Fani mengangguk lemas.


"Gue bener-bener minta maaf sama loe, gue cuma ngumpulin foto loe buat acara ulang tahun loe tahun depan. Tapi karena udah ketauan... jadi gak bisa digunain, udah gue hapus juga..." Jelasnya dengan suara lesunya.


"Awas aja kalo loe sampe foto gue diam-diam lagi" Ancam Dea membuat Fani merinding merasakan aura ancaman sahabatnya itu.


"Eh ? Loe mau kemana ? Halte busnya sebelah sana loh" Tanya Fani saat melihat Dea berbelok kearah berlawanan.


"Hari ini gue mau mampir ke toko buku dulu, loe pulang duluan aja" Jawab Dea membuat Fani mematung di tempat.


"Hee ?" Teriaknya saat melihat Dea semakin menjauh dari pandangannya, "Oii de ? Gue bela-belain balik bareng loe loh. Masa gue ditinggal sih ?" Lanjutnya masih berteriak dan langsung berlari mengejar sahabatnya itu.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 05:50 Pm, Dea sampai di rumahnya setelah berpisah dengan sahabatnya yang sudah mengantarnya ke toko buku.


'Sepertinya aku memang harus minta maaf sama kakak' Batinnya sambil membuka pintu rumahnya.


"Aku pulang..." Teriak Dea sambil membuka sepatu yang dikenakannya.


Tak ada jawaban, hanya terdengar keributan di ruang tengah. Dengan cepat Dea berjalan kearah ruang tengah dan mendapati Kinan bersama Megan sedang menyambut seorang wanita cantik yang begitu bersemangat.


"Kinan ? Ada dua-" Ucap wanita itu sambil menutup mulutnya, memasang ekspresi terkejutnya.


"Bu-bukan, dia adik ku Dea" Jelas Kinan sambil berjalan kearah Dea dan memintanya untuk memperkenalkan diri pada wanita cantik itu.


"Ah ya, salam kenal namaku Dea" Ucap Dea setelah merasakan sikutan dari kakaknya itu.


"He... jadi dia adikmu ? Lebih tinggi ya" Gumamnya membuat Megan dan Dea refleks menahan tawanya, sedangkan Kinan hanya bisa mematung kesal ditempatnya.


"Maaf maaf aku tidak bermaksud..." Lanjutnya sambil tersenyum.


"Tante ini ?" Tanya Dea segera dihentikan oleh Megan.


"Ibuku, namanya Karina" Jawab Megan membuat Dea ber'Oh' ria.


"Salam kenal, kamu juga sangat manis ya" Tutur Karina sambil meraih tangan Dea.


"Kalau begitu aku akan memasak makan malam dulu, kalian tunggu saja disini" Tutur Kinan sambil melangkah pergi meninggalkan mereka semua diruang tengah.


"Bagaimana kalau tante jodohkan dengan Megan ? Mau ya ?" Tanya Karina membuat wajah Dea tersipu.


"Jangan seenaknya !" Teriak Megan merasa kesal dengan sikap ibunya yang selalu ikut campur dalam urusannya.


"Hee... ayolah dia juga cantik, ibu suka dengan tatapannya, warna rambutnya juga hitam alami, hidungnya juga mancung, dan yang terpenting dia tinggi. Ibu bisa menjadikannya sebagai model pribadi ibu nantinya, peragaan busana sebentar lagi jadi..." Jelas Karina segera dihentikan oleh Megan, sedangkan Dea hanya bisa memperhatikan perdebatan antara anak dan ibu dihadapannya.


"Jangan merepotkan orang lain, lagipula dia masih sekolah" Tutur Megan.


"Merepotkan ? Tentu saja tidak, ibu bisa mempekerjakannya kan ? Dea juga bisa mengatur waktu antara sekolah dan karirnya kan ? Selain itu, kau juga sangat suka dengan gadis bertubuh tinggi kan ? Tinggi badan kalian juga tidak jauh berbeda" Tutur Karina menatap malas kearah putra keduanya itu.


"A-apa maksud ibu ?" Tanya Megan tampak tersipu saat ibunya mengatakan dia menyukai gadis bertubuh tinggi.


'Ti-tinggi ? Wanita yang dia ajak jalan saat itu juga... mereka memiliki tubuh yang cukup tinggi' Batin Dea mengingat beberapa kejadian saat dia tak sengaja memergoki Megan bersama wanita asing di jalan kecil dekat rumah Fani dan saat dia membonceng wanita asing lainnya.


"Dea mau ya ? tante jodohkan dengan Megan..." Tutur Karina disela-sela lamunan Dea, membuat gadis itu terkejut dan refleks mengatakan "Ya" membuat Karina tersenyum lebar dengan tatapan berbinarnya.


"Ha ?" Ucap Megan memasang wajah terkejutnya membuat Dea kebingungan.


"A-apa ? Tadi tante tanya apa ? Dea tadi-" Tanya Dea memperhatikan wajah Karina.


"Tidak ada... kamu sudah mengiyakannya, tante jadi senang sekarang, Hhaha... aku langsung mendapat dua orang anak perempuan sekarang" Jelas Karina membuat kepala Dea berputar-putar.


"Jangan seenaknya menjodohkanku dengannya !" Teriak Megan membuat Dea terkejut, bahkan wajahnya sudah memerah seperti tomat.


"Wajahmu merah tuh" Ejek Karina membuat Megan semakin kesal.


"Hha-ha... aku tidak mengerti dengan pertengkaran mereka, sebaiknya aku pergi mandi dulu" Gumam Dea meninggalkan anak dan ibu itu diruang tengah.


***


"Wah..." Ucap Karina dengan tatapan berbinarnya saat mendapati beberapa makanan enak yang sudah tersaji diatas meja makan.


Kinan yang mendengar suara Karina pun refleks menengok kearah kedatangannya.


"Tante..." Ucapnya.


"Ini semua kamu yang masak ? terlihat sangat enak" Tanya Karina sambil berjalan kearah Kinan dan berdiri disamping meja makan yang terdapat didalam ruangan itu.


"Cuma masakan sederhana..." Tutur Kinan sambil tersenyum malu dan melirik beberapa makanan yang sudah tersaji diatas meja makan itu.


"Tante suka tumis kangkung saus tiram, wah ada bakwan udang juga..." Lanjutnya menatap semua menu makanan yang sudah tersaji diatas meja makan.


"Ibu jangan ganggu kak.Kinan" Ucap Megan yang baru masuk ke dalam dapur diikuti oleh Dea.


"Tidak masalah, menu terakhir sudah selesai ku masak. Kita bisa makan sekarang jika mau" Tutur Kinan sambil menyimpan goreng tempe dan sambal buatannya diatas meja makan.


"Tapi kak.Akira belum datang loh" Ucap Dea setelah mengambil posisi duduk di tempatnya.


"Biarkan saja, belakangan ini dia memang suka pulang telat kan" Lanjut Megan ikut duduk disamping Dea.


"Kalau begitu mari kita makan-" Ucap Karina terhenti saat melihat sosok Akira yang baru masuk kedalam dapur, berdiri mematung diambang pintu.


"Kenapa ibu ada disini ?" Tanya Akira yang terkejut dengan kehadiran ibunya.


"Selamat datang putraku, ayo duduk-duduk sini. Kita makan malam bersama..." Ucap Karina memasang senyuman lebarnya membuat pria itu tak bisa menolaknya, dan lagi perutnya juga sudah berdemo minta diberi makan.


Akira pun duduk disamping ibunya, sedangkan Kinan duduk disamping Dea.


"Ibu ?" Tanya Akira belum selesai.


"Tadinya ibu hanya mampir dan berniat menyapa Kinan saja, tapi karena keasikan jadi lupa waktu. terus, terus Kinan ngajakin ibu makan malam disini, jadi ibu makan malam bersama kalian deh..." Jelas Karina mengeluarkan aura berbunga-bunganya.


"Makannya pelan-pelan aja bodoh !" Umpat Dea pada Megan, pria yang sudah menyantap makananya dengan lahap membuat Karina dan yang lainnya menaruh perhatian penuh pada sosok Megan.


"Swuka-swuka gue..." Ucap Megan dengan mulut penuh makanan.


"Telan dulu baru ngomong, dasar jorok" Bentak Dea memasang ekspresi jijinya.


"Biarin !" Ucap Megan setelah menelan makanan didalam mulutnya.


"Kalau cara makan loe kaya gitu, mana ada cewe yang mau sama loe !?" Gumam Dea sambil melirik tajam kearah Megan sebelum menyantap makanannya.


"Habis masakan kak.Kinan paling enak, mana bisa aku makan dengan santai" Jelas Megan membuat Karina segera mencicipi masakan wanita itu.


"Wah beneran enak, aku belum pernah merasakan makanan seenak ini" Puji Karina sambil tersenyum lebar.


"Benarkan, masakan kak.Kinan emang yang terbaik" Lanjut Megan ikut memuji.


"Hhaha... senang kalau masakanku disukai oleh kalian" Tutur Kinan terlihat malu-malu.


"Aw manisnya" Ucap Karina merasa gemas sendiri saat melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh Kinan.


"Loe gak usah rakus deh ! balikin tempe gue !" Teriak Dea saat Megan mengambil jatah makan malamnya, membuat semua orang memperhatikan mereka. Bahkan Dea tidak ingat kalau mereka sedang marahan.


"Gak mau !" Tolak Megan langsung memasukan tempenya kedalam mulutnya.


'Mereka ini benar-benar dekat ya' Batin Karina memperhatikan Megan dan Dea, lalu beralih pada sosok Akira yang begitu tenang menikmati makanannya. Sedangkan Kinan hanya bisa fokus memperhatikan kelakuan Dea dan Megan yang semakin rusuh, mencoba menahan emosinya namun tak berhasil sampai akhirnya dia mulai angkat bicara.


"Makan yang benar !" Ucap Kinan menatap Dea dan Megan dengan tatapan tajamnya, sontak membuat mereka berhenti bertengkar dan kembali menikmati makan malamnya dengan tenang.


'Auranya benar-benar berbeda, sangat bisa diandalkan ya...' Batin Karina masih memperhatikan mereka berempat.


"Loe sih !" Bisik Megan merasa kesal dan menyalahkan Dea.


"Loe yang mulai duluan, dasar rakus !" Balas Dea ikut berbisik kesal sambil menyiku tangan Megan yang hendak menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Namun gagal karena nasinya kembali terjatuh keatas piring dihadapannya.


"Kalau kalian tidak berhenti, aku tidak akan memberikan jatah camilan malam ini buat kalian ya..." Ancam Kinan membuat mereka kembali tenang.


xxx