
Pagi ini Megan masih betah berlama-lama dibawah selimutnya dan memperhatikan sebuah foto yang dikirimkan oleh ibunya kemarin malam.
"Aku benar-benar patah hati sekarang." Gumam pria itu sambil membenamkan wajahnya pada bantal dihadapannya yang sama-sama tertutupi oleh selimut.
"Gan udah pagi cepat bangun!" Ucap Akira di depan pintu kamar pria itu, namun Megan tak memiliki tenaga untuk menjawab panggilan sang kakak.
"Cepat bangun, kita harus pergi sarapan pagi!" Lanjutnya sedikit menaikan nada bicaranya berharap sang adik segera bangun dan membuka pintu kamarnya. Namun masih tak ada jawaban darinya.
Disisi lain...
"Pah pah." Ucap seorang wanita cantik yang duduk di samping seorang pria yang sibuk membolak balikan koran ditangannya, "mamah punya berita bagus." Lanjutnya sambil tersenyum lebar dan menunjukan sebuah foto di heandphonenya membuat pria itu melipat koran ditangannya.
"Ini kan?" Tanya pria itu yang tak lain adalah suaminya.
"Sahabat mamah, ternyata dia punya putri secantik ini. Dan lagi saat di restoran ada kejadian yang membuat mamah senang. Meskipun bukan disengaja, tapi tapi pah ...." Tutur wanita itu begitu antusias, "bagaimana kalau kita jodohkan saja Akira dengan wanita ini?" Lanjutnya bertanya.
"Mamah yakin? Akira tidak akan suka dijodoh-jodohkan lagi loh. Apalagi setelah mengalami hal buruk dimasa lalu." Tutur pria itu sambil memberikan kembali heandphone yang dipegangnya pada tangan istri tercintanya, lalu mengingat kejadian saat putranya ditinggal pergi oleh calon istrinya ke paris setelah memutuskan hubungannya dengan Akira.
"Tapi kan itu sudah lama, lagipula mamah yakin wanita ini lebih baik daripada Kiara. Mamah suka sama dia, ayo kita jodohkan mereka pah. Mamah yakin bu.Hanum juga tidak akan menolaknya, ya pah ya ...." Bujuk wanita itu sambil tersenyum lebar membuat pria itu tersipu malu.
"Biarkan saja dulu, jangan ikut campur dalam urusan mereka. Bagaimana jika Akira tidak menyukai wanita itu?" Jelas pria itu setelah meminum teh di dalam cangkir yang dipegangnya.
"Mamah yakin Akira menyukai gadis ini. Soalnya saat ... siapa ya namanya? Mamah lupa ...." Tutur Wanita itu berusaha mengingat nama wanita yang ada didalam fotonya, "ah Kinan, mamah yakin Akira menyukai Kinan. Soalnya saat Kinan mengaku-ngaku sebagai tunangannya, Akira tidak menyangkalnya. Dan lagi Kinan mengatakannya dengan lantang, hampir semua pengunjung di dalam restoran juga mendengar ucapannya. Para pelayan juga mulai menggosipkan putra kita." Lanjutnya menjelaskan kejadian kemarin malam.
"Ma–mana mungkin Akira mengiyakannya, mamah kaya gak tau anak kita yang satu itu." Tutur pria itu mulai bangkit dari tempat duduknya.
"Ayolah pah, mamah suka sama Kinan ...." Rengek wanita cantik itu.
"Mamah ini masih suka melakukan hal seperti itu ya?" Tutur sang suami saat melihat istrinya merengek manja dihadapannya.
"Gosipnya sudah menyebar kemana-mana loh pah, dari kemarin malam teman-teman mamah terus menghubungi mamah dan menanyakan soal kebenaran dari pertunangan Akira dan Kinan. Tak lama lagi teman-teman papah juga akan menghubungi papah untuk menanyakan hal yang sama. Jadi daripada menyangkalnya, lebih baik kita manfaatkan situasi ini untuk mendekatkan Akira dengan Kinan. Mamah juga yakin ko, Akira juga sudah mengetahui resiko dari tindakannya itu. Apalagi semalam dia pergi ke acara penyambutan Kiara dan memperkenalkan Kinan sebagai tunangannya." Jelas Karina panjang lebar dengan nada suara yang begitu antusias sambil mengingat ucapan dari mata-mata keluarganya yang sengaja dikirim untuk mengawasi putra tercintanya.
"Ki–kiara? Dia menemui wanita itu lagi?" Tanya suaminya begitu terkejut dengan ucapan sang istri.
"Bagaimana?" Tanya Karina sambil tersenyum manis menatap sang suami.
***
Di kediaman Kinan.
"Kalian terlambat." Ucap Dea kepada Akira dan Megan yang baru datang saat dia dan kakaknya baru selesai sarapan pagi.
"Makanannya sudah ku siapkan di atas meja makan. Pergilah sarapan ...." Tutur Kinan sambil berjalan menuju kamarnya saat melewati Akira dan Megan diambang pintu dapur.
"Hey hey ...." Ucap Dea mengalihkan perhatian kakak beradik itu, "kalian sudah melihat berita yang tersebar di internet belum?" Lanjutnya bertanya membuat mereka kebingungan.
"Aku sudah mendengar cerita lengkapnya dari kakak, tapi aku tak pernah menyangka kalau kak.Akira mau menjadi tunangan bohongannya kakak. Lalu pagi tadi aku membuka sosial media dan menemukan beberapa foto dan berita soal kalian ...." Jelasnya sambil menunjukan berita yang dimaksud membuat Akira dan Megan terkejut.
"Kenapa jadi seperti ini?" Gumam Akira merasa sakit kepala, "pasti orang-orang itu yang menyebarkannya." Lanjutnya memperkirakan beberapa orang yang dicurigainya.
"Mau itu beneran atau bohongan, pokoknya aku tidak akan menyerahkan kakak ku pada sembarangan pria ya. Termasuk kak.Akira!" Jelas Dea penuh penekanan dan segera pergi dari hadapan mereka.
"Ada apa dengannya?" Tanya Akira merasa bingung dengan tingkah Dea.
"Sudah jelas adik sayang kakak." Jawab Megan sambil berjalan kearah meja makan.
Setelah sarapan pagi Akira pun bergegas pergi ke kantor saat mendapat panggilan dari seseorang. Sedangkan Megan pergi ke rumahnya untuk menenangkan diri dan hatinya.
"Maaf soal yang kemarin. Setelah dipikir-pikir, ucapan gue emang kasar juga sih." Lanjutnya merasa tidak enak dengan perubahan sikap Megan yang mengkhawatirkan.
"Tidak masalah. Lagian gue juga gak mungkin pacaran sama cewe yang lebih tua dari gue, dan lagi kayanya loe juga ada rasa sama kakak gue ya?" Tutur Megan membuat Dea terkejut.
"Ha–haaaa?!" Teriaknya.
"Gak usah teriak juga kali, Berisik!" Ucap Megan sambil menutup mulut gadis itu dengan kedua tangannya.
"Bener kan loe suka sama kakak gue?" Tanya Megan tak mendapat jawaban.
"Hem." Ucap Dea sambil duduk di kursi yang tersimpan di depan rumahnya.
"Hhaha jadi loe juga patah hati ya." Ucap Megan sambil tertawa renyah, mengolok-ngolok gadis galak dihadapannya.
"Berisik!" Bentak Dea langsung memukul kepala Megan tanpa ampun.
"Gue yakin loe gak akan bisa dapetin kakak gue kalau loe sekasar ini sama cowo. Dan lagi bukan hanya kakak gue yang bakalan lari dari loe, tapi semua cowo juga bakalan takut dan mikir dua kali buat jadi pacar loe." Oceh Megan merasa kesal.
"Bodo! Lagian kalau cowonya emang serius, dia pasti bakal nerima gue apa adanya." Ucap Dea sambil tersenyum angkuh.
"Dan lagi gue gak nyangka kalau masa lalu kak.Akira seperti itu." Lanjutnya setelah membaca berita soal Akira yang bertebaran di internet.
"Yah tapi sekarang dia sudah terlihat baik-baik saja, tidak seperti sebelum pindah kesini." Ucap Megan ikut duduk disamping Dea.
"Ngapain duduk disini? gak jadi balik loe?" Tanya Dea membuat pria itu kembali naik pitam.
"Suka-suka gue lah, lagian gue mau menghibur orang yang lagi patah hati ...." Jawab Megan diiringi ejekannya pada Dea.
"Sembarangan! yang patah hati itu elo ya. gue sih udah biasa, nanti juga sembuh sendiri. lagian gue gak butuh dihibur sama orang yang lagi patah hati." Jelas Dea balik menyindir Megan dengan senyuman sinisnya.
"Lama-lama loe nyebelin juga ya." Ucap Megan refleks mencubit pipi gadis itu dengan kedua tangannya membuat Dea terkejut.
xxx
Hay hay 👋😁
Aku kembali... :v
Ceritanya dilanjut aja ya, gak jadi liburnya... :')
Gak nulis sehari aja tanganku gatel. Jadi sambil gambar, sambil nulis juga. bagi² waktulah intinya mah. cuma paling gambar Akira & Megan nya agak telat selesinya :') gak pa² ya.
Soalnya banyak yang harus direvisi juga, dan alatnya sedang bermasalah. jadi ya gitu, sambil sambung cerita Dea & Kinan lagi aja ya 🤗
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar ya... Sesekali bolehlah vote 🤭
kritik dan saran juga dibutuhkan, kalau ada yang typo juga bisa kasih tau ya. biar nanti bisa langsung di revisi 😁
Jaga kesehatan ya kalian 😘