
Satu minggu kemudian, di kediaman Kinan.
"Pinjem komputernya ya kak !" Teriak Dea membuat Kinan keluar dari dalam kamarnya dan melihat adiknya mulai menonton sebuah film.
"Tumben nonton drama" Tutur Kinan sambil berjalan kearah kulkas untuk mengambil cola.
"Biarin aja !" Jawab Dea segera menutup telinganya dengan earphone.
'Ni anak kayanya lagi bucin deh. Biasanya juga nonton film action, ini ? Ini malah nonton drakor' Batin Kinan sambil melirik adiknya dan berjalan kembali kearah kamarnya.
Namun belum sempat masuk ke dalam kamarnya, tiba-tiba terdengar suara pintu rumahnya diketuk dari luar. Dengan cepat dia membukanya setelah menyimpan cola yang dipegangnya di dekat pintu kamarnya.
'Siapa ? Megan barusan pergi ke rumah temannya untuk berlatih band. Akira juga sudah pergi pagi-pagi buta...' Batin wanita itu bertanya-tanya.
Kemudian tangannya segera meraih knop pintu dan membukakan pintu untuk tamu yang tidak di ketahui itu.
Betapa terkejutnya Kinan saat mendapati Bayu yang sudah berdiri tegap di depan pintu rumahnya, kemudian dia menyunggingkan sebuah senyuman manis padanya.
"Kau ?" Ucap Kinan memasang wajah malasnya.
"Selamat pagi nona" Tuturnya masih memasang senyumannya.
"Anda tidak salah alamat kan tuan ? Mau saya bantu mencarikan alamat yang tuan tuju ?" Tanya Kinan sambil membalas senyumannya dengan senyuman kakunya.
"Tidak, saya yakin alamat ini adalah alamat yang tepat. Bagaimana kalau membiarkan saya masuk dulu ?" Jawabnya, "Ada yang ingin saya bicarakan" Lanjutnya menatap tajam kearahnya.
"Kalau begitu kita bicarakan diluar saja" Tutur Kinan sambil berjalan keluar dan menutup pintu rumahnya.
"Benar-benar tidak sopan ya" Gumam Bayu kembali memasang senyum ramahnya.
"Tidak perlu memasang wajah seperti itu. Pasang wajah aslimu saja, seperti saat di restoran" Ucap Kinan membuat pria itu tersentak, mengingat saat dia menatap Kinan dengan pandangan lelah dan tak tertarik. Kemudian sekarang bersikap seperti orang baik.
"Jadi apa yang ingin di bicarakan ? Aku benar-benar sedang sibuk sekarang" Lanjutnya bertanya.
"Soal..." Ucap Bayu sambil meraih heandphone di saku jas coklatnya, "Pertunanganmu dengan Akira" Lanjutnya memperlihatkan layar heandphonenya membuat Kinan membelalak terkejut.
"Selama satu minggu ini aku sudah mencari informasi soal kebenaran pertunangan kalian. Dan mengirim beberapa mata-mata kerumah keluarganya Akira, dan rumah keluargamu. Hasilnya aku menemukan informasi ini" Jelasnya sambil tersenyum angkuh.
"Kakek dan nenekmu tidak pernah mengetahui soal pertunangan cucunya. Ayah dan ibumu tidak mau memberikan penjelasan, begitupun dengan keluarga Akira. Orang tuanya tidak memberikan penjelasan dan hanya membiarkan semua isu itu beredar. Tapi saat anak buahku menanyakan pada pelayan terdekatnya, dia bilang tuan Akira tidak pernah mengadakan acara pertunangan dengan siapapun. Lalu aku juga tidak melihat cincin melingkar dijari kalian berdua, jadi aku pikir ini semua hanyalah kebohongan kalian..." Jelas Bayu panjang lebar dengan suara santai yang terdengar merendahkan.
"Pertunangan kalian hanyalah sandiwara, dan aku bisa saja mempublikasikan berita panas ini kepada semua orang-" Lanjutnya segera dihentikan oleh Kinan yang sudah memasang ekspresi serius dengan tatapan tajamnya.
"Jadi kau mau mengancamku ?" Tanya Kinan mulai tersenyum sinis.
"Padahal kau sudah menerima uang dari Akira. Tapi malah mencari masalah denganku lagi, Jangan sampai menyesal karena sudah berurusan denganku ya. Aku tidak akan bertanggung jawab jika kau berakhir dengan buruk" Lanjutnya malah membuat Bayu ikut tersenyum sarkas. Sontak membuat wanita itu berhenti tersenyum dan menatap kesal padanya.
"Kita lihat saja nanti. Kau atau aku yang akan berakhir buruk ? Dan ya, kau pasti sudah tau soal lahan pertanian kakekmu yang sudah digadaikan pada keluargaku kan ? Dalam waktu satu bulan kalian harus bisa menebusnya. Bagaimana caramu membantu mereka ? Dan bagaimana perlakuan keluargamu padamu nantinya..." Tuturnya sambil memasukan kembali heandphonenya ke dalam saku jasnya.
'Apa yang dia rencanakan ? Kenapa sampai serepot itu mencari informasi tentang kebenaran pertunanganku dengan Akira ? Kenapa sikapnya berubah ?' Batin Kinan bertanya-tanya sambil memperhatikan kepergian mobil Bayu.
Disisi lain...
Terlihat seorang wanita cantik yang sedang asik memperhatikan Akira, duduk dihadapan pria itu dengan terhalang oleh sebuah meja.
"Katakan apa yang ingin kau bicarakan ! Jangan membuang waktuku" Tutur Akira tanpa basa-basi.
"Ucapanmu semakin kasar saja ya. Padahal dulu kau sangat manis dan menggemaskan..." Jelas wanita itu sambil meraih cangkir teh dihadapannya.
"Kiara !" Ucap Akira menatap kesal pada wanita itu.
"Baiklah baik akan ku percepat..." Gumamnya sambil memperlihatkan heandphonenya pada Akira dan meletakan kembali cangkir teh digenggamannya.
"Ini ?" Tanya Akira merasa terkejut saat mendapati sebuah kalimat bercetak tebal dengan tulisan "Pertunangan putra pertama dari nyonya Karina ternyata hanya sebuah Sandiwara".
"Aku sempat meragukannya saat kau tiba-tiba mengenalkannya padaku malam itu. Siapa namanya ? Kinan ? Ah ya putri pertama dari pak.Arya. Kecurigaanku ternyata sudah terbukti dengan bantuan dari sepupuku, dia mencari semua informasi ini dalam waktu satu minggu. Dan akhirnya aku bisa bernafas lega, tapi kenapa kau melakukan ini semua ? Dan kenapa malam itu kau juga bersikap kasar padaku ? Padahal aku masih mencintaimu, aku kembali ke sini hanya untukmu..." Jelasnya dengan suara naik turun sambil meremas dress yang dikenakannya, berusaha menahan perasaan kesalnya saat mengingat wajah Kinan yang merendahkannya dengan menanyakan mantan Akira saat itu. Padahal dirinya berdiri tepat dihadapannya.
"Kau kembali untuk ku ? Setelah meninggalkanku ?" Tanya Akira menatap rendah Kiara, "Sudah ku bilang kalau aku..." Lanjutnya segera dihentikan oleh teriakan Kiara.
"Jangan berbohong padaku ! Aku sudah mengenalmu cukup lama, aku tau benar sifatmu itu. Aku tau kau juga masih mencintaiku, jadi..." Jelasnya membuat Akira menggebrak mejanya dengan kesal dam membuat Kiara bungkam karena terkejut.
"Jangan bercanda !" Ucap Akira begitu menohok, terutama tatapan dingin yang ditunjukan padanya.
"Aku serius, sangat serius soal perasaanku. Aku memang bodoh karena sudah meninggalkanmu. Tapi sekarang aku sadar, jadi tolong berikan aku kesempatan ke dua. Ku mohon..." Tutur Kiara berderai air mata tak membuat Akira luluh begitu saja. Meski sebenarnya dia juga tidak tega melihat wanita dihadapannya itu menangis, tapi dia pria yang sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Sampai tanpa sadar hatinya sudah membeku.
"Ayo pergi" Ucap Akira pada seorang pelayan pribadinya yang sudah menunggunya sejak tadi. Pria itu terus berdiri di dekat meja yang dipesan oleh Akira, menempel pada tuannya.
"Akira ku mohon dengarkan aku dulu !" Teriak Kiara berusaha menghentikan langkah kakinya, "Kau pasti tidak ingin berita ini sampai tersebar luas bukan ?" Lanjutnya membuat pria itu berbalik badan menatap wanita licik yang sudah berdiri dihadapannya.
"Berikan aku kesempatan ke dua. Maka aku akan merahasiakannya juga. Reputasi keluargamu juga tidak akan tercemar..." Jelasnya sambil memebersihkan air matanya.
Pria itu mulai bimbang, benar apa kata Kiara. Reputasi keluarganya bisa tercemar jika dia bertindak gegabah. Tak masalah jika hanya reputasi dirinya yang tercemar, tapi keluarganya ? Tentu saja dia tidak bisa membiarkannya.
'Jadi dia mengancamku ?!' Batin Akira sambil mengepalkan kedua tangannya yang sudah dimasukan kedalam celana berbahannya.
xxx
Lanjut jangan ?
Mulai panas nih :v
Kalau enggak, berarti lanjut besok lagi aja ya 😁
Bye-bye 👋😆