Dea & Kinan

Dea & Kinan
31. Kemunculan Manda



Sebelumnya Kinan sedang menunggu kedatangan yang lainnya di dekat bianglala bersama dengan Megan. Namun secara kebetulan dia bertemu dengan teman lamanya, teman yang terlihat membencinya.


Tanpa rasa malu tiba-tiba wanita itu menampar wajah Kinan dan mulai memakinya habis-habisan, membuat perhatian semua orang terfokus pada mereka.


"Kak Kinan ...." Gumam Megan yang terkejut dengan tindakan wanita berambut pendek sebahu itu.


"Jadi loe masih di kota ini? Kenapa gak pulang kampung bersama orang tua loe aja?" Tuturnya masih menatap mata Kinan dengan tajam.


"Hai Manda." Ucap Kinan sambil tersenyum kearah wanita itu, membuatnya merasa kesal dan segera meraih kerah baju Kinan.


"Tu–tunggu apa yang kau lakukan? Lepaskan kak Kinan." Ucap Megan berusaha menengahi mereka berdua.


"Berhenti bersikap manis seperti itu. Jangan lupa kalau loe yang menyebabkan Dafa ninggalin gue." Tutur wanita itu penuh penekanan.


"Dafa?" Tanya Kinan memasang ekspresi bingungnya, "ah pria matre itu?" Lanjutnya membuat Manda semakin kesal dan segera mendorong tubuh Kinan, beruntung Megan segera menangkapnya. Jadi dia tidak terjatuh ketanah.


"Kejadian itu sudah lama berlalu Manda, kau bahkan tau kalau dia itu playboy dan matre. Tapi kenapa masih saja tergila-gila padanya? Padahal dia juga yang sudah mengadu domba kita." Tutur Kinan setenang mungkin.


"Berisik!" Teriak Manda merasa kesal dan tak terima dengan penjelasan Kinan, "Loe cuma ingin membela diri doang kan?" Lanjutnya.


"Cinta itu memang buta dan tuli ya ...." Gumam Kinan sambil meninggalkan Manda di tengah kerumunan.


"Kak–kak Kinan apa kau baik-baik saja?" Tanya Fani yang ternyata ikut menyaksikan pertengkaran itu.


"Datang-datang main gampar aja tu orang." Lanjut Rafa.


"Kalian melihatnya?" Tanya Megan merasa terkejut.


"Iya ... sebenarnya kami dalam perjalanan untuk mendekati kalian, tapi tiba-tiba saja wanita itu muncul dan menampar kak Kinan. jadi aku merasa tidak enak kalau harus ikut campur, untung saja ada Kak Megan." Jelas Fani merasa tidak enak.


"Kenapa kalian tidak membantuku? Aku merasa takut sendirian disana ...." Gumam Megan sambil menghela nafas, mengingat betapa menakutkannya pertengkaran mereka berdua. Yah, meskipun Kinan tidak menanggapinya dengan serius. Tapi dia satu-satunya pria yang berada diantara mereka berdua.


"Sudah lama dia memendamnya, mungkin dia pikir tadi itu kesempatan bagus untuknya. Jadi dia meluapkannya, biar bagaimanapun kami hampir tak pernah bertegur sapa setelah kejadian itu." Jelas Kinan sambil memperhatikan langkah kakinya membuat perhatian mereka tertuju padanya.


"Kejadian itu?" Tanya Fani merasa penasaran.


"Sebelumnya mari kita kompres wajahmu dulu. Tadi itu benar-benar tamparan yang cukup keras, jangan sampai wajahmu bengkak." Tutur Megan merasa khawatir membuat Kinan melirik kearahnya dan memberikan senyuman padanya.


'Setelah melihatnya, aku malah jadi merasa kesal... dia benar-benar mengembalikan kenangan buruk ku. Tamparannya seolah mengingatkanku pada kenyataan pahit yang sudah lama ku lupakan.' Batin Kinan kembali memperhatikan kakinya sambil terus berjalan tanpa arah.


Dulu Manda adalah teman baiknya Kinan. tapi semenjak berpacaran dengan Dafa dia terlihat begitu kebingungan, Manda selalu curhat kalau pacarnya itu selalu meminta uang padanya dan dia selalu memergokinya sedang berduaan dengan perempuan lain.


Meski begitu Manda masih mencintai Dafa, seperti orang bodoh yang tidak bisa melihat kebenaran didepan matanya. Atau karena memang cinta itu sudah membuatnya buta dan tuli. Karena Kinan sudah sering menyuruhnya untuk putus dari Dafa, tapi Manda tak pernah mendengarkannya. Mau tak mau Kinan hanya bisa membantu Manda dalam segi finansial.


Membuat situasi dimana Manda berpikiran buruk tentang temannya, berpikir kalau Kinan selama ini mengkhianatinya dan diam-diam menyukai Dafa, jadi karena itu dia terus mendesak Manda untuk memutuskan pria itu. Padahal Kinan tak pernah menyukai pria playboy dan matre sepertinya.


Sore itu dia hanya memenuhi panggilan Dafa yang ingin membuat rencana kejutan untuk pacarnya. Tapi kejadiannya tak seperti yang dibayangkan oleh Kinan, karena tiba-tiba saja Dafa memeluknya dan mengatakan kalau dia mencintainya dan rela memutuskan Manda demi Kinan.


Manda yang melihat kejadian itupun mulai berpikiran buruk pada Kinan dan langsung berlari meninggalkan mereka di atap sekolah.


Kinan yang merasa dipermainkanpun langsung menampar wajah Dafa dan segera mengejar Manda yang sudah berlari kearah gerbang sekolah. Berharap masih diberi kesempatan untuk menjelaskan kebenarannya. Tapi Manda sudah menghilang dari pandangannya.


Mata Kinan yang terlalu fokus pada sosok Manda tak menyadari kehadiran mobil yang berjalan cukup cepat sampai menyerempetnya. Dan dari sana dia harus menerima kenyataan pahit akan kakinya yang cedera.


Ketika perlombaan yang dinantikannya tiba, dia benar-benar memaksakan diri karena sudah ditunjuk sebagai perwakilan dari sekolahnya dan menyebabkan cederanya bertambah parah. Padahal gurunya sudah melarang Kinan untuk tidak ikut serta dalam perlombaan kali ini.


'Mungkin kalau aku tidak pernah menemui Dafa di atap sekolah, aku dan Manda masih berteman baik sekarang, dan kecelakaan itu juga tidak akan pernah terjadi ....' Batin Kinan sambil menghela nafas pasrah dan mengalihkan perhatiannya menuju jalanan dihadapannya.


Matanya menangkap sosok Dea dan Akira yang sedang dikerumuni tiga orang asing dihadapannya, saat mereka sedang berjalan mendekati Akira dan Dea.


"Mereka sedang apa?" Tanya Fani yang juga melihat Dea dan Rafa diantara ketiga orang asing itu.


"Itu kan, kalau tidak salah aku pernah melihatnya, tapi dimana ya ...." Guman Megan sambil memegangi dagunya dan mulai berpikir keras untuk mengingat perempuan cantik dihadapan kakaknya.


"Ah dia kak Kiara, mantan kakak. aku pernah melihat fotonya." Lanjutnya ketika mengingat wajah perempuan itu.


"He? kak Akira punya mantan?" Tanya Fani merasa terkejut.


"Hhaha kenapa terkejut? dia kan cukup tampan, sudah pasti banyak perempuan yang mengincarnya. yah meski aku lebih tampan darinya." Tutur Megan menyombongkan diri dan segera mendapat lirikan tajam dari Kinan dan Fani.


"Aku serius, dia mantannya kakak. mereka sudah lama berpacaran dan berniat melangsungkan pernikahan, tapi mendadak kak.Kiara membatalkannya dan putus dari kakak. lalu dia pergi ke paris tanpa memberitau kakak. mungkin karena itu dia jadi sulit terbuka pada perempuan lain ...." Jelas Megan memperhatikan kakaknya dengan tatapan khawatirnya.


"Sudah ku duga, lagipula perempuan mana yang mau dengan pria sepertinya? meski wajahnya terbilang tampan dan tubuhnya sangat perfect, tapi kalau sifatnya seburuk itu. siapa yang mau memandangnya?" Tutur Kinan menjelek-jelekan Akira.


"Kak–kak Kinan?" Guman Fani sambil tersenyum kaku saat mendengar ejekan wanita itu.


"Ada juga yang tak tertarik dengan kakak ku ya ...." Gumam Megan ikut tersenyum kaku memperhatikan wajah Kinan.


Ditengah-tengah perbincangan mereka yang semakin mendekati Akira dan Dea. Mata Kinan mulai fokus pada tangan Akira yang sudah melingkar dibahu adiknya, membuatnya kesal.


"Pria itu!" Gumam Kinan sambil mengeluarkan aura menakutkannya.


xxx