The Exorcist

The Exorcist
Situasi yang memanas



"Kita bertemu lagi.." ujar iblis itu pada yuzuru yang terlihat mudah bosan melihat lawan yang sama untuk yang kedua kalinya.


"Seberapa kali pun hasilnya akan tetap sama. Aku yang akan menang" jawab yuzuru dengan angkuhnya.


"Untuk seukuran gadis kau cukup angkuh. Kita lihat sampai mana keangkuhan mu itu" dan pertarungan mereka berdua kembali dimulai dengan serangan pembuka dari si iblis.


Karena ini serangan pertama jadi yuzuru masih dapat menghindar dengan sangat mulus dan juga berhasil membalas serangan meski berhasil di hindari, meski mengunakan tangan kosong namun tangan iblis itu cukup keras sampai pedang lentur yuzuru hanya bisa memberikan luka sayatan.


Bukan hanya ketahanan fisik yang bagus dan tidak hanya serangan jarak dekat, si iblis rupanya dapat memanipulasi medan sekitar namun kemampuan manipulasinya ini buka berasal dari teknik darah iblis.


Sedikit info untuk iblis yang ingin mengunakan teknik darah iblis maka ia harus mendapatkan Setidaknya setetes darah dari iblis yang dapat melakukan teknik darah iblis.


Untuk kasus tujuh iblis ini karena mereka dibangkit dari kekuatan cincin pemberian lucifer pada jiro dan cincin itu menggunakan energi kehidupan jiro, itu berarti mereka tidak bisa mengunakan teknik darah iblis melainkan kemampuan biasa.


Itu mengapa sepanjang cerita tidak ada dari mereka bertujuh yang menggunakan teknik dara iblis, sekali lagi karena mereka tidak memiliki darah iblis murni melainkan darah dari energi kehidupan jiro yang di bakar oleh cincin itu lalu di berikan pada mereka.


Dari dalam tanah sejumlah bebatuan runcing dengan tinggi dan diameter cukup besar mulai bermunculan secara random, hal tersebut menyulitkan yuzuru kala memprediksi sebelah mana batu runcing lain akan keluar.


Bahkan telinga kiri yuzuru terkana luka gores akibat keterlambatannya dalam menghindari, setelah batu-batu runcing itu berhenti bermunculan kini si iblis tidak terlihat keberadaannya karena terhalangi oleh bebatuan tersebut.


Karena hal ini pula yuzuru mulai waspada dengan resiko serangan diam-diam yang dapat datang dari mana saja, sesaat kemudian dari arah samping iblis itu datang menyerang syukurnya yuzuru berhasil menghindar.


"Cih. Dia menggunakan bebatuan ini untuk mendekati ku secara diam-diam" batin yuzuru.


Selesai melancarkan serangan barusan, iblis itu kembali bersembunyi di balik bebatuan itu membuat dirinya tidak dapat dilihat. Hal yang sama terus terjadi dan itu berhasil membuat yuzuru kesulitan tapi ia berhasil menghindari bergegas yuzuru melilitkan pedang lentur nya pada tangan kiri si iblis.


Lalu semua mungkin ia menariknya saat sudah dekat tanpa basa basi yuzuru langsung memukul wajah si iblis membuat iya terhempas cukup jauh menghantam bebatuan.


Tidak ingin memberikan iblis itu untuk menarik nafas, yuzuru kembali menyerang secara brutal serangannya yang bertubi-tubi itu membuat tanah dan pasir berterbangan alhasil menghalangi pandangan.


Yuzuru pun akhirnya berheyi setelah melakukan serangan yang brutal seperti tadi, kedua mata yuzuru mulai menyipit saat melihat iblis itu masih berdiri meski beberapa bagian tubuhnya ada yang hilang karena tertebas begitu juga denga lehernya yang sedikit lagi hampir putus.


Luka-luka itu mulai beregenerasi dan yuzuru tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi mungkin karena ingin ini semua segera selesai ia langsung menggunakan kemampuannya untuk mengakhiri iblis itu.


"Teknik senjata terkutuk! .... Heh?!" namun tiba-tiba saja Si iblis sudah berada didepan yuzuru dan itu membuatnya sangat terkejut.


Bukan hanya terkejut bahkan yuzuru juga dibuat binggung kenapa iblis itu malah menangis dan mulai berkata dengan mulut yang susah sekali untuk terbuka.


"tolong.. Akhiri.. Semua.. Ini.. Aku suah tidak tanah lagi dengan penderitaan semacam ini" ujar si iblis dan yang berbicara itu adalah kesadaran dan ingatan manusianya.


Jiro yang mengetahui hal ini tidak tinggal diam iya lalu membelenggu jiwa asli dari iblis itu dan memasukkan lebih banyak energi gelap kepadanya, tindakan jiro ini tidak berjalan mulus karena ada penolakan saat energi gelap itu akan masuk kedalam tubuh si iblis.


Begitu juga saat jiro akan membelenggu jiwa aslinya, si iblis terus memohon pada yuzuru untuk segera membunuhnya karena dirinya sudah tidak bisa menahan energi gelap yang di paksa masuk oleh jiro.


"Kau hanya mainan, sebuah mainan tidak bisa menentang pemiliknya. Tunduk dan ikuti saja" ujar jiro lalu memperbanyak lagi energi gelap yang di berikan pada si iblis, Padahal tindakannya juga akan merugikan dirinya sendiri anggap saja seperti pedang bermata dua.


"tidak ada gunanya mempertahankan sesuatu yang sudah tidak berguna" gumamnya lalu melihat ke arah yuzuru.


Meski yuzuru tidak bisa melihat jiro yang sedang menatapnya tapi ia dapat merasakan kalau ada yang sedang mengawasi.


.


.


.


.


.


.


.


"Bagai mana? Apa kau senang bisa membalas dendam?" tanga lucifer yang berdiri bersandar di sebuah rak buku melihat kearah jiro.


"semuanya tidak berjalan lancar, anak-anak itu tidak seculun yang kelihatannya" jawab jiro dan saat mendengar kata "anak-anak" lucifer mulai berjalan mendekat jiro untuk ikut melihat apa yang sedang terjadi.


Kedua kata lucifer langsung tertuju pada Yamato yang sedang tidak sadarkan diri, berpikir bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk merebut azir, lucifer meminta jiro untuk membukakan pintu masuk kedalam dimensi itu.


Setelah pintu terbuka bergegas lucifer masuk ketempat Yamato berada, wajah lucifer terlihat mulai gembira namun ketika tangannya akan menyentuh Yamato tiba-tiba sebuah payung hitam menghalangi dan saat dilihat itu adalah ogaki.


"Jauhkan tangan kotormu itu" ujar ogaki dengan suara yang datar tidak seperti biasanya yang terdengar begitu bersemangat dan ceria.


"Ho... Suaramu! Tidak seperti biasanya?" tanya Lucifer setelah menarik kembali tangannya.


Tapi ogaki tidak menjawabnya iya hanya terdiam, setelah menarik nafas panjang Lucifer pun berjalan pergi sambil melambaikan tangannya beberapa kali.


Tapi tiba-tiba saja sebuah belati terlihat berada didepan leher ogaki dan orang yang melakukan hal tersebut adalah lucifer.


"Suaramu itu bukankah itu suara yang selalu kau gunakan saat akan bertarung?" tanya Lucifer.


"Kapan kau akan menutup mulutmu itu? Ataukah aku yang harus menutupnys untukmu?" jawab ogaki yang berbalik bertanya.


"Aku paham. Sebagai adik yang baik kau akan melindungi kakakmu itu'ksn? Oh. Aku tersentuh" jawab lucifer yang terdengar seperti mengolok-ngolok ogaki.


"Kau sendiri tau hubungan kami seperti apa?" jawab ogaki lalu meletakkan pedangnya didepan leher lucifer.


Hal itu membuat lucifer terkejut karena ogaki bisa bergerak tanpa menimbulkan suara meski saat berpindah lucifer melihat secepat apa pergerakan ogaki. Kemudian ia melemparkan belati itu ke udara dsn saat itu juga belati tersebut menghilang.