The Exorcist

The Exorcist
Anak setengah iblis



"Tunggu-tunggu! Duduklah sebentar" ujar kapten Hideaki


"Mari kenalan, paman bekerja sebagai kapten divisi 1 di markas pusat exorcist" lanjut kapten Hideaki setelah memberikan kartu namanya.


"Aku datang kesini untuk menyelidiki sesuatu, kau bekerja di ladang bukan? Apa ada yang aneh? Ceritakan sambil aku makan" tambahnya.


"Lebih baik ceritanya setelah anda sarapan nanti makannya jati tidak enak" jawab tadeo.


"Tidak masalah, bahkan melihat darah yang muncrat pun paman sudah biasa".


"Tidak bukan begitu, orang di penginapan tidak pernah makan bersamaku, karena aku bau"


"Cowok itu tidak usah memusingkan bau, bahkan anak-anak di akademi bau keringatnya minta ampun.."


...........


"HACUH...............!!!!" ketika jam pelajaran tiba-tiba saja Yamato dan yang lain bersin secara bersamaan


"Aku curiga ada yang sedang membicarakan kita semua" ujar Yamato


..........


"Baiklah slalu begitu, penyelidikan itu maksudnya soal bangkai hewan terbaik, kan?" jawab tadeo yang berbalik bertanya.


"Bagai mana kau bisa tau? Bukankah  Ibu pemilik merahasiakan hal ini dari anak-anak?" tanya kapten Hideaki yang terlihat terkejut.


"Aku ditugaskan untuk membersihkan bangkai merek, jumlah ternak yang mati sampai sekarang jumlahnya 10 ekor. Kebanyakan ayam dan organ dalamnya termakan habis, bapak sudah tau saya selalu ditugsksan membersihkan bangkai mereka tiap pagi bulan baru. Barang kali akan terjadi sesuatu malam bulan baru besok" jelas tadeo yang begitu teliti.


"Luar biasa, informasi yang hebat tidak kusangka dari balik wajahmu yang polos itu kau menyimpan informasi yang begitu bagus" puji kapten Hideaki lalu merangkul pundak tadeo.


Setelah selesai sarapan, karena merasa bosan kapten Hideaki menanyakan kegiatan yang akan di lakukan tadeo hari ini.


Dengan wajah polosnya tadeo menjelaskan apa saja yang akan dilakukannya hari ini, mendengar itu kapten Hideaki tersenyum lebar kearah tadeo.


.


.


Saat ibu pemilik, pulang dari toko dengan mobil baknya ia dibuat terkejut melihat kapten Hideaki yang membantu tadeo membersihkan Solokan yang penuh lumpur juga agak bau.


"Tuan, apa yang anda lakukan? Segeralah kembali itu tempat yang kotor" tanya ibu pemilik yang meminta kapten Hideaki untuk segera naik.


"Ah, ibu pemilik halo, yah, karena luang sambil melakukan penyelidikan, aku sekalian membantu tadeo benarkan tadeo?"


"Benar" jawab tadeo dengan suara datar lalu menundukkan kepalanya


Melihat sikap kapten Hideaki terhadap tadeo, membuat semua orang terheran-heran padahal selama ini tidak ada yang ingin mendekati tadeo.


Bahkan anak-anak yang bersama kazuma mempertanyakannya dan terlihat kazuma begitu tidak menyukai hal tersebut.


Ketika membantu di ladang, kapten Hideaki terus bercanda namun tadeo tidak menunjukkan ekspresi sedikitpun untuk menanggapinya.


Saat sedang pergi kehutan untuk mencari lagi bakar, kapten Hideaki malah dikejar-kejar oleh babi hutan dengan ukuran yang lumayan besar.


Sebisa mungki ia berlari dari kejaran babi hutan itu.


"Aaaaaaa!! Astaga, kenapa dia mengejar ku? tengoku!! Tengoku!!! Yaampun aku lupa, aku menguncinya didalam bagasi mobil"


Dan terlihat sesuatu mencoba keliar dari dalam bagasi mobil kapten Hideaki, sayangnya bagasi mobilnya telah di kunci.


"Seseorang tolong!!" teriak kapten Hideaki yang masih dikejar-kejar.


Namun tiba-tiba saja, tadeo datang dan tanpa pikir panjang ia mengayunkan golok kearah babi hutan itu, dan hanya dengan satu tebasan babi itu tewas.


Kapten Hideaki di buat terkejut saat melihat tadeo melakukan hal itu tanpa menunjukkan ekspresi apapun selain waja polos.


Tidak lama kemudian hujan pun turun, melihat kapten Hideaki yang ke hujanan ia memotong sebuah daun talas untuk melindungi kapten Hideaki dari derasnya hujan.


Tapi kapten Hideaki memilih untuk ikut hujan-hujanan dengan tadeo, bergegas mereka berdua kembali pulang karena hujan semakin deras.


Sebelum masuk kedalam penginapan, kapten Hideaki pergi ke mobilnya untuk mengambil sesuatu, terlihat ia mengambil menda yang di bungkus kain hitam.


"Kau keterlaluan! Keterlaluan! Kau tau kau keterlaluan, aku hampir saja mati di kejar babi hutan" kemudian ia bergegas masuk kedalam.


.


.


Malam harinya, ketika tadeo membasuh punggungnya kapten Hideaki terus mengajaknya bicara dan tadeo hanya terdiam dengan wajah polosnya.


"Kau itu unik yah, tidak menunjukkan ekspresi sedikitpun"


"Apa kau ingin mendapatkan ekspresi mu?, lamabat laun ekspresi yang kau inginkan akan muncul" jelas kapten Hideaki


"Aku tidak pernah memikirkannya, aku tak terlalu mengerti tapi mungkin aku ingin merasakannya"


"Begitu yah."


.


.


Pada pukul 9 malam, tadeo sedang berada di depan penginapan menunggu kapten Hideaki yang sedang keluar untuk menakutkan penyelidikannya.


"Malam bulan baru rupanya, pak Hideaki masih ada di luar" Tidak lama ia melihat kazuma berdiri dibelakangnya.


"Kazuma?"


"Kenapa malah belagu? Kau pasti tau aku ingin ke tokyo-kan?! Mau balas dendam? Memangnya kau siapa? Jangan lupa kau dibuang orang tuamu kesini! Hanya karena sepupu, kami harus merawatmu! Kau jadi beban tanggung jawab kami! Kau hanya anak kotor yang tak tau cara menunjukkan perasaan!"


"Aku memilikinya dan aku tidak buang" jawab tadeo dengan wajah yang begitu serius.


"Kau pikir pantas melawan omongan ku?! Sadar diri kau hanya mahkluk aneh yang hidup tanpa ekspresi lebih baik kau ikut ibumu ke alam baka"


Tiba-tiba saja tadeo memukul kazuma, membuatnya terlempar dan jatuh ketanah saat bangun kazuma dibuat ketakutan karena melihat wujud tadeo yang setengah iblis. Tadeo mencoba menahan dirinya untuk tidak menyerang kazuma.


Setelah kazuma berhasil kabur, kondisi tadeo kembali seperti semula, setiap tarikan nafasnya begitu terdengar jelas. Tadeo terlihat begitu terpukul dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


.


.


Kapten Hideaki yang sedang berjalan kembali, tidak sengaja meliha tadeo yang duduk murung di belakang sebuah pohon. Ketika ia mendekat tadeo memperingatinya agar tidak mendekati dirinya.


"Jangan mendekat! Ternyata aku, pelakunya ternyata aku! Iblis itu adalah aku"


"Ini bukan salahmu, kasus perkawinan antara manusia dan iblis sangat jarang terjadi misalnya membuat anak dan kau itu spesial karena kau bisa menekan kekuatanmu selama ini, sejak pertama aku melihatmu, aura yang bercampur aduk begitu serasi" jelas kapten Hideaki.


"Dan ingat karena berdarah campuran, kemampuan penyembuhanmu diluar kemampuan manusia biasa juga ketahanan fisik yang kamu milik sangat diluar nalar manusia"


"Iblis?"


"Tenang saja! Aku tidak akan memurnikanmu karena aku percaya kau tidak akan membahayakan siapapun, itu artinya kamu adalah manusia!"


"Manusia?"


"Yang membunuh ternak bukan kau tapi ada yang lain"


"Kazuma... Kazuma ada di luar, dia tidak tahu kasus ini"


.


.


[Waktu 5 tahun aku pernah membunuh tadeo, saat bercanda menjatuhkannya ke selokan dia membatu dan mengeluarkan cairan putih yang bukan darah]


[Aku lari ketakutan, tapi dia kembali saat makan malam tanpa luka, aku keliru mengira itu salah paham ternyata bukan mimpi]


Batin kazuma yang sedang lari menutu sebuah bangunan kecil tempat dirinya selalu menambahkan diri.


Namun pintunya tidak dapat terbuka, setelah berusaha beberapa saat tetap tidak terbuka, dan tiba-tiba saja dua ekor anjing dengan kondisi tubuh setengah membusuk datang menyerang.


Untuknya kazuma berhasil menghindar dan terjatuh, kedua anjing itu bersiap untuk menerkam kazuma, tapi sebuah sembusan angin melintas dan kapten Hideaki berada di depannya.


"Nah! Tengoku waktunya bekerja" ucap kapten Hideaki lalu mengeluarkan pedangnya terlihat sebuah ukiran kepala iblis pada pedang itu.


Dengan mudah kedua anjing itu berhasil di penggal, merasa semuanya selesai kapten Hideaki menggendong kazuma yang pingsan dan berniat  kembali.


"Mereka itu apa?" tanya tadeo.


"Mereka iblis yang merasuki bangkai hewan" jelas kapten Hideaki.


Dan mereka berdua dibuat terdiam, saat mendengar suara seperti mahkluk buas yang sedang memakan mangsanya dari balik semak-semak.


Bergegas mereka melihat kearah semak-semak itu, tidak lama kemudian seekor rusa jantan berukuran sangat besar keliar dengan kondisi tubuh yang sama dengan dua ekor anjing tadi.


Meski ukurannya besar tapi gerakannya cukup lincah.


"Cih.. Ini merepotkan sekali" ucap kapten Hideaki.


Lalu tadeo dengan wajah polosnya melompat dan menebas leher rusa itu dengan sebuah kampak.