
"Hmmm.. Ini akan sulit, mengeluarkan iblis itu dari dalam sebuah benda adalah hal yang sulit, baiklah kakek tua apa kau boleh pinjam telpon rumah ini?" tanya Mitsuhiro.
"Tentu silahkan"
"Mau buat apa dengan telpon?" tanya Akane yang melihat Mitsuhiro berjala masuk ke dalam rumah.
Beberapa menit kemudian, Mitsuhiro kembali dan ia meminta mereka berdua untuk keluar dari dalam gudang, karena tidak ada yang bertanya Mitsuhiro hanya terdiam sambil melihat-lihat suasana di sekitarnya.
Lalu setelah cukup lama menunggu, datanglah kapten sakamoto hiroshima dengan wajah yang planga plongo karena tidak tau harus melakukan apa, karena Mitsuhiro hanya menelponnya untuk datang secepat mungkin.
Dan Mitsuhiro mulai menjelaskan apa yang sedang terjadi dan apa yang harus di lakukan olehnya disini, setelah dijelaskan kapten hiroshima tau harus melakukan apa. Melihat ini adalah urursan jarak hiroshima memiliki caranya sendiri.
Kapten hiroshima pun meminjam sebuah botol kecil, setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya, ia mulai duduk di depan pedang Oodenta dari jarak 7meter.
beralaskan lantai yang berdebu, kapten hiroshima duduk dengan botol kecil di letakkan tepat didepannya.
"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Akane yang sedang mengintip dari belakang pintu bersama Mitsuhiro dan si kepala keluarga.
"Tenang saja walau kelakuannya sama dengan Yamato dia lebih berguna" jawab Mitsuhiro.
Terlihat kapten hiroshima sedikit menyayat ibu jarinya, kemudian meneteskan darah kedalam botol itu.
"Jiwa yang tersesat akan kembali ke jalan yang benar, memaksa jiwa kotor kembali ke tempatnya", beberapa saat setelah membidikkan hal tersebut.
Asap merah pekat mulai keluar dari dalam botol itu, tidak dalam kemudian sebuah rantai melesat cepat keluar dari dalam botol tersebut, mengikat iblis yang melekat dengan Oodenta .
Setelah terikat dengan kuat, rantai itu langsung menarik si iblis namun tidak semudah yang di bayangkan. meski sudah diikat sangat kencang iblis itu berusaha untuk melepaskan rantai yang mengikatnya.
Kapten hiroshima mulai menyipitkan kedua matanya, seketika kekuatan tarikan dari rantai itu semakin kuat sampai akhirnya iblis itu berhasil di tarik masuk ke dalam botol.
Setelah selesai ia kembali berdiri dan berjalan keluar, namun tiba-tiba saja pedang Oodenta melesat cepat melewati kapten hiroshima, keluar dan masuk ke dalam rumah.
"Gawat!" ucap kepala keluarga lalu bergegas masuk ke dalam rumah.
"Astaga, ini semakin rumit" ucap kapten hiroshima setelah melihat masaki yaitu anak dari kelapa keluarga itu sedang menggenggam pedang Oodenta dengan erat.
Gadis itu mulai meneteskan air mata tanpa alasan dan sebeb yang jelas, sudah beberapa kali mereka semua mencoba untuk bertanya pada masaki tapi iya tidak menjawab dan terus menangis
"Dia kesepian! Dan iblis ini hanyalah caranya untuk bisa keluar dari dalam gudang" ujar kapten hiroshima.
"Hah? Apa maksudnya?" tanya Akane yang bingung dengan perkataan kapten hiroshima barusan.
"Oodenta memancing iblis untuk merasukinya supaya kita membuka pintu gudang untuk mengusir iblis yang ada di dalamnya, dengan begitu iya dapat keluar" jelas kepala keluarga.
"kenapa jadi seperti ini? Setelag hari itu kalian menyimpan ku di dalam gudang yang gelap dan juga dingin, hantu dan penyakit menjadi alasan aku dapat keluar.
Sekali saja ku mohon biar akan aku berada di luar terkena sinar matahari dan menjadi kebanggan banyak orang-orang yang melihat ku" sahut roh Oodenta yang merasuki masaki.
"Oodenta, cobalah untuk mengerti kami bukannya tidak ingin meletakkanmu di tempat yang lebih layak tapi kami terpaksa" jawab kepala keluarga.
"Benar! Bahkan hewan tidak ingin mendekati ku..."
"Pantas saja didalam gudang tidak ada tikus satupun" bisik Mitsuhiro.
Sampai akhirnya kapten hiroshima mendapatkan izin dari kelapa keluarga untuk mengunakan cara kasar, dengan pedangnya kapten hiroshima mengancam Oodenta jika tidak segera keluar.
"Jadi disini kita cuman figuran?" bisik Akane pada Mitsuhiro.
Tidak mau kalah, dengan mengunakan tubuh masaki, Oodenta langsung menyerang tidak ingin melukai tubuh masaki kapten hiroshima hanya mengunakan bagian tumpul pada pedangnya.
Meski di kendalikan tenaga yang di keluarkan begitu besar, bahkan membuat kapten Hiroshima tidak kuat menahan setiap kali benturan.
Begitu juga dengan gerakannya sangat gesit bebrapa kali ia hampir terkena serangan.
Di luar rumah, matahari bersinar begitu hangat dan juga angin bertiup lembut, membuat Oodenta kembali menangis karena iya begitu senang dapat merasakan sinar matahari dan juga lembutnya tiupan angin.
"Ini pertama kalinya, aku merasakan sinar matahari secara langsung, begitu hangat benar-benar hangat"
Semua orang terdiam karena merasa kasihan meski Oodenta hanyalah sebuah benda yang memiliki roh tapi dia terdengar begitu bahagia saat dapat keluar dari dalam gudang yang sudah mengurungnya lebih dari seratus tahun.
Kapten Hiroshima kembali melakukan pendekatan pada Oodenta untuk melepaskan masaki, tapi iya tidak mendengarkan sampai akhirnya akan sebagai perempuan yang tau caranya bersikap lemah lembut pun duduk didepan Oodenta.
"Sangat hangat bukan?" tanya Akane kemudian meletakan telapak tangannya di atas tangan masaki yang menggenggam pedang Oodenta.
Seketika roh Oodenta yang ada didalam tubuh masaki terkejut dengan apa yang di lakukan Akane kepadanya, padahal tidak ada satupun mahkluk hidup yang mau mendekatinya.
"Aku tau bagai mana rasanya di kurung tapi waktu itu aku cuman sehari, yah alasannya aku males ngerjain tugas dari sekolah. Orang-orang hanya termakan oleh mitos dan legenda tentang dirimu.." saat Akane berbicara ia juga perlahan melepaskan genggaman tangan masaki dari pedang Oodenta.
"Dan satu hal lagi setelah ini kamu akan terus merasakan sinar matahari yang hangat untuk selama-lamanya" dengan cepat Akane langsung melepaskan Oodenta dari tangan masaki lalu melemparnya ke belakang.
Setelah terlepas dari Oodenta iya jatuh pingsan, bergegas Oodenta di bawa oleh kelapa keluarga untuk kembali di simpan didalam gudang,
Beberapa menit kemudian masaki bangun dengan wajah yang terlihat segar dan iya tidak merasakan sakit yang sudah beberapa hari dia rasakan, karena itu adalah wujud terimakasih Oodenta pada masaki sudah meminjamkan tubuhnya.
Sebaliknya kepala keluarga, membuat beberapa lubang kaca tepat di atas Oodenta agar cahaya matahari dapat langsung masuk menyinari salah satu dari Tenka Goken, Oodenta mitsuyou.
.
.
.
.
.
"Misi kali ini agak gimana yah" ujar Akane yang sedang bersantai didalam mobil.
"Apa maksudmu?" tanya Mitsuhiro yang mendengar perkataan Akane barusan.
Ketika mereka berdua asik mengobrol, kapten Hiroshima yang duduk di dekat supir malah sibuk tidur pulas walau mobil melaju dengan kecepatan yang cukup kencang.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai, supir mobil yang melihat kapten Hiroshima yang masih tertidur pulas terpaksa harus membangunkannya, awalnya susah tapi akhirnya iya pun bangun.
"Wuaaa!! Astaga!! Aku harus segera tidur untuk nanti malam, gawat kalau mengantuk" ujar kapten Hiroshima dengan wajah yang masih mengantuk.