The Exorcist

The Exorcist
Kepulangan ku adalah sebuah pemberian



Pedang-pedang yang terus menerus menyerang itu, membuat kapten tadaoki dan kapten fukushima tidak dapat mendekati merikh, malah mereka harus terkena luka dari pedang-pedang tersebut, meski dalam kondisi terdesak mereka berdua tetap bisa memberikan luka yang fatal pada merikh walau luka itu langsung sembuh dalam sekejap mata.


"Lukanya sangat cepat sembuh, apa yang harus kita lakukan?" tanya kapten tadaoki.


"Tidak ada cara lain bukan? Aku akan menjadi perisai hidup untukmu dan saat ada kesempatan incar kepalanya" usul kapten fukushima.


"Jangan gila, apa kau ingin sok keren didepan ku? Itu tidak berguna kawan" jawab kapten tadaoki.


"Hmmmm, kenapa kau tidak berkata"benarkah?! Wah. Kau memang habet" "


"Mimpi?"


.


.


Kubah yang awalnya berdiri kokoh, perlahan mulai terkikis dan hancur membuat cahaya bulan menyinari pertarungan antara dua kapten divisi 4 dan 5 melawan salah satu dari 8 bangsawan terkutuk.


Kini serangan merikh menjadi sangat sulit untuk dibaca, karena sebuah keristal runcing selalu muncul dari dalam tanah setiap kali mereka akan mendekati merikh.


Atau sebaliknyan, ketika merikh menyerang secara langsung akan ada keristal dengan ujung runcing muncul dari dalam tanah, siap menusuk mereka berdua jika lengah sedikit saja. Dan kali ini mereka berdua benar-benar dibuat kewalahan, sesekali mereka berdua hampir terkena kristal runcing yang muncul secara tiba-tiba itu.


Ketika sedang mengambil jarak aman, kapten fukushima kembali membahas tentang dirinya yang akan menjadi perisai hidup untuk kapten tadaoki dan kali ini dirinya serius dengan perkataannya.


"Tidak ada cara lain, kita harus benar-benar melakukannya, sebelum semuanya terlambat"


"Jangan bercanda disaat seperti ini dasar aneh, kau pikir mati itu gratis? Meski upacara pemakaman mu ditanggung pemerintah, tetap saja pake duit" jawab kapten tadaoki.


"Ini hampir pukul 00:00, tidak ada waktu lagi, bukannya ada seseorang yang menunggu kepulanganmu saat ini? Mungkin dia sedang menangis menunggumu kakaknya pulang menemani pertambahan umurnya"


"Tadaoki, aku percayakan semua padamu! Teknik pemurnian! Anugrah shimigami!".


Setelah teknik "anugrah shinihami" aktif, tidak ada hal special yang terjadi hanya saja kapten tadaoki terlihat terkejut seperti tidak percaya kalai kapten fukushima benar-benar melakukannya.


Bergegas kapten fukushima mulai menyerang, untuk membukakan jalanĀ  bagi kapten tadaoki, pedang kapten fukushima langsung melayang kearah merikh dan jual beli serangan pun terjadi dianatar mereka berdua.


Ketika itu, tangan kiri kapten fukushima berhasil di tebas tapi anehnya tangan tersebut langsung tumbuh kembali hanya dal waktu beberapa detik saja, hal ini membuat merikh sangat terkejut melihatnya.


"Saat ini aku sedang dalam mode playboy" teriak kapten fukushima yang meneruskan serangannya.


Teknik "anugrah shinigami" adalah sebuah teknik yang membuat penggunanya tidak akan bisa mati selama dalam pertarungan, setiap luka parah yang di terima akan langsung sembuh dalam hitungan detik saja.


Dan akan menghilangkan indra perasa dari si pengguna, membuat dirinya tidak bisa merasakan rasa sakit dari luka yang di terima.


Tapu setelah pertarungan selesai, luka yang disembuhkan akan kembali muncul beserta rasa sakitnya, hal ini akan membuat si pengguna kehilangan nyawa tergantung seberapa parah luka yang di terima saat bertarung.


Tidak tinggal diam, kapten tadaoki langsung bergerak mencari celah yang pas untuk menyerang merikh, setelah menemukannya iya langsung mengincar lehernya.


Tapi sebuah kristal runcing muncul, karena tidak sempat untuk menghindar membuat kapten tadaoki tidak bisa berbuat banyak, sampai akhirnya kapten fukushima mendorong tubuhnya.


Membuat dirinya yang tertusuk, sama seperti luka yang kali ini juga kembali sembuh dengan cepat.


"Jangan gegabah" ucap kapten fukushima lalu kembali menyibukkan merikh.


"Apa-apaan dengan manusia ini? Semua lukanya langsung sembuh, bukakah itu sangat tidak masuk akal?" batin marikh yang penasaran dengan kapten fukushima.


Melihat kapten tadaoki yang masih belum menemukan celah, membuat kapten fukushima harus mengambil tindakan lain yaitu, mengunci pergerakan merikh.


Dengan mengunakan tubuhnya sendiri, kapten fukushima mengunci semua pergerakan tubuh merikh, membuat kapten tadaoki mendapatkan kesempatannya.


Melihat dirinya akan segera ditebas, membuat merikh panik dan mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil.


kecuali ia menghentikan kapten tadaoki mengunakan kristal runcingnya, tapi itu tetap gagal karena kapten tadaoki berhasil menghindarinya tapi harus kehilangan tangan kanannya.


Ketikan kapten tadaoki akan segera menghancurkan jantung istarot, tiba-tiba ia terlempar kebelakang, kemudian lucifer terlihat datang.


"Ternyata kalian berhasil membunuh merikh"ujar lucifer sambil melihat kearah tempat merikh mati.


"Permainan apa lagi yang akan kau lakukan hah?" teriak kapten tadaoki.


"Hmmm ..... Kau benar, permainan seperti apa lagi yah? Untuk sekarang hanya ini, tujuan ku hanya istarot bahkan kematian merikh diluar perhitunganku, dan aku permisi selamat malam"


Bersama dengan jantung istarot, lucifer pergi meninggalkan mereka berdua untuk melakukan sesuatu dengan benda yang berhasil didapatkan olehnya.


Sesuai konsekuensi, semua luka dan rasa Sakir yang dihilangkan teknik ini kembali muncul dan kapten fukushima langsung tumbang.


"Dasar bodoh!" ucap kapten tadaoki.


"Itu yang terakhir kalinya kau memanggilku bodoh"


"Kumohon jangan pergi, aku takut kesepian tanpamu" Ujar kapten tadaoki yang mulai murung.


"Jangan pikirkan aku, cepat pergi dan temui hanae dia pasti sedang menunggu kepulanganmu"


"Kepulangan mu adalah hadiah ulangtahun dari ku untuknya" lanjut kapten fukushima dengan suara yang terdengar kecil.


"Cepat pergilah"


Dengan terpaksa kapten tadaoki menuruti permintaan sahabatnya itu untuk segera kembali ke rumah,


"Akhirnya aku mengerti untuk apa aku dilahirkan, dan untuk siapa aku akan berguna, sekaligus aku membalas kebaikanmu karena sudah menolong ku waktu itu, aku benar-benar berterimakasih pada mu, tadaoki" dan kapten fukushima pun menghembuskan nafas terakhirnya dibawah sinar bulan.


.


.


Beberapa jam kemudian sesmapainya di rumah, kapten tadaoki langsung masuk kedalam Hal itu membuat sang ibu terkejut.


Melihat keadaan anak yang seperti itu membuat sang ibu begitu khawatir tapi kapten tadaoki langsung menanyakan tentang hanae.


"dia sedang ada di kamarnya" jawab sang ibu.


Bergegas kapten tadaoki naik kelantai dua untuk kekamar hanae, perlahan ia membuka pintu dan berjalan masuk kedalam kamar, tidak sengaja kapten tadaoki melihat hadiahnya berada didalam tempat sampah.


"Hanae, apa kau sudah tidur?"


"Untuk apa pulang?" tanya hanae.


"Maaf kakak tidak memberitahu mu kalau kakak dapat tugas mendadak" jelas kapten tadaoki.


"Tapi kakak sudah janji akan pulang saat ulang tahun ku kan?" bentak hanae lalu berbalik melihat kearah kakaknya itu.


Hanae dibuat terpaku ketika melihat banyak tangan kanan kakaknya tidak ada dan wajah penuh luka juga serangannya di penuhi darah.


Seketika hanae mulai menyesal karena sudah membentak kakaknya itu, perlahan ia berjalan mendekati kapten tadaoki dan langsung memeluknya dengan erat dan juga penuh kasih sayang.


"Maaf sudah membuatmu menunggu" ujar kapten tadaoki.


Hanae hanya terus menangis dalam pelukan sang kaka.


"Tidak! Aku yang minta maaf, karena sudah membentak kakak" jawab hanae.


"Fukushima, terimakasih untuk hadiahmu, hadiah ini begitu berarti bagi ku dan hanae, sekali lagi terimakasih"