The Exorcist

The Exorcist
Terisinya posisi kapten divis-13



"Aaaa... Astaga kenapa aku yang harus membeli semua ini? Seragam ini membuat ku susah bernapas" ujar Yamato dengan membawa banyak barang belanjaan.


Yamato pun teringat denga pesan Masaru sebelum ia pergi.


"Ingat tetap bawa pedangmu, kita tidak tau bahaya akan datang kapan saja"


"Haha, dia seperti orang tua"


Saat sedang menunggu lampu merah sambil bersiul tiba-tiba saja semua mobil melintas dengan cepat, hal tersebut hampir saja menyebabkan kecelakaan.


Dan Bomm.... Mobil itu seketika meledak, hancur, terbakar hebat, melihat itu orang-orang berdatangan untuk melihat dan mereka langsung menelpon polisi dan pemadam kebakaran.


Beberapa menit kemudian polisi dan pemadam kebakaran datang, ketika api mobil itu sedang di padamkan, dari dalam kobaran api sebuah tangan keluar mencekik seorang pemadam kebakaran.


Lalu membakarnya sampai hangus menjadi debu, sontak semua orang langsung menjauh karena takut akan bernasib sama dengan pemadam kebakaran itu.


Meski ada masalah Yamato seperti tidak peduli dan tetap berdiri di tempatnya menunggu lampu berganti hijau, sesaat kemudian seorang polisi memanggilnya untuk membantu.


"Hah? Kenapa aku?" tanya Yamato.


"Nak Itu pekerjaanmu, kau seorang polisi exorcistkan ayo cepat urus iblis api itu" jawab polisi itu lalu menarik Yamato.


"Eh tu-tunggu, belanjaan ku!".


Setelah melihat apa sebenarnya yang terjadi Yamato mulai menjelaskan kepada polisi yang membawanya untuk membantu.


"Beginiyah aku juga masih belajar aku belum punya banyak pengalaman, cari saja exorcist lain".


"Tapi setidaknya tolong anak kecil itu!" teriak si polisi yang begitu panik saat melihat seorang anak kecil berhasil di tangkap iblis itu.


"Eh?" si polisi di buat diam saat melihat Yamato berlari dengan menghunuskan pedangnya.


Dengan cepat ia memotong tangan iblis yang mencekik si anak, dan membawa anak kecil itu kembali pada orang tuanya.


"Apa kalian ingin jadi korban? Cepat pergi dari sini!" teriak Yamato pada semua orang, mendengarnya mereka semua bergegas pergi untuk menyelamatkan diri, begitu juga dengan para polisi dan pemadam kebakaran.


"Oi kalian polisi untuk apa kabur!" teriak Yamato saat para polisi itu berlindung di balik mobil mereka.


"Ini di luar kemampuan kami, nak kau saja yang urus" jawab salah satu dari para polisi itu.


Iblis itu langsung menyerang dengan melemparkan beberapa bola api ke arah Yamato, syukurnya Yamato berhasil menghindari semua serangan itu.


"Di sini terlalu banyak orang, bisa-bisa mereka jadi korban" bisik Yamato lalu menarik cara untuk membawa iblis itu ke tempat yang jauh dari keramaian.


Sebelum iblis itu kembali menyerang, bergegas Yamato masuk ke dalam salah satu mobil polisi yang ada di sana "aku pinjam mobil ini"


"Jangan sampai rusak, mobil itu baru lunas bulan lalu" teriak si polisi.


lalu pedal gas pun di injak, sesuai dugaan iblis itu mengejar Yamato, baru saja bergerak Yamato menyadari sesuatu kalau dirinya.


"Astaga! Aku lupa kalau tidak bisa mengemudi" ujar Yamato yang baru sadar kalau dirinya tidak bisa mengemudikan mobil.


Di tengah kepanikannya, Yamato di buat terkejut saat seseorang menjawab perkataannya barusan dari kursi belakang, bergegas Yamato berbalik dan terlihat.


Seorang pria dewasa berumur sekitar 25-26 tahun, dengan jubah yang hanya bisa di pakai oleh para kapten utama saja, tapi Yamato tidak pernah melihat atau pun mengenal kapten yang satu ini.


"Nah nak, serahkan ini pada ku" ujar pria itu lalu berpindah ke kursi pengemudi.


"Tunggu tapi kapan dia masuk ke dalam?" batin Yamato yang tidak tau kapan dan bagai mana pria itu bisa berada di dalam mobil bersamanya.


Di belakang, iblis itu masih mengejar dengan meninggalkan jejak kaki iblis, semkain lama mereka berdua hampir dapat di susul, tapi tiba-tiba pria yang mengemudikan mobil membanting stir ke kiri.


Meski begitu si iblis kembali mengejar mereka berdua, selama bermain kejar-kejaran aksi mengemudikan mobil yang sangat hebat di tunjukan oleh pria itu sampai akhirnya.


Mereka sampai di sebuah lapangan kosong yang cukup jauh dari aktivitas manusia, dari arah atas sebuah bola api yang cukup besar datang mengarah pada mereka berdua.


Bergegas Yamato dan si pria misterius itu keluar dari dalam mobil, dan mobil itu pun meledak, hancur tidak bersisa.


Saat Yamato akan bersiap menyerang, ia malah di larang untuk bertarung karena si pria aneh itu yang akan mengurus semua ini.


Dan sebuah pedang dengan motiv ombak di sepanjang mata pisaunya di tunjukan olehnya. Tanpa berlama-lama lagi iblis itu menghentakkan telapak tangannya ke tanah.


Kemudian dari dalam tanah, keluar semburan api yang menjulang cukup tinggi ke atas tapi hal tersebut tidak menghentikan si pria aneh itu, iya terlihat begitu tenang saat menghindar dari setiap semburan api yang muncul dari dalam tanah.


Dan akhirnya pria itu berhasil mendekati si iblis, kemudian mengunakan tekniknya untuk mengakhiri semua ini.


"Teknik senjata terkutuk! Ombak penyapu daratan!".


Dan Bom... Ledakan air yang begitu besar terjadi saat pedang milik pria itu menyentuh leher si iblis, semburan air dari ledakan tersebut menyebar ke segala arah, menyapu apapun yang ada di depannya.


"Aaaaaaaaaa.. Apa-apaan ini?" teriak Yamato dengan berpegangan erat di sebuah pohon agar tidak terbawa air.


Beberapa saat kemudian, arus airnya menghilang dan terlihat kepala iblis itu sudah terpenggal dan perlahan tubuhnya mulai menghilang.


"Hahah, api lawan air yah menang air lah" ujar pria itu setelah memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarungnya.


"Oh yah nak, kau dari markas pusatkan? Kebetulan aku juga akan kesana tapi tidak tau jalan syukurnya ada kau" lanjut pria itu.


Dan mereka berdua berjalan mencari bus untuk kembali ke markas pusat, beberapa menit menunggu akhirnya bus datang.


Di dalam bus, Yamato melihat-lihat barang belanjaannya takut jika ada yang rusak karena Masaru akan berceramah untuk selalu berhati-hati dan waspada.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai di jalan menuju markas pusat, karena bus tidak bisa melalui jalan itu jadi mereka harus berjalan kaki menyusuri hutan aokigahara.


Seperti biasa Yamato terlihat ketakutan saat berjalan di lebatnya hutan aokigahara, dan akhirnya mereka sampai di depan gerbang markas pusat.


Di delan gerbang terlihat Masaru dan jenderal morisawa berdiri, "ini belanjaanmu" ujar Yamato lalu memberikan semua berang belanjaannya pada Masaru.


Yamato dan Masaru pun berjalan masuk sementara pria aneh itu sedang mengobrol dengan jenderal morisawa di depan gerbang.


Saat beristirahat, ada pengumuman bahwa semua petugas termasuk anak-anak yang masih dalam peatihan untuk berkumpul di halaman utama karena ada yang harus di sampaikan.


Setelah setiap dengan di pimpin oleh kapten mereka masing-masing sudah berkumpul, kecuali divisi 13 yang tidak ada yang memimpin karena kapten yang memimpin mereka sudah tiada.


Yah kapten terumoto adalah kapten yang bertugas memimpin divisi 13.


Termasuk divisi 0 Yang di ketuai oleh Masaru Karana iya adalah yang paling tua umurnya di antara yang lain.


Beberapa saat kemudian para jenderal datang, dan mulai membuka pengumuman dengan basa-basi terlebih dahulu.


"Beberapa bulan lalu kita sudah kehilangan seorang kapten yang sangat berjasa dan jasa-jasanya itu tidak akan pernah terlupakan.


Karena itulah kami akan memasukkan nama kapten terumoto berdampingan dengan nama kapten-kapten yang telah gugur di tugu peringatan"


"Selanjutnya, melihat divisi 13 sudah lama tidak ada yang memimpin karena itulah, kami telah menunjuk seorang kapten baru untuk memimpin divisi 13" lanjut jenderal morisawa.


Dan seseorang berjalan dari belakang menuju ke depan, ternyata orang yang di maksud adalah pria aneh yang tadi bersama Yamato melawan iblis.


"Di-dia!" batin Yamato yang terkejut melihat hal tersebut.


"hai semua! Perkenalkan nama saya Sakamoto hiroshima" ujarnya lalu tersenyum ke arah Yamato.